
Karena hampir semuanya sudah pergi dan di sana hanya ada Rei dan Carl. Rei menyelesaikan berbagai dokumen sekaligus. "Rei.... apakah ada yang bisa aku bantu....?" ucap Carl. "Ya... kau tangani yang di sana" ucap Rei. "Ya...." ucap Carl. Dan Rei mengerjakan dokumen itu sampai sampai sore hari.
"Carl kau bisa pergi untuk makan malam...." ucap Rei. "Bagaimana Dengan Rei....?" ucap Carl. "Tenang saja aku nanti juga makan malam" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu aku akan pergi...." ucap Carl yang kemudian meninggalkan ruangan itu. Carl pergi untuk makan malam.
Sementara itu Rei kembali ke Mansion menggunakan sihir teleportasi. "Selamat datang....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia yang menyambut Rei datang. "Selamat datang papa...." ucap Yuna dan Nina. "Ya...." ucap Rei. Para pelayan sedang menyiapkan makanan untuk makan malam. Mereka pun berkumpul di ruang makan.
Mereka duduk sambil menunggu makanan siap. Tak lama mereka menunggu makanan pun telah di siapkan. Dan mereka makan malam bersama, setelah makan malam Rei berniat untuk kembali ke kastil untuk menyelesaikan masalah kemiskinan di beberapa daerah. "Papa.... apakah papa mau pergi.....?" ucap Yuna dan Nina.
"Ya.... kalian di sini, sekarang sudah malam, kalian tidur saja" ucap Rei. "Tidak.... Yuna dan Nina mau ikut papa...." ucap Yuna dan Nina. "Kalian di sini tidur, jadilah anak baik, besok aku akan melakukan apapun yang Yuna dan Nina inginkan besok.... bagaimana......?" ucap Rei. "Apapun.....?" ucap Yuna dan Nina.
"Ya.... apapun itu yang kalian minta....." ucap rei. "Ya..... kalau begitu Yuna dan Nina akan tidur....." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... kalau begitu aku pergi...." ucap rei. "Hati hati di jalan tuan....." ucap para pelayan. "Hati hati di jalan...." ucap Iseria, Cerise,, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Ya....." ucap Rei.
Dan Rei pun langsung berteleport ke dalam ruangan di kastil kerajaan penyihir. Di dalam ruangan itu hanya ada Rei yang baru datang. "Yosh.... Sekarang waktunya aku menyelesaikan nya....." ucap Rei. Dan Rei pun mengerjakan dokumen dengan sangat fokus. Ia sangat cepat dalam menyelesaikan berbagai dokumen.
Dan tak lama, Carl pun masuk ke dalam. "Rei....?!" ucap Carl. "Ya.... ada apa....? apakah ada yang salah....?" ucap Rei yang sambil mengerjakan dokumen. "Tidak ada, tapi kenapa kamu ada di sini....?" ucap Carl. "Masih ada dokumen yang harus di kerjakan" ucap Rei. "Tapi aku sekarang sudah bisa menyelesaikan nya sendiri...." ucap Carl.
"Tidak, ada beberapa masalah yang sangat serius yang bahkan kau sulit kerjakan" ucap Rei. "Ya.... kalau aku akan mengerjakan yang ini...." ucap Carl. Dan mereka berdua pun mengerjakan dokumen yang ada di sana. Beberapa jam berlalu, Carl sedikit kelelahan dan istirahat sebentar. "Wah.... hebat sekali..... Rei sangat fokus dan juga terlihat keren" batin Carl.
"Oh ya.... Carl, bukankah tugas ini bisa di selesaikan oleh para menteri atau petinggi kerajaan....?" ucap Rei. "Ya.... kalau itu, di kerajaan ini sedikit berbeda....." ucap Carl. "Oh.... aku sedikit mengerti apa yang kau maksud, tapi tugas seperti ini bukankah sangat sulit untuk mu....." ucap Rei. "Ya...." ucap Carl.
"Kalau di lihat kau seumur dengan Iseria atau yang lainnya...." ucap Rei. "Sepertinya iya...." ucap Carl. "Kalau orang yang seumuran mu di tempat lain itu masih menikmati kebebasan mereka, tapi aku salut dengan mu Carl...." ucap Rei. "Salut.....? Aku tidak seperti itu, aku hanya melaksanakan tugas yang di berikan kepada ku...." ucap Carl.
Setelah itu Rei menggunakan juba itu sebagai selimut dan menyelimuti tubuh Carl. "Yosh.... aku akan pergi sekarang...." ucap Rei. Dan Rei pun berteleport ke Mansion. Hari sudah tengah malam. Rei yang berteleport ke mansion berada di depan kamarnya. "Whoaam..... sebaiknya aku tidur....." ucap Rei. Dan Rei pun masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamarnya Rei langsung berbaring di atas tempat tidur dan ia langsung tidur dengan lelap. Di pagi harinya Rei terbangun, Setelah bangun Rei langsung keluar dari kamar nya dan bergegas mencuci muka. Setelah ia mencuci muka Rei pergi ke ruang makan. Di ruang makan para pelayan sedang menyiapkan makanan.
Rei pun duduk dan menunggu makanan siap. Tak lama kemudian, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia datang ke ruang makan. "Selamat pagi....." ucap Rei. "Papa....." ucap Yuna dan Nina yang langsung menghampiri Rei. "Huph....." Yuna dan Nina langsung memeluk Rei. "Selamat pagi, papa...." ucap Yuna dan Nina.
"Selamat pagi, Rei....." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Selamat pagi, Danna...." ucap Shiko. "Selamat pagi, Sayang....." ucap Asami. "Selamat pagi, darling......" ucap Alencia. "Yuna Nina bisakah kalian lepas.....?" ucap Rei. "Tidak mau....." ucap Yuna. "Eh....?! kenapa....?" ucap Rei.
"Karena Yuna dan Nina akan terus bersama papa seharian......" ucap Yuna dan Nina. "Bukankah aku ada bersama Yuna dan Nina....?" ucap Rei. "Kemarin papa tidak bersama Yuna dan Nina......" ucap Yuna. "Kalau begitu, lepaskan tangan kalian dan duduk di sini...." ucap Rei. Yuna dan Nina pun melepaskannya tangannya dan kemudian duduk di pangkuan Rei.
Tak lama makanan pun siap, dan mereka pun sarapan pagi bersama. Tak lama setelah mereka selesai sarapan, Rei duduk di ruang tengah sambil minum teh dengan Yuna dan Nina di pangkuannya. "Hah.... adik kakak ini tidak mau jauh dariku hari ini" ucap Rei. "Karena papa kemarin bilang kalau kita bole meminta apapun" ucap Yuna dan Nina.
Kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia datang di ruang tengah, mereka ikut duduk. Dan Luna datang ke ruang tengah dengan membawakan teh untuk Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. Setelah luna membawakan teh itu, ia langsung pergi.
Yuna dan Nina yang berada di pangkuan Rei itu pun tertidur dengan bersandar si dada Rei. "Eh..... mereka tertidur...." ucap Rei. "Sepertinya mereka tidak tidur nyenyak tadi malam" ucap Iseria. "Ya.... sepertinya begitu....." ucap Rei. "Mereka berdua saat tidur sangat manis....." ucap Alencia. "Aku akan membawa mereka ke kamar mereka" ucap Rei. "Ya...." ucap Iseria. Dan Rei langsung berteleport ke dalam kamar Yuna dan Nina.