
"Ini silahkan ambil saja sebagai tanda terima kasih dan telah menyelamatkan Puteri" ucap Chiba sambil memberikan gulungan kertas ke Rei. Rei pun menerima gulungan kertas tersebut. "oh ya, Chiba apa kau mau bertemu dengan para anggota klan mu tidak.....?" ucap Rei.
"Eh, apa bisa....?" ucap Chiba. "ya bisa lah, mau gak....?" ucap Rei. "ya ya, aku mau" ucap Chiba. Rei mengambil bukunya dan membuka salah satu halaman. "kriieek....." Rei menyobek salah satu kertas yang berisi sihir. "eh, Rei kenapa di sobek.....?" ucap Chiba.
"Nih, bisa kau pakai....." ucap Rei sambil memberikan kertas sobekan. "woy, buat apa kertas sobek ini....!?!" ucap Chiba. "ini grimoar kalau kau baca ini kau bisa memiliki sihir ini" ucap Rei. "ya, kalau begitu sampai jumpa" ucap Rei.
"Sihir angin: Wind Tread" Rei menghilang bersamaan tertutupnya angin. "eh, dia sudah pergi...." ucap Chiba. "dia memang orang aneh, tapi namanya menggunakan dua kata seperti klan shinigami" ucap Chiba. "tidak tidak, mana mungkin dia dari klan shinigami" ucap Chiba.
Rei sudah berada di luar kerajaan dan ia sedang berdiri sambil memegang peta yang di berikan oleh Chiba. Rei pun membuka gulungan tersebut dan terlihat batas batas antara tanah ras satu sama lain.
"Hmm....ada sepuluh ras di dunia ini, dan tanah paling besar dihuni ras iblis, tapu kalau di lihat di tanah manusia ada lima kerajaan" ucap Rei. Rei kemudian menggulung kembali peta tersebut dan memasukkan nya ke dalam sihir space dimension.
"Sekarang waktunya untuk pulang" ucap Rei. "Sihir teleportasi: Gate" Rei membuat gerbang dimensi ke mansion nya. dan Rei pun sampai di mansion nya dan ia berada di halaman mansion.
"Tap...tap....tap...." Rei berjalan dengan santai menuju ke dalam mansion. "hmm.... besok ada para pelayan, tapi saat aku di dunia lama aku tidak pernah memiliki pelayan" ucap Rei. "ya sudahlah, sekarang tidak perlu memikirkan hal yang ada besok" ucap Rei.
"Sayo panggil penyihir suci sekarang" ucap raja. "ya, siap saya laksanakan" ucap Sayo, Sayo pun bergegas menuju ke tempat penyihir suci. "tok...tok...tok...." Sayo mengetuk pintu tempat penyihir suci. "Ya silahkan masuk" ucap Chiba.
Sayo pun masuk ke dalam tempat penyihir suci. "ternyata kau Sayo, ada apa....?" ucap Chiba. "anda di panggil yang mulia raja" ucap Sayo. kemudian Sayo dan Chiba berjalan menuju ke kamar Puteri. "penyihir suci bagaimana keadaan putriku" ucap raja yang sedikit Panik.
Chiba memeriksa keadaan Iseria, dan kemudian ia tersenyum. "si Rei dia tidak hanya melenyapkan kutukan nya tapi juga menyembuhkan tubuh Puteri yang sudah dari kecil ia memiliki tubuh yang lemah" batin Chiba. "ya, keadaan putri Iseria tidak apa apa, ia hanya tak sadarkan diri, nanti ia akan bangun" ucap Chiba.
"Syukur lah, berarti Rei benar benar sudah menyembuhkan Puteri ku" ucap ratu. "ya aku sangat bersyukur karena putri ku bisa sembuh" ucap raja. Chiba kemudian meninggalkan ruangan dan kembali ke tempatnya. "Sayo nanti kalau Putri ku bangun kita akan adakan festival" ucap raja. "ya, akan saya lakukan" ucap Sayo.
Sementara itu di tempat Rei.
"Sruup...." Rei meminum teh dan sedang duduk di teras sambil melihat langit yang begitu cerah di malam hari. "langit yang begitu indah" ucap Rei. kemudian ia masuk ke dalam mansion dan memasuki kamarnya dan ia berbaring di atas kasur. tak lama ia pun tidur.
apa yang menanti Rei di Hari selanjutnya, nantikan eps. 22