
Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari Mansion dan menuju ke desa elf. Beberapa saat mereka pun sampai di depan desa tempat Anasta dan Viora. "Hmm.... kenapa di sini terlihat seperti sangat sepi......?" ucap Rei. "Ya.... sepi sekali tidak ada orang yang melakukan pekerjaan seperti biasa" ucap Yuna.
"Ya.... kata Yuna benar papa" ucap Nina. "Ya.... sepertinya begitu, kalau begitu kita ke rumah Viora" ucap Rei. Dan mereka pun berjalan menuju ke rumah Anasta. Setelah mereka sampai di depan rumah Anasta, Rei mengetuk pintu rumahnya. "Permisi...... apakah ada orang.....?" ucap Rei. Dan pintu pun di buka oleh Viora.
"Viora, apakah kau tau kenapa di sini sangat sepi.....?" ucap Rei. "Karena kami sedang berdiskusi" ucap Viora. "Tentang apa....?" ucap Rei. "Kalau begitu masuklah, nanti kamu juga tau" ucap Viora. Dan mereka pun masuk kedalam rumah, dan setelah masuk Viora mengantarkan Rei, Yuna dan Nina ke tempat para elf berdiskusi.
"Ya.... senang bertemu dengan kalian" ucap rei yang baru masuk ruangan. "Senang juga bertemu dengan anda" ucap Anasta. "Ada apa....? apa yang terjadi.....?" ucap Rei. "Ada kabar kalau sekelompok bukan, tapi aliansi para monster yang kemungkinan besar akan menuju ke hutan ini" ucap Anasta. "Aliansi monster kah....? dan dari mana kabar ini berasal....?" ucap Rei. "Dari desa sebelah yang sering mengintai area sekitar" ucap Anasta.
"Hmm.... sepertinya ini menjadi masalah yang besar, aku tidak bisa menyuruh Elathan atau shadow demon untuk mengintai, apa sebaiknya aku pergi ke sana.....? tunggu dulu sepertinya aku punya sihir yang bisa mendeteksi berapa banyak dan setelah mengetahui berapa banyak yang ada aku bisa membuat rencana untuk mengalahkan aliansi itu" batin Rei.
"Yosh, aku akan mencobanya" ucap Rei. "Mencoba apa.....? apa yang akan anda lakukan....?" ucap Anasta. "Sihir angin: Wind Detector" Rei menggunakan sihir udara dan mencari tau ada berapa banyak musuh yang di hadapi. Dan Rei pun mengetahui berapa banyak musuh yang harus di hadapi. "Sihir apa yang anda gunakan barusan....?" ucap Anasta.
"Sihir untuk mengetahui berapa banyak monster dengan menggunakan angin" ucap Rei. "Dan ada berapa banyak monster yang di hadapi....?" ucap Viora. "Ada sekitar seratus ribu, terdiri dari goblin, orc dan monster yang berkaki empat" ucap Rei. "Seratus ribu.....?!" ucap semua orang yang ada di ruangan kecuali Viora. Yuna dan Nina menutup telinga mereka saat semua orang berteriak.
"Ada apa....? bukankah itu sudah biasa kalau dalam aliansi....?" ucap rei. "Tapi seratus ribu itu bukan jumlah yang sedikit, bahkan kita juga tidak bisa memastikan kalau kita akan menang" ucap Anasta. "Itu hanya hanya goblin bukankah mudah....? makhluk yang lemah seperti itu aku bisa menghadapi dengan mudah" ucap Viora. "Tapi Viora kau tidak mengetahui seberapa bahayanya" ucap Anasta. "Ya... terserah ayah, aku akan pergi...." ucap Viora yang kemudian keluar dari ruangan tersebut.
"Ah.... kenapa menjadi semakin ribet.....?" ucap Rei. "Maaf, di saat seperti ini dia bersikap sangat egois" ucap Anasta. "Tidak perlu, hampir di sini semua bisa menggunakan senjata kan.....?" ucap rei. "Ya.... kami juga bisa menggunakan senjata, kalau begitu yang bisa menggunakan senjata busur bantu dari jarak jauh" ucap Rei.
Rei pun keluar dari ruangan tersebut bersama Yuna dan Nina. "Papa..... apakah akan baik baik saja....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya... tentu saja Yuna dan Nina tidak perlu khawatir" ucap Rei. "Ya.... Yuna dan Nina percaya kepada papa" ucap Yuna dan Nina. Dan mereka pun berjalan menuju ke mansion. "Hmm... sepertinya Viora akan melakukan serangan sendiri, kalau aku sekarang menemui dia, pasti akan menjadi lebih rumit" batin Rei.
Dan tak lama Rei, Yuna dan Nina pun sampai di mansion. "Rei..... ada apa....? sepertinya ada hal yang terjadi, apa yang terjadi.....?" ucap Iseria. "Sebenarnya aku tidak ingin mengatakan ini kepada kalian, tapi kau sudah tau jadi akan aku katakan" ucap Rei. "Apa....? ada apa....?" ucap Sasaki. kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun mendekat ke arah Rei.
"Yah.... ada sebuah masalah" ucap Rei. "Masalah....? seperti apa....?" ucap Sasaki. "Ada aliansi monster yang sepertinya akan menuju ke desa elf" ucap Rei. "Kalau begitu aku akan ikut menyerang" ucap Sasaki. "Tidak, aku tidak akan mengijinkan kalian pergi" ucap Rei. "Ya... kalau begitu aku akan menggunakan permintaan untuk ikut serta" ucap Sasaki. "jadi kau menggunakan permintaan mu untuk ikut....?" ucap Rei.
"Ya.... dengan begitu bisa kan.....?" ucap Sasaki. "Meski kau menggunakan aku tidak akan mengijinkan" ucap Rei. "Aku juga menggunakan permintaan ku sama seperti Sasaki" ucap Asami. "Aku juga sama" ucap Alencia, Rin dan Cerise. "Sekarang sudah lebih dari satu tidak mungkin Rei tidak menuruti kan.....?" ucap Sasaki. "Ya.... baiklah, kalian bisa ikut dan untuk yang lainnya nanti tolong jaga Yuna dan Nina" ucap Rei.
"Ya.... aku akan menjaga Yuna dan Nina" ucap Cisa. "Hanya Cisa......? dan yang lainnya ingin ikut....?" ucap Rei. "Ya.... tentu saja kami ikut melawan monster" ucap Sasaki, Asami dan Alencia. "Ya.... baiklah, tapi jangan memaksakan diri" ucap Rei. "Ya ... baiklah Rei jangan khawatir" ucap Sasaki. "Ya.... untuk sekarang kalian bersiap siaplah" ucap Rei. "Ya.... Baiklah" ucap mereka yang kemudian berjalan menuju ke kamar mereka masing masing.
"Rei.... apakah tidak apa apa....?" ucap Cisa. "Tidak apa apa, tujuan mereka hanya untuk menyelamatkan Viora" ucap Rei. "Viora.....? ada apa dengan Viora....?" ucap Cisa. "Sepertinya dia akan melakukan serangan sendirian" ucap Rei. "Eh.....? serangan sendiri.....? tapi kenapa....?" ucap Cisa. "Ya.... kalau masalah kenapa aku tidak tau, terakhir dia bilang akan mengalahkan monster sendiri" ucap Rei. "Ya.... baiklah kalau begitu" ucap Cisa.
Tak lama Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Rin, Alencia dan Carl menuju ke tempat rei dan mereka sudah siap. "Rei.... sekarang kita pergi" ucap Sasaki yang penuh semangat. "Ya.... dan sebelum pergi aku akan katakan tujuan kalian untuk menyelamatkan Viora" ucap Rei. "Viora....?!" ucap mereka. "Ya.... sepertinya Viora menyerang monster sendirian dan kalian bantu dia, saat aku siap kalian masuk ke dalam hutan" ucap Rei. "Ya.... baiklah" ucap mereka.