
"Rei, aku, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa hari ini keluar boleh tidak....?" ucap Iseria. "Apakah aku pernah melarang kalian....? tidak pernah kan, kalau itu keinginan kalian ya aku tidak akan membantah atau menghalangi kalian, jadi Nikmati saja waktu kalian" ucap Rei. "Yey.... kalau begitu ayo kita berganti pakaian" ucap Iseria.
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun pergi ke kamar mereka untuk berganti pakaian. Setelah mereka berganti pakaian mereka pun bersiap untuk keluar dari Mansion. "Rei kami pergi keluar ya...." ucap Iseria. "Ya.... ini uang buat kalian berbelanja" ucap Rei yang memberikan mereka beberapa koin platinum ke masing masing.
"Ko...koin platinum....? ini pertama kali aku melihat nya sendiri" ucap Cisa. "Ya.... itu uang untuk beli hal yang kau inginkan" ucap Rei. "Rei terima kasih" ucap Cisa. "Tidak perlu" ucap Rei dan mereka pun pergi meninggalkan mansion. "Yuna, Nina bagaimana kalau kita juga keluar...?" ucap Rei. "Ya...." ucap Yuna dan Nina yang sangat senang. kemudian Rei, Yuna dan Nina pun juga keluar untuk jalan jalan.
"Papa kita akan kemana....?" ucap Yuna. "Ya... kita jalan saja kalau kalian ingin mampir ke suatu tempat kita bisa mampir" ucap Rei. "Ya... kalau begitu kita ke sana papa" ucap Nina yang sambil menunjuk sebuah tempat makan. "Eh.... tempat makan kah...." ucap Rei. "Ya... papa kita coba Makanan di sini" ucap Nina. "Ya... Kalau begitu kita pesan tempat duduk" ucap Rei.
Dan Rei pun mendekat ke kasir tempat makan tersebut, setelah itu Rei memesan sebuah tempat duduk. "Satu tempat duduk" ucap Rei. "Apa tidak apa apa kalau ada berbagi tempat dengan yang lain....?" ucap kasir tempat tersebut. "Tidak masalah" ucap Rei. dan Rei mendapatkan tempat duduk meski harus berbagi tempat.
Rei pun duduk di tempat duduk itu, dan di tempat duduk yang sama dengan Rei terdapat Rin yang sedang makan. "R....Rin....? kau Rin kan...." ucap Rei. "Yho reih.... kau jugah mahkan di tempat ini jugah" ucap Rin yang sambil mengunyah makanan. "Kalau berbicara telan dulu makanan yang ada di mulut mu" ucap Rei. "Ya...." ucap Rin. "Oh ya, Rin kenapa kau bisa makan di tempat ini bukankah di kerajaan juga terdapat makanan" ucap Rei.
"Suasananya berbeda, aku suka suasana seperti ini" ucap Rin. "Ternyata ada juga orang seperti mu itu" ucap Rei. "Apa kau tidak pesan makanan....?" ucap Rin. "Ya... aku akan pesan minuman dan beberapa makanan, kalau Nina dan Yuna bagaimana....?" ucap Rei. Dan mereka pun memesan makanan dan tinggal menunggu makanan yang mereka pesan sampai.
"Oh ya, Rei siapa mereka berdua....? apakah adikmu....?" ucap Rin. "Bukan, mereka berdua adalah anakku" ucap Rei. "Hahahaha..... candaan mu itu lucu sekali, tapi aku bertanya dengan benar" ucap Rin. "Ya.... aku tidak bercanda" ucap Rei. "Eh.... kau punya anak...? dan siapa ibu mereka dan sekarang ada di mana...?" ucap Rin. "Mereka berdua hanya anak yang aku adopsi" ucap Rei.
"Eh..... ternyata tidak seperti perkiraan ku, dan apa kau sudah mempertimbangkan tentang pernikahan kita....?" ucap Rin. "Jangan bercanda kapan aku bicara ingin menikah dengan mu, di pemilihan saja tidak di beritahu siapa yang menang" ucap Rei. "Itu memang ada benarnya sih, tapi aku tau kau itu sangat lah kuat dan itu kau adalah orang yang sangat cocok untuk menjadi seorang raja pahlawan" ucap Rin.
"Aku tidak ada niatan untuk menjadi seorang raja pahlawan" ucap Rei. "Karena aku sudah akan menjadi seorang raja di kerajaan tortus dan juga raja naga, aku sudah akan menyandang dua gelar raja sekaligus di masa depan" batin Rei. "Ayolah usahakan" ucap Rin. "Tidak, aku tidak akan mengubah jawaban ku" ucap Rei. "Papa.... kapan pesanan akan sampai....?" ucap Nina. "Ya kita tunggu sebentar lagi, pesanan pasti akan sampai" ucap Rei.
"Anu.... apa tidak keberatan kalau berbagi meja dengan satu orang lagi....?" ucap pelayan di sana. "Tidak apa apa" ucap Rei. "Ya... tidak apa apa, karena telah ini selalu ramai" ucap Rin. "Terima kasih" ucap pelayan tersebut yang kemudian meninggalkan tempat Rei, Rin, Yuna dan Nina. "Kau tadi bilang kalau tempat ini sering ramai berarti kau sering ke sini ya...." ucap Rei.
"Ya.... hampir setiap pagi aku ada di sini untuk makan" ucap Rin. Dan seseorang yang berbagi tempat dengan Rei, Rin, Yuna dan Nina pun datang. "Maaf... aku tadi bangun kesiangan dan jadi ada di sini sudah siang" ucap seorang ras angel atau malaikat. "Ya.... biasanya kau sudah ada di ini sebelum aku, tapi hari ini aku yang lebih dahulu datang" ucap Rin. "Kau kenal Rin...?" ucap Rei.
"Ya.... dia adalah seorang ras angel yang selalu makan Dengan ku di sini Setiap pagi" ucap Rei. "Ya.... salam kenal, nama ku Frey" ucap perempuan itu.
"Ya... namaku Rei, salam kenal" ucap Rei yang juga memperkenalkan diri. "Eh....? seperti nya aku pernah melihat mu, tapi di mana ya...." ucap Rei. "Saya yang menabrak anda dan anda menolong saya" ucap Frey. "Bicara biasa saja, tidak perlu menggunakan bahasa yang formal" ucap Rei. "Ya... akan ku lakukan" ucap Frey.
Dan Frey memesan makanan, mereka pun makan sambil berbincang bincang. tak lama Re, Yuna dan Nina pun keluar dari tempat itu. Hari sudah siang hari, perut mereka sudah terisi, dan mereka pun melanjutkan berkeliling sampai sore hari. Dan di tempat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa mereka sudah membeli beberapa hal dan mereka berniat untuk kembali ke mansion.
"Kalau tidak salah mereka berenam adalah perempuan yang juga tinggal dengan Rei, berarti mereka adalah orang yang sangat bagi Rei, akan aku tunjukkan neraka keputusan untukmu Rei" ucap seorang bangsawan yang sangat membenci Rei. Dan bangsawan itu yang sedang membawa beberapa bawahan, itu pun menyuruh para bawahan nya untuk menculik Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa.
"Dukk...." enam orang bawahan dari bangsawan itu menyerang Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa akan tetapi tidak melukai mereka hanya membuat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa itu pingsan. setelah itu para bawahan dari bangsawan itu membawa mereka pergi bersama dengan bangsawan itu ke suatu tempat.