Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.144 Kedatangan Cisa



Tak lama kemudian kereta kuda yang di naiki oleh Cisa itu berhenti di depan Mansion Rei. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun keluar untuk melihat siapa yang berhenti di depan Mansion. mereka masih belum tau kalau Cisa yang datang dengan kereta kuda tersebut. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun keluar.


Kereta kuda yang di naiki oleh Cisa itu berhenti dan Cisa pun keluar dari kereta kuda tersebut. "ci....Cisa.....!!!" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami yang terkejut melihat Cisa yang datang. "A...ada apa....?" ucap Cisa. "Inikan sudah hampir masuk malam hari kenapa kau menyempatkan diri untuk datang, ada baik nya kalau kau datang besok pagi" ucap Iseria.


"Tapi aku sudah datang Sekarang" ucap Cisa. "Kalau begitu langsung masuk saja, kita akan makan malam" ucap Rei yang membawa barang barang milik Cisa. "Rei.... aku bisa membawa barang bawaan ku sendiri" ucap Cisa. "Tidak perlu, kita masuk saja" ucap Rei. dan mereka pun masuk ke dalam mansion.


Rei menaruh barang bawaan Cisa di salah satu kamar mansion yang kosong, sedangkan Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun duduk di ruang makan. Dan tak lama mm mereka menunggu Rei pun datang ke ruang makan. Dan mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam mereka masih berada di ruang makan.


"Siapa yang akan membawa Cisa berkeliling mansion....?" ucap Rei. "Aku....." ucap Iseria. "Ya... lebih baik Iseria saja" ucap Cerise. Dan Cisa pergi dengan Iseria untuk berkeliling mansion itu. Iseria menunjukkan dan memberitahu tentang mansion yang ia ketahui. Dan untuk Rei ia berada di dalam kamarnya, dan juga Yuna, Nina, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami juga berada di kamar mereka masing masing.


"Hmm.... apa aku akan memulai perjalanan lagi ya....?" ucap Rei yang bingung akan melakukan apa di hari selanjutnya. Dan ia pun membuka peta yang ia punya.



"Pulau terdekat ada tiga.... tidak ada empat, land of beast, monster land, witch land, dan elf land" ucap Rei. "Kalau di lihat monster land itu seperti tempat para monster dan yang pasti tempat itu adalah tempat para monster dengan kecerdasan tinggi dari monster lain, dan untuk beast aku ingin melihat perempuan telinga kelinci" ucap Rei.


"Dan untuk witch land, pasti tempat para penyihir dan kalau aku ke sana dan menunjukkan energi sihir milikku pasti akan menggemparkan para penyihir di sana, dan untuk elf aku hanya bisa melihat dari komik dan Anime, tapi kalau menurut komik dan Anime itu benar para elf pasti sangat ganteng dan cantik, tapi aku juga belum tau sebelum melihat nya sendiri" ucap Rei.


"Dari pada memiliki itu sendiri, aku akan membicarakan ini dengan mereka" ucap Rei. Dan Rei pun menutup peta itu dan menyimpan nya. Iseria dan Cisa pun selesai berkeliling dan Iseria kembali ke kamar nya, sedangkan Cisa ia berada di kamar yang di berikan oleh Rei. "Wah... kamar ini Sangat Bagus sekali dan juga sangat bersih" ucap Cisa. Cisa sedang menata pakaian dan beberapa barang barang miliknya di kamar tersebut. "Seperti nya Rei itu sangat kaya dan kekayaan nya itu seperti bangsawan saja" ucap Cisa.


"Apakah benar kalau orang dengan nama Rei itu adalah dalang dari penyerangan dari para bajak laut....?" ucap salah satu orang yang seperti nya pembunuh bayaran. "Ya... tidak salah lagi, dia yang merencanakan hal itu'' ucap orang bangsawan itu. "Baiklah akan kami lakukan untuk membunuh orang bernama Rei itu besok malam" ucap kedua pembunuh bayaran itu.


"Ya.... dengan begini aku hanya akan menunggu hasilnya" ucap bangsawan itu yang kemudian pergi. "Apa tidak terlalu mahal untuk perintah membunuh orang....?" ucap salah satu pembunuh bayaran itu. "Tidak, karena orang itu ingin menghancurkan kerajaan ini jadi ini sebanding" ucap pembunuh bayaran yang satu nya. "Jadi besok malam kita bisa bekerja" ucap pembunuh bayaran itu.


"Ya....kita akan membunuh nya di tempat yang sudah di tetapkan" ucap pembunuh bayaran itu. "Ya.... kalau begitu sampai jumpa" ucap salah satu pembunuh bayaran yang beranjak pergi dari tempat itu. "Wah, lumayan hasil pekerjaan untuk besok, aku bisa memberi keluarga ku makan" ucap pembunuh bayaran yang masih berada di tempat itu. Kedua pembunuhan bayaran itu tida berasal dari demi-God land tapi dari tempat lain.


"Hehehehe.... dengan uang itu aku bisa memesan tempat VIP di tempat Succubus, dan aku bisa merasakan setiap inci dari tubuh para Succubus di sana" ucap pembunuh bayaran yang sedang berjalan ke penginapan yang ia sewa beberapa hari. Dan pembunuh bayaran adalah seorang iblis dan beast. Dan seorang bangsawan tadi yang memesan jasa pembunuh bayaran untuk membunuh Rei itu juga memiliki niatan jahat yang lain


"Hmm.... seperti nya Rei itu memiliki beberapa orang perempuan di mansion nya, dan aku akan menculik mereka dan aku akan memperkosa para perempuan di tempat itu, kalau tidak salah ada lima atau enam" ucap bangsawan itu. Dan kembali di mansion milik Rei, para pelayan sudah kembali ke asrama mereka.


Sedangkan, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa sudah tertidur di kamar mereka. Akan tetapi Rei masih terbangun dan ia sedang duduk di atas tempat tidur dan Rei sedang berpikir. "Hmm.... aku akan tidur saja" ucap Rei yang kemudian berbaring dan tidur. Di pagi hari nya, Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa sudah bangun.


Cisa sudah terbiasa bangun seperti yang lainnya karena di desanya Cisa selalu bangun pagi seperti itu dan ia langsung bekerja. Para pelayan yang sedang menyiapkan makanan di ruang makan pun sudah selesai. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, dan Cisa sudah mencuci muka dan menuju ke ruang makan.


Cisa hanya mengikuti dari belakang karena masih belum hafal tentang tempat tempat di mansion. Dan mereka pun berkumpul di ruang makan, setelah mereka terkumpul mereka pun sarapan pagi bersama, setelah sarapan Iseria berkata ke Rei.