
Rei ke kamarnya dan mengganti baju, dengan yang biasa ia pakai tak lupa juga dengan jubahnya. Setelah berganti baju ia keluar dari kamar dan menuju ke ruang tengah.
"Baiklah aku akan pergi, kalian jaga diri dan nanti juga datang" ucap Rei. "Ya.... dan papa hati hati di jalan" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... sampai ketemu lagi nanti" ucap Rei yang kemudian berjalan sambil menuju keluar dari mansion. Rei keluar dari mansion dan menuju ke tempat tinggal Kuro.
"Sihir angin: Wind Tread" Rei menggunakan sihir untuk mempercepat bergerak menuju ke tempat tinggal Kuro. Rei bergerak secepat angin ke arah tempat tinggal Kuro, tak lama ia pun sampai di tempat tinggal Kuro. "Tap....." Rei mendarat tepat di depan pintu kediaman Kuro. "Tok.... tok.... tok......" Rei mengetuk pintu masuk kediaman Kuro.
"Permisi apakah ada orang di dalam.....?" ucap Rei di depan pintu. Tak lama pintu itu pun terbuka, Durin membuka pintu itu. "Yo.... bagaimana di dalam.....?" ucap Rei. "Selamat datang, tuan Rei..... tuan Kuro sudah menunggu anda, ikuti saya" ucap Durin. Rei pun mengikuti Durin ke tempat Kuro dan Letica berada.
Kuro dan Letica berada di ruang tengah, dan mereka seperti memikirkan sesuatu. "Yo.... kuto ada apa....? kau seperti sedang memikirkan sesuatu" ucap Rei. "Rei.....?! untung saja kau datang tepat waktu" ucap Kuro. "Memangnya ada apa....? apakah ada hal yang buruk terjadi....?" ucap Rei.
"Jadi begini, kemarin saat aku menyuruh para pelayan untuk membeli bahan, mereka hanya mendapatkan tidak terlalu banyak dari yang di perkirakan karena di pasar hanya tinggal beberapa saja" ucap Kuro. "Hmm.... begitukah, tidak akan jadi masalah, aku akan mencari solusinya jadi tenang saja, kau tidak perlu khawatir seperti itu" ucap Rei.
"Tapi, ini seperti aku sangat mengandalkan mu, Rei....." ucap Kuro. "Tenang saja, aku tak terlalu memikirkan hal seperti itu" ucap Rei. "Baiklah, kalau begitu tolong Rei...." ucap Kuro. "Ya.... serahkan saja padaku, kau bisa percaya padaku" ucap Rei. Dan Rei pun pergi ke arah dapur, saat berjalan ke dapur Durin ikut dengan Rei.
"Permisi.... apakah aku bisa mengetahui namamu....?" ucap Rei. "Ah....? nama saya....? dengan senang hati, nama saya Durin" ucap Durin yang memperkenalkan diri pada Rei. "Oh..... nama yang bagus, dan mulai sekarang akan sedikit mengandalkan dirimu, durin" ucap Rei. Dan Rei yang telah sampai di dapur pun ia menggunakan sihir.
"Sihir dimensi: Portal" Rei menggunakan sihir dan menciptakan portal menuju ke mansion miliknya. Setelah portal terbuka, para pelayan Rei memasuki portal tersebut dan sampai di depan Rei. "Senang bertemu dengan anda, tuan...." ucap para pelayan. "Lewati saja basa basinya, kita hanya memiliki waktu yang tidak terlalu banyak" ucap Rei.
"Baik, tuan.... kami akan bekerja keras dan tidak akan melakukan kesalahan" ucap Luna. "Ya.... aku berharap cukup besar pada kalian" ucap Rei. "Baik, tuan.... anda bisa percaya kepada kami" ucap para pelayan. Dan mereka pun mulai memasak, mereka memasak dari siang hari sampai sore hari tanpa henti.
"Tidak.... tidak .... itu tidaklah benar, kalian lah yang telah bekerja keras" ucap Rei. "Tuan Rei, dia tidak hanya hebat dalam berbagai hal, tapi juga dia sangat rendah hati.... aku bahkan tidak bisa mengungkapkan dirinya dengan kata kata saja....." batin Durin. "Ada apa Durin....? kelihatannya kau kecapekan...." ucap Rei. "Tidak, ini sama sekali tidak terlalu melelahkan, karena saya hanya melakukan sedikit pekerjaan, sebaiknya tuan Rei dan para pelayannya yang lebih baik beristirahat" ucap Durin.
"Vivi, Luna dan yang lainnya, kalian kembali dan beristirahatlah" ucap Rei. "Tapi tuan, bukankah di mansion masih banyak...." ucap mika. "Ssstt..... tidak perlu berkata kata lagi, sebaiknya simpan tenagamu untuk beristirahat dan aku akan memberikan kalian libur besok" ucap Rei. "Tapi, tuan.... bagaimana dengan sarapan, makan siang dan makan malam....?" ucap Luna.
"Tidak perlu khawatir, serahkan saja padaku" ucap Rei. Dan Rei pun menggunakan sihir dan membuka portal menuju ke mansion. "Sekarang pergilah, istirahat baik untuk tubuh, kalau aku tau ada yang tidak istirahat, aku tidak akan tau apa akibatnya" ucap Rei. "Baik tuan.... kalau begitu, kami akan pergi" ucap Vivi.
Dan para pelayan pun masuk ke portal yang menuju ke mansion. Setelah semua pelayan melewati portal, Rei pun menutup portal tersebut. "Huh..... sudah lama tidak merasakan hal seperti ini" ucap Rei. "Apakah dulu anda sering melakukan hal seperti ini.....?" ucap Durin.
"Tidak terlalu, hanya beberapa kali ikut membantu orang" ucap Rei. "Begitukah, walau begitu anda sangat hebat, anda bisa membuat beberapa makanan dalam waktu dekat" ucap Durin. "Aku itu mempercepat karena waktu termakan cukup banyak saat membuat kue" ucap Rei. Dan tak lama Kuro pun datang ke dapur untuk memeriksa.
"Rei.... bagaimana....?" ucap Kuro yang sambil berjalan ke arah dapur. Kuro pun berhenti saat melihat dapur sudah tidak terlalu banyak orang yang berada di sana. "Apakah sudah selesai.....?" ucap Kuro. "Ya.... tentu saja, apa yang aku katakan tadi.... percayakan saja padaku, aku akan melakukan pekerjaannya...." ucap Rei.
"T..... terima kasih banyak Rei......." ucap Kuro yang sangat senang. "Kau kira akan terjadi hal yang tidak di inginkan saat pesta di mulai" ucap Kuro. "Jangan berkata seperti itu, kalau berkata seperti itu sama saja dengan menginginkan hal yang tidak di inginkan" ucap Rei. "Ya..... kurang beberapa jam lagi akan di mulai, kau bisa pulang Rei" ucap Kuro.
"Ya.... aku juga akan bersiap, kalau begitu sampai jumpa" ucap Rei yang kemudian di antar Durin ke pintu keluar kediaman Kuro. "Selamat jalan tuan Rei, hati hati di jalan dan jaga diri anda dengan baik" ucap Durin. "Ya.... kau juga, jaga dirimu" ucap Rei yang kemudian pergi meninggalkan kediaman Kuro.
Rei pergi ke sebuah bar yang berada di gang kecil ibukota kerajaan tortus. "Kling....." suara lonceng kecil yang dipasang di pintu bar tersebut. "Selamat datang....." ucap pemilik bar. "Wah.... wajah baru, apakah kau baru datang ke sini....?" ucap seorang yang duduk meja depan pemilik bar. Rei pun duduk di samping orang itu.