
"Kalian juga bisa berkata terima kasih itu arti nya kalian itu orang baik'' ucap Rei yang tersenyum. "Saya boleh bertanya kepada anda selalu tersenyum.....?" ucap budak. "Memberikan ketenangan agar orang lain tidak stres" ucap Rei. "dan kalau selesai makan bisa beri tau aku nama kalian....?" ucap Rei.
Dan mereka pun memperkenalkan diri mereka sendiri. "Hmm.... tiga puluh orang, apa aku bisa mengingat semuanya" ucap Rei. "meski tidak mengingat juga tidak apa apa...." ucap Kimi yang juga mantan budak Duke. "Ya ... sebenarnya aku sudah mengingat nama kalian" ucap Rei. "Yang benar.....? tidak mungkin ada orang yang bisa dengan mudah mengingat nama orang" ucap Lila.
"Buktinya ada di depan mu" ucap Rei. "Sreet...." seseorang dari para budak menyembunyikan sebuah pisau. "Aku tidak akan pernah mempercayai orang lain....!!" ucap Fiora yang sambil berlari dengan membawa pisau. "Jlebb....." Rei dengan mudah tertusuk oleh pisau yang di bawa Fiora. "Aku tidak akan mempercayai orang lain, karena semua nya pasti akan melakukan hal yang sama" ucap Fiora.
"Buft..... Hahahaha..... Tidak mempercayai orang lain, sayang sekali aku bukan orang" ucap Rei. "Kenapa....? padahal sudah tepat di jantung" ucap Fiora yang terkejut melihat Rei yang masih hidup walaupun jantung nya tertusuk pisau. Rei pun mencabut pisau itu dan membuang nya. "Kalau ingin membunuh ku, hmm.... seperti nya sulit sih" ucap Rei.
"Siapa kau....?!! kenapa kau tidak mati" ucap Fiora. "Aku kan tadi bilang kalau aku bukan orang" ucap Rei. "Anda tidak apa apa tuan....?" ucap Elathan dan shadow demon yang sangat panik melihat Rei tertusuk pisau. "Kalian tida perlu khawatir aku mati, karena aku itu abadi" ucap Rei. "A.... abadi.....?!!! tidak mungkin ada yang abadi di dunia ini" ucap para mantan budak Duke.
"Kalian bebas berpikir seperti apa, dan aku akan menawarkan sesuatu kepada kalian, apakah kalian mau.....?" ucap Rei kepada para mantan budak Duke. "Sebuah tawaran.....? apa....?" ucap Mimi. "Pekerjaan....." ucap Rei. "Pekerjaan....? pekerjaan apa.....?" ucap Mimi. "Menjadi pelayan restoran dan juga koki restoran" ucap Rei. "Restoran.....? di mana ada restoran.....?" ucap Fay.
"Besok ada, lebih tepatnya di tempat ini" ucap Rei. "Di mansion ini.....? bukan kah ini mansion milik Duke.....?" ucap Fay. "mulai Sekarang tempat ini dan kota ini menjadi milik ku" ucap Rei. "Elathan shadow demon, Musnah kan sesuatu yang tidak perlu, aku akan mengambil dokumen" ucap Rei. Elathan dan shadow demon mencari alat penyiksaan dan sebagainya di berbagai kamar.
"Hey..... bagaimana kalau di simpan saja, siapa tau nanti bisa di gunakan" ucap shadow demon. "Apa kau ingin membantah perintah tuan.....?" ucap Elathan. "Tidak, aku akan memusnahkan apa yang sudah tidak bisa di gunakan, tapi akan ku simpan yang masih bisa digunakan" ucap shadow demon. "Bagaimana kalau tuan marah....?" ucap Elathan.
"Aku akan menerima semua hukuman, karena itu aku tidak akan menyesal" ucap shadow demon. mereka berdua pun menghancurkan hal yang sudah tidak berguna dan menyimpan yang masih bisa di pergunakan. Rei mengambil semua dokumen yang berhubungan dengan kota itu. "Yosh..... sudah semuanya, nanti akan ku kerjakan" ucap Rei dan ia keluar dari ruangan tersebut.
Rei pun kembali ke ruangan tempat para mantan budak Duke berkumpul. "Yosh..... Sekarang tinggal merubah tempat ini" ucap Rei. "Merubah....? apa maksud mu....?" ucap Lila. "Kalian semua keluar dulu, nanti baru tau" ucap Rei. Dan mereka pun keluar dari mansion Duke tersebut.
"Mulai sekarang kalian yang akan mengurus tempat ini" ucap Rei. "Eh.....? tapi kenapa, tadi kan aku mencoba membunuh mu" ucap Fiora. "Eh, aku kira tadi cuma main main" ucap Rei. "Main main.....? bagaimana kau bisa bicara seperti itu....?" ucap Fiora. "Aku sama sekali tidak merasakan aura membunuh mu" ucap Rei.
"Yang lebih penting, di lantai satu kalian akan bekerja sebagai pelayan restoran dan juga kalian yang menyiapkan makanan nya, di lantai dua tempat kalian tidur dan lain sebagainya" ucap Rei. "Hey nak.....!!!" ucap seseorang yang memanggil Rei dari kejauhan. "Ya....." ucap Rei yang sambil menoleh ke arah orang tersebut. Dan orang yang memanggil Rei itu berlari ke arah Rei.
"Ya, ternyata benar itu kau anak yang tadi....." ucap orang tersebut yang adalah naga penjual buah yang Rei borong semua buah yang dia jual. "Ah.... paman, apa paman tinggal di kota ini ternyata" ucap Rei. "Ya... tapi kenapa kau ada di sini....?" ucap orang tersebut. "Eh, ayah..... ayah....!!!" ucap Emy yang langsung menghampiri orang tersebut.
"Emy....? Emy......!!!" ucap orang tersebut, kemudian Emy dan ayahnya pun berpelukan. "Hmm.... seperti nya Emy di culik Duke dan tidak ada yang tau" batin Rei. "Anu.... maaf mengganggu reuni keluarga, apa paman itu ayahnya Emy.....?" ucap Rei. "Ya..... bagaimana kau kenal anakku Emy....?" ucap orang tersebut.
"Ayah, dia adalah yang menyelamatkan Emy" ucap Emy. "Apa....? kau yang menyelamatkan Emy....? bagaimana cara ku berterima kasih.....?" ucap orang itu. "Tidak perlu, aku akan bertanya kepada kalian, apa kalian ada yang masih punya keluarga.....?" ucap Rei. "Tidak ada, yang masih punya keluarga hanya Emy" ucap para mantan budak Duke.
"Ya... Emy sekarang kau bisa bertemu dengan ayahmu lagi, dan untuk yang lain kalian akan tinggal di mansion ini seperti yang aku katakan tadi" ucap Rei. "Emy kau juga bisa bekerja, tapi ya mulai besok akan ku ajarkan cara mengurus pekerjaan Restoran" ucap Rei. "Anu..... bagaimana kalau kau mampir dulu ke rumah kami, meski rumah kami biasa saja" ucap ayahnya Emy.
"Ya..... tapi kapan kapan saja, aku masih banyak urusan, besok atau lusa aku pasti akan mampir ke rumah paman" ucap Rei. "Oh ya sebelum pergi ini buat kalian" ucap Rei yang sambil memberikan dua kantong penuh dengan koin emas. dan juga memberikan satu kantong penuh koin emas kepada Emy dan ayahnya.
"Karena pekerjaan di sini selesai, aku pergi ya...." ucap Rei. Dan Rei pun membuat gerbang dimensi menuju ke mansion nya. setelah gerbang dimensi jadi Rei, Elathan dan shadow demon masuk dan mereka langsung berada di mansion. "Wah.... sekarang sudah lewat waktu makan siang dan sekarang baru sore hari" ucap Rei. dan gerbang dimensi pun menutup lalu menghilang.