
"Minta izin...? masuk saja tidak bisa bagaimana cara nya....?" ucap Rin. "Tidak ada yang mustahil untuk ku" ucap Rei. "Rei apa yang kamu rencanakan....?" ucap Iseria. "Mudah saja, kita tinggal menunggu orde atau angel yang lainnya ke sini" ucap Rei. "Eh.... apakah bisa begitu...?" ucap Sasaki. "Bisa, kita tunggu saja" ucap Rei.
Dan tak kama seorang angel menuju ke Mansion. dan angel itu adalah Kay yang penasaran karena ada pulau terbang selain pulau Atla. "Hoy.... Kay...." ucap Rei yang sambil melambaikan tangan. "Tap....." dan Kay pun mendarat di depqn mereka. "Eh....? Rei apakah ini kau yang membuat mansion ini terbang...?" ucap Kay.
"Ya.... kalau tidak terbang aku tidak akan pergi dari tempat ke tempat lain" ucap Rei. "Oh begitu kah, aku percaya kalau kau yang membuat mansion ini terbang" ucap Kay. "Kay, apakah kami boleh mampir ke pulau Atla....?" ucap Rei. "Boleh boleh saja, tapi kenapa kau bisa tau nama pulau nya....?" ucap Kay.
"Ya... di buku tertulis kalau pulau ittu bernama Atla" ucap Rei. "Aku tidak tau buku apa yang kau maksud, sekarang aku akan membuat jalan masuk ke pulau kau tinggal masuk Melawati lubang yang aku buat" ucap Kay. "Oke, silahkan mulai" ucap Rei. dan Kay menggunakan sihir untuk membuat sebuah lubang di Barier pulau Atla.
Dan setelah Kay membuat jalan untuk masuk ke dalam pulau Atla, mansion Rei pun masuk ke dalam jalan yang telah di buat Kay. Dan mereka pun berhasil masuk ke dalam pulau Atla. "Wah kita mendekati pulau Atla" ucap Rin. "Ya... kita juga akan berhenti di samping kota, apakah boleh Kay....?" ucap Rei. "Boleh saja, tapi kalian jangan menggangu angel lain" ucap kau.
"Kapan aku pernah mengganggu kalian, tidak perlu kalau aku ingat" ucap Rei. "Ya.... memang tidak pernah, tapi aku hanya mengingatkan" ucap Kay. "Ya.... terima kasih atas peringatan nya" ucap Rei. dan mansion itu pun berhenti di samping pulau Atla yang juga di samping mansion Rei berhenti terdapat satu satunya kota di pulau Atla. "Kita sudah sampai" ucap Rei.
"Tap.... tap..... tap...." dan mereka pun berjalan menuju ke kota Atla. "Rei tidak ikut....?" ucap Iseria. "Nanti aku akan menyusul"ucap Rei. "Baiklah kalau begitu, kami akan berkeliling dulu, nanti Rei menyusul" ucap Iseria. "Ya... tenang saja, nanti aku akan menyusul" ucap Rei. "Yuna dan Nina juga datang bersama papa" ucap Yuna dan Nina. "Yuna dan Nina tidak pergi lebih dulu...." ucap Rei. "Tidak, Yuna dan Nina akan bersama dengan papa" ucap Yuna dan Nina.
"Hahahah..... kalian mengingatkan ku saat Frey masih kecil dan selalu menggandeng ku kemana pun" ucap Kay. Rei, Yuna dan Nina pun masuk ke dalam mansion, Rei memanggil semua pelayan dan semua pelayan berada di depan Rei. "Ada apa tuan....?" ucap Luna. "Kalian juga boleh berkeliling, karena jarang jarang kita bisa ke bisa ke kota terbang" ucap Rei.
"Terima kasih atas kemurahan anda tuan" ucap Vivi. "Tidak perlu, ini juga termasuk tugas ku, karena kalian juga harus memiliki hari bersantai" ucap Rei. "Baik tuan" ucap para pelayan. "Jadi aku akan pergi, kalian juga pergi dan berkeliling" ucap Rei. "Baik, tuan" ucap para pelayan. Rei beserta Yuna dan Nina pun keluar dari Mansion dan menuju ke kota.
Dan mereka pun berjalan Jalan, tak lama mereka pun bertemu dengan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin di jalan. "Apakah kalian sudah beli sesuatu....?" ucap Rei. "Masih belum" ucap Iseria. "Kalian bisa beli dan nanti beberapa kita bisa kasih kepada orang lain, seperti keluarga atau saudara, sebagai oleh oleh dari sini" ucap Rei.
"Ya.... ayo Rei kita ke sana, di sana seperti nya toko cinderamata" ucap Iseria dan Rin. "Ya... kita akan ke sana" ucap Rei. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin pun masuk ke toko cinderamata mata tersebut. di toko itu menjual beberapa aksesoris yang sangat bagus dan juga bahan yang di gunakan adalah bahan yang sangat Bagus. Di toko itu terdapat cincin, kalung dan lainnya.
"Kalau ada yang kalian inginkan jangan sungkan, bilang saja" ucap Rei. "Benarkah....? apakah boleh....?" ucap Cisa. "Ya.... silahkan saja kalian minta yang mana" ucap Rei. dan mereka pun melihat lihat aksesoris yang ada di sana. "Papa.... coba lihat" ucap Yuna dan Nina. "Apa Yuna, Nina....?" ucap Rei yang berjalan ke arah mereka berdua.
"Papa coba lihat ini" ucap Yuna dan Nina yang menunjuk sebuah cincin. "Kenapa dengan cincin itu....? apakah kalian ingin cincin itu....?" ucap Rei. "Tidak, kalau di pakai papa pasti sangat cocok" ucap Yuna dan Nina. "Benarkah, kalau begitu nanti aku akan beli, apakah Yuna dan Nina ingin beli di sini....?" ucap Rei.
"Masih belum papa" ucap Yuna dan Nina. "Kalau begitu kalian cari, kalau ketemu kalian Panggil aku ya" ucap Rei. "Baik papa...." ucap Yuna dan Nina yang pergi untuk melihat aksesoris lainnya. "Pak aku ingin membeli yang ini, nanti akan aku bayar bersama dengan yang mereka pilih" ucap Rei. "Baiklah, apakah kalian tamu dari pemimpin....?" ucap penjaga toko.
"Pemimpin.....? Kay yang kau maksud....?" ucap Rei. "Kalau sudah memanggil nama panggilan berarti kalian sudah dekat dengan pemimpin, berarti mereka benar benar tamu pemimpin" ucap penjaga toko. "Ya ..... semacam itu, aku dan Kay sudah lumayan dekat" ucap Rei. "Kalau kalian dekat dengan pemimpin, akan aku beri diskon setengah harga" ucap penjaga toko.
"Bukankah tidak terlalu murah....?" ucap Rei. "Tidak, setengah harga sudah sangat cukup untuk berang yang di jual di sini" ucap penjaga toko. "Ya.... terima kasih" ucap Rei. dan mereka pun selesai memilih aksesoris dan semuanya pun di jumlah. "Jadi semuanya, sepuluh koin emas" ucap penjaga toko. "Baiklah, sepuluh koin emas" ucap Rei yang sambil memberikan sepuluh koin emas kepada penjaga toko.
Dan setelah membeli semua, mereka pun keluar dari toko itu. di depan toko terdapat Kay yang entah mengapa dia ada di sana. "Kay kenapa kau ada di sini....?" ucap rei.