
Dan mereka pun sampai di depan Mansion, mereka pun masuk ke dalam Mansion. "Selamat datang tuan dan nona" ucap para pelayan, dan mereka kembali ke dapur dan menyiapkan makanan. Dan setelah Makanan telah di siapkan, mereka pun makan siang bersama.
Setelah makan siang Rei berada di ruang tengah dan ia sedang minum teh. "Huh.... di dunia yang sudah damai ini memang sangat enak kalau minum teh dan tak melakukan apa apa" ucap Rei. "Oh ya.... aku baru ingat kalau tidak salah sifat dewa naga berubah drastis, pasti ada penyebabnya" batin Rei. "Sayang....." ucap Asami yang memeluk Rei dari belakang.
"Uhuk.... uhuk...." Rei tersedak air karena Asami yang langsung memeluk Rei dari belakang. "Sayang maaf...." ucap Asami. "Ya.... tidak apa apa, aku hanya tersedak" ucap Rei. "Oh ya, tadi kamu bilang kalau kami sudah puas di kota ini kita akan pergi ke beast Land,kan....?" ucap Asami. "Ya.... aku memang bilang begitu tapi kenapa....?" ucap Rei.
"Bagaimana kalau kita pergi besok....?" ucap Asami. "Memangnya ada apa....? apa ada yang mengganggu mu....?" ucap Rei. "Bagaimana mengatakan nya, aku tidak merasa nyaman kalau berada di kota ini lebih lama" ucap Asami. "Oh begitu, kalau begitu kita akan bicarakan bersama" ucap Rei. "Ya.... terima kasih, sayang" ucap Asami.
"Kalau begitu apakah kau bisa membagikan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Cisa dan Rin....?" ucap Rei. "Ya.... akan aku panggil mereka" ucap Asami yang berjalan untuk memanggil Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Cisa, dan Rin. Sementara itu Yuna dan Nina berlari menuju ke tempat Rei. "Papa....." ucap Yuna dan Nina yang berlari ke arah Rei.
"Ada apa Yuna, Nina....?" ucap Rei. "Anu papa.... ada yang ingin Yuna dan Nina katakan kepada papa'' ucap Yuna dan Nina. "Ya katakan saja..." ucap Rei. "Anu papa.... Yuna dan Nina kenapa seperti merasa gelisah begitu....." ucap Yuna dan Nina. "Oh.... tunggu kita akan bicarakan bersama dan kita akan keluar dari kota ini" ucap Rei.
"Elathan... apa kau mendengar....?" ucap Rei. "Baik tuan, ada apa...?" ucap Elathan. "Kau tau kalau iblis tidak bisa memasuki kota angel, saat memasuki pinggiran pulau bagaimana perasaan mu....?" ucap Rei. "Kalau itu, saya merasa sangat gelisah dan entah kenapa kalau semakin mendekati rasa gelisah berubah menjadi kesulitan bernafas" ucap Elathan. "Begitu, terima kasih Elathan" ucap Rei.
"Terima kasih kembali, Tuan" ucap Elathan. "Jadi bisa di simpulkan kalau ada beberapa ras yang bisa masuk ke dalam pulau tapi mereka akan merasakan rasa gelisah dan juga ada yang merasa tidak nyaman, pasti itu sangat menganggu mereka" batin Rei. "Aku sudah tau penyebabnya Yuna, Nina" ucap Rei. Tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, dan Rin pun datang ke tempat itu.
"Ada apa Rei....?" ucap Iseria. "Kalian duduk dulu" ucap Rei. Dan mereka pun duduk di kursi, Sedangkan Yuna dan Nina berada di pangkuan Rei. "Yuna, Nina bagaimana perasaan kalian Sekarang....?" ucap Rei. "Yuna dan Nina sekarang merasa sangat nyaman" ucap Yuna dan Nina. "Kalau perasaan kelian bagaimana....?" ucap Rei.
"Aku baik baik saja, kenapa....?" ucap Iseria. "Tidak apa apa, bagaimana dengan lainnya...?" ucap Rei. "Aku baik baik saja seperti biasa" ucap Cerise. "Aku juga merasa baik baik saja" ucap Shiko. "Aku juga baik baik saja" ucap Sasaki. "Aku sedikit merasa gelisah, dan rasa gelisah itu entah dari mana" ucap Asami. "Aku baik baik saja" ucap Cisa. "Tentu saja aku tidak kenapa napa" ucap Rin.
"Ya.... kebanyakan dari kalian memang baik baik saja, tapi Asami, Yuna dan Nina merasa tersiksa kalau terus lama berada di sini" ucap Rei. "Benarkah itu Asami....?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Cisa dan Rin. "Ya.... aku merasa begitu, tapi kalau berdekatan dengan Rei rasa gelisah itu langsung menghilang" ucap Asami.
"Kalau begitu kita harus segera keluar dari pulau ini" ucap Iseria. "Ya... kalau kalian setuju kita akan pergi dari pulau ini besok pagi" ucap Rei. "Ya.... kami setuju, kita akan pergi dari pulau ini besok pagi" ucap Iseria. Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, dan Rin juga mengangguk. "Ya... berarti kita sudah setuju" ucap Rei.
"Terima kasih Sayang....." ucap Asami. "Ya.... karena membuat kalian merasa nyaman juga termasuk kewajiban ku" ucap Rei. "Rei jangan terlalu memaksakan diri hanya untuk kami" ucap Iseria. "Ya... kerena kalau kamu memaksakan diri hanya untuk kami itu seperti tidak adil, karena membuat mu bahagia juga termasuk keinginan kami" ucap Cisa.
"Ya.... kalau begitu buatlah aku bahagia" ucap Rei. Dan mereka pun langsung memeluk bersamaan. "Kak.... Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, dan Rin, Yuna dan Nina tidak bisa bernafas" ucap Yuna dan Nina yang berada di tengah tengah mereka. "Maaf.... Yuna dan Nina" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin yang melepaskan pelukan mereka.
"Maaf Yuna, Nina, kami tidak bisa menahannya" ucap Shiko. "Tidak apa apa, kerena juga sudah terlanjur" ucap Yuna dan Nina. "Yosh.... kalau begitu aku akan berbicara dengan Kay...." ucap Rei. "Jadi Rei mau pergi....?" ucap Sasaki. "Ya.... apakah ada yang mau ikut.....?" ucap Rei.
"Aku akan ke kamarku, untuk istirahat" ucap Asami. "Tidak, tidak ada yang ikut Rei" ucap Iseria. dan yang lainnya juga mengangguk. "Ya... kalau begitu kalian di sini" ucap Rei. kemudian Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari mansion. mereka menuju ke tempat Kay berada.
Kay berada di rumahnya, ia sedang istirahat. Rei berjalan ke arah rumah Kay, karena tak sengaja ia pernah melihat Frey masukki rumahnya saat Rei berjalan jalan. "Hmm.... kalau tidak salah ada daerah ini" ucap Rei yang melihat ke segala arah. "Hmm.... tapi yang mana ya...." ucap Rei. "Papa... apakah benar di sini....?" ucap Yuna. "Ya.... tapi aku lupa di mana" ucap Rei.
Dan tak sengaja Frey berjalan di belakang nya. "Rei....." ucap Frey yang memanggil Rei dari belakang. "Frey.... kebetulan sekali" ucap Rei. dan Frey yang berjalan itu yang berjalan berhenti di depan Rei, Yuna dan Nina. "Ada apa Rei....?" ucap Frey.