
"Rei ceritanya bagus sekali" ucap Iseria. "Iya papa, sangat bagus" ucap Yuna dan Nina. "Rei, di cerita hanya menjadi orang yang baik dan tulus bisa mendapatkan hal besar" ucap Rin. "Ya... dari semua cerita pasti ada hikmah yang bisa kita ambil" ucap Rei. "Ya.... ceritanya juga sangat bagus sekali" ucap Cisa.
"Oh ya.... aku harus keluar, apakah ada yang ingin ikut....?" ucap Rei. "Papa... Yuna dan Nina ikut" ucap Yuna dan Nina. "Ada yang ingin ikut....?" ucap Rei. "Rei mau ke mana....?" ucap Iseria. "Aku mau membeli beberapa hal" ucap Rei. "Aku tidak ikut" ucap Asami. "Aku tidak akan ikut, nanti hanya merepotkan Rei" ucap Cisa.
"Kalau tidak ada yang ikut, aku pergi" ucap Rei yang berdiri. kemudian Rei, Yuna dan Nina berjalan untuk ke pintu keluar mansion. "Tuan, anda mau kemana dengan nona Yuna dan nona Nina....?" ucap mika. "Hanya akan keluar sebentar, kalau Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin kalau mereka ingin melakukan sesuatu biarkan saja" ucap Rei.
"Baik tuan" ucap mika. "Ya... kalau begitu aku, Yuna dan Nina pergi" ucap Rei yang kemudian keluar dari Mansion dengan Yuna dan Nina. mereka keluar menuju ke bar terdekat. Dan tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di bar yang berada tidak jauh dari mansion. Rei pun masuk ke dalam bar itu, di dalam bar lumayan sepi, di dalam bar hanya terdapat beberapa orang yang bisa di hitung oleh jari.
"Wah, sepi sekali" ucap Rei. Dan Rei pun duduk di kursi depan pemilik bar. "Ya..... Rei kita bertemu lagi" ucap Kay yang berada di samping nya. "Eh.... Kay, aku kira kau siapa....." ucap Rei. "Oh ya, Rei di samping mu itu orde, dia juga salah satu dari raja iblis Dominic, keren kan" ucap Kay yang membanggakan orde. "Ketua, Itu bukan hal patut di banggakan" ucap orde.
"Ya.... orde kita bertemu lagi, bagaimana dengan yang lainnya....?" ucap Rei. "Ya.... yang lainnya baik baik saja" ucap orde. "Eh.... kalian sudah saling kenal....?" ucap Kay. "Ya.... aku dan Rei adalah salah satu dari raja iblis Dominic" ucap orde. "Eh.... kau juga salah satu dari raja iblis Dominic....? aku baru tau" ucap Kay. "Yang lebih mengejutkan adalah Rei sudah mengenal ketua" ucap orde.
"Ya.... kamu pertama kali bertemu di bar ini, kami berdua saat itu minum minum bersama" ucap Rei. "hahahaha.... benar, bagaimana kalau kita minum minum lagi....?" ucap Kay. "Maaf, kalau itu nanti saja, aku sekarang ada urusan jadi lain kali ya" ucap Rei. "Baiklah, aku akan menunggu" ucap Kay. "Yosh, manajer dimana aku bisa mendapatkan banyak botol bir....?" ucap Rei.
"Hmm..... kalau itu ada banyak toko yang menjualnya, tapi dari toko ke toko harganya beda" ucap pemilik bar. "Kalau begitu, sebutkan saja dimana saja" ucap Rei. "Di dekat sini ada satu harganya termurah, jadi aku merekomendasikan itu" ucap pemilik bar. "Ya... kalau begitu, terima kasih manajer" ucap Rei. "Ya.... sama sama, kapan kapan datang lagi" ucap pemilik bar.
"Ya..... kalau begitu sampai jumpa, manajer, Kay dan orde" ucap Rei yang sambil berjalan keluar dari bar dengan Yuna dan Nina. "Papa sekarang kita akan ke mana....?" ucap Nina. "Kita akan ke toko di sana dan setelah itu kita akan kembali" ucap Rei. "Eh.... kembali...." ucap Yuna. "Apakah kalian ingin pergi ke suatu tempat....?" ucap Rei. "Iya papa, aku ingin ke tempat makanan kemarin" ucap Yuna. "Baiklah kalau begitu, kita akan mampir ke tempat yang Yuna katakan" ucap Rei.
"Yuna dan Nina kalian sedang apa....?" ucap Rei yang melihat Yuna dan Nina sedang melihat lihat isi toko tersebut. "Papa.... di sini banyak sekali minumannya" ucap Nina. "Apakah Yuna dan Nina ingin membeli minuman....?" ucap Rei. "Apakah boleh papa....?" ucap Yuna. "Ya.... silahkan lihat, kalau ada yang kalian inginkan katakan saja" ucap Rei.
"Baik papa" ucap Yuna dan Nina. dan penjaga toko pun kembali dan membawakan dua kotak yang berisi dengan bir dan anggur. "Papa.... Yuna dan Nina ingin ini" ucap Yuna dan Nina yang memegang satu botol jus masing masing.
"Baiklah, dua kotak ini dan dua botol yang mereka bawa, berapa....?" ucap Rei.
"Hmm.... satu kotak bir dengan alkohol tinggi, dua koin emas dan untuk satu kotak anggur kualitas tinggi seharga dua koin emas, dan dua jus seharga, satu koin perak, semuanya empat koin emas dan satu koin perak" ucap penjaga toko tersebut. "Bagaimana kalau dengan empat koin emas...?" ucap Rei yang sedang menawar harga. "Tidak bisa, itu sudah harga terendah" ucap penjaga toko.
"Benarkah, satu kota bir ini hanya satu koin emas dan lima puluh koin perak, dan untuk anggur hanya satu koin emas dan delapan puluh koin perak, untuk satu jus hanya seharga dua puluh koin perunggu, apakah itu yang di sebut harga termurah....?" ucap Rei. "ba.... bagaimana kau tau....?" ucap penjaga toko. "Empat koin emas cukup kan" ucap Rei. "Baiklah" ucap penjaga toko.
"Yosh, kalau begitu ini" ucap Rei yang memberikan empat koin emas kepada penjaga toko tersebut. Dan Rei memasukkan dua kotak yang berisi bir dan anggur itu ke dalam Space dimension miliknya. "Yuna, Nina kita pergi" ucap Rei. kemudian Rei, Yuna dan Nina keluar dari toko tersebut. "Selamat jalan, silahkan datang lagi" ucap penjaga toko saat Rei keluar dari toko.
"Hmm.... kalau di lihat dia bukan orang yang bisa di tipu dengan mudah, awalnya aku mau memberikan harga lima koin emas, tapi apa boleh buat" ucap penjaga toko. Rei, Yuna dan Nina berjalan pergi ke sebuah tempat yang ingin di kunjungi Yuna dan Nina. mereka pun sampai di tempat itu, dan mereka membeli beberapa makanan.
Yuna dan Nina memakan makanan yang telah di beli sambil berjalan kembali ke Mansion. "Apakah sudah tidak ada tempat lagi....?" ucap Rei. "Ya.... papa, Sekarang kita pulang" ucap Yuna dan Nina."Ya..." ucap Rei. dan mereka pun berjalan langsung menuju ke Mansion.