
"Yosh.... mulai lah...." ucap Rei. "Baik tuan...." ucap Elathan. "Yosh.... siap siap.... aku akan maju....." ucap Charles. "Wush...." mereka pun melesat dengan bersamaan. "Srash....srash.... srash.... srash.... srash....srash.... srash.... srash....." Charles melesatkan cakaran nya secara bertubi tubi Kepada Elathan. "Plak.... plak.... plak.... plak.... plak... plak...." Elathan menangkis serangan Charles.
"Masih terlalu lambat....." ucap Elathan. "Wush.... wush.... wush.... wush.... wush...." kecepatan serangan Charles meningkat drastis. "Wuush......" Elathan dengan cepat melompat ke belakang. "Hmm.... lumayan kecepatan barusan" ucap Elathan. Elathan dan Charles bertarung hingga makan siang tiba. "Hmm.... sepertinya sudah waktunya makan siang" ucap Rei.
"Apakah Anda mau kembali ke mansion anda....?" ucap Charles. "Ya.... kita bertemu lagi di sini setelah makan siang" ucap Rei. "Baik guru....." ucap Charles. Dan mereka pun berpisah, Rei kembali ke mansion sedangkan Charles kembali ke rumah nya. "Kami pulang....." ucap Rei. "Selamat datang, tuan dan nona" ucap para pelayan yang menyambut mereka.
"Selamat datang, Rei, Yuna dan Nina" ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Selamat datang, Danna" ucap Shiko. "Selamat datang, sayang...." ucap Asami. "Kami menunggu mu, darling" ucap Alencia. "Ya..... kita makan siang" ucap Rei. Dan mereka pun makan siang bersama. beberapa saat kemudian mereka pun selesai makan siang.
"Darling apakah kamu akan pergi lagi.....?" ucap Alencia. "Ya..... aku pulang nanti sore" ucap Rei. "Ya.... baiklah" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "Kami pergi lagi ya....." ucap Rei. "Dadah....." Ucap Yuna dan Nina Sambil melambaikan tangan. Rei, Yuna dan Nina pun langsung berteleport ke tempat latihan.
Di tempat latihan Charles sudah menunggu Rei. "Charles maaf menunggu lama....." ucap Rei. "Tidak, saya baru saja sampai" ucap Charles. "Ya.... kalau begitu kita lanjutkan...." ucap Rei. "Baik, guru...." ucap Charles. Kemudian Charles dan Elathan pun bertarung dengan sengit, mereka berdua bertarung hingga dua sampai tiga jam lamanya. "Hmm.... Charles lumayan, tapi dia tidak sebanding kalau Elathan serius" batin Rei.
"Papa.... ada apa....?" ucap Yuna. "Tidak ada apa apa" ucap Rei. "Oh.... begitu" ucap Yuna. Dan di saat itu Rei merasakan ada dua orang asing yang masuk ke dalam area mansion. "Ada yang masuk ke area mansion, palingan bawahan dari Alencia" batin Rei. Akan tetapi re begitu tidak tenang, dan juga perasaan Rei sangat tidak enak. Sementara itu di mansion, dua orang memasuki area Mansion.
"Siapa kalian.....? ada urusan apa kalian ke sini....?" ucap Vivi. "Hahaha..... kami ke sini untuk membawa putri Alencia" ucap salah satu orang itu. "Apa hubungan kalian dengan nona Alencia....?" ucap Luna. "Kau tidak perlu ikut campur, kita hanya mau mengambil putri Alencia sebagai persembahan kepada dewa" ucap salah satu orang itu.
"Ada apa......? kenapa ribut ribut.....?" ucap Iseria. Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun juga ikut keluar dari mansion. "Putri Alencia, kami datang untuk membawa mu" ucap orang itu. "Kami tidak akan membiarkan kalian membawa nona Alencia" ucap Vivi. "Sebenarnya aku tidak ingin menggunakan kekerasan, tapi kalau sudah begini tidak ada pilihan lain" ucap orang tersebut.
Para pelayan yang mantan pembunuh bayaran dan juga petualang mengambil kuda kuda. "Ho.... kalian mau bertarung dengan kami berdua....?" ucap orang itu. "Sihir pemanggilan: Summon" Iseria memanggil hewan iblis.
"Sring.... sriing ... sring.... sriing.... sring..... sring.
....ssring.... Sringgh....." seorang memegang pedang itu mengayunkan pedangnya. Ting.... tang.... tang.... tang.... tang...." Vivi dan yang lainnya itu menangkis serangan milik orang dengan pedang itu. "Wow..... meski kalian hanya pelayan tapi kalian hebat dalam bertarung" ucap orang itu. "Kami tidak butuh pujian dari mu" ucap Vivi.
"Wah..... dingin sekali..... tapi aku tidak benci wanita yang dingin" ucap orang itu. "Ting.... Ting.... tang.... tang.... tang....." orang itu dan para pelayan bertarung dengan seimbang. Sedangkan orang yang lainnya, berhadapan dengan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Sebaiknya kalian tidak melawan ku" ucap orang itu.
"Kenapa kau terlihat sombong seperti itu.....?" ucap Iseria. "Wush.... wush.... wush.... wush...." hewan panggilan Iseria melancarkan Serangan es secara bertubi tubi ke arah orang itu. "Sihir api: Hell Fire" orang itu menggunakan sihir api untuk mencairkan es yang di lancarkan Iseria. Akan tetapi Serangan Iseria hanya sebagai pengalihan.
Cerise dan Sasaki sudah berada di samping orang itu. Cerise melancarkan pukulan ke arah orang itu, sedangkan Sasaki siap menebas orang itu. "Wush..... sriing...." Cerise dan Sasaki menyerang secara bersamaan. "Tap....." akan tetapi orang itu bisa menahan serangan mereka berdua. "Krakk...." suara tulang yang patah dan itu di sebabkan pukulan Cerise yag di terima secara langsung oleh orang itu.
"Ck..... dia bisa mematahkan tulang ku.....?" ucap orang itu. "Sihir angin: Wind Slash" Asami yang terbang melesatkan serangan berupa tebasan angin ke arah orang itu. Orang itu yang mencengkram tangan Cerise dan pedang Sasaki itu pun langsung melepaskan nya dan melompat ke belakang.
"Duuuar....." serangan milik Asami menabrak tanah dengan sangat keras. "Hah..... seorang dengan kekuatan fisik di atas rata rata dan juga serangan sihir yang sangat hebat" ucap orang itu. "Sihir penyembuhan: Health" orang itu menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan luka yang ia terima.
"Kalau begitu aku hanya akan melakukan tugas ku....." ucap orang itu. "Wush.... wush.... wush..." orang itu melemparkan beberapa bola bola ke arah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "Sringg..... Sringg.... sring...." Sasaki, Asami, Rin dan Alencia dengan mudah menebas bola bola itu. Akan tetapi bola itu meledak dan mengeluarkan asap yang menutupi tempat itu.
"Apa ini....?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia yang panik karena tiba tiba saja keluar asap yang menutupi tepat itu. "Nona Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia ....." ucap para pelayan yang khawatir tentang keadaan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia.
Dan di tempat Rei, Yuna, Nina, Elathan dan Charles berada. "Aku tiba tiba saja merasa khawatir, aku akan kembali ke mansion" ucap Rei. "Baik tuan....." ucap Elathan. Charles dan Elathan pun menghentikan pertarungan mereka. "Guru tunggu sebentar, bisakah berlatih lebih lama lagi....?" ucap Charles. "Kenapa memangnya....?" ucap Rei.