
Beberapa saat pun berlalu, dan rei pun berdiri dari tempat duduk. "Aku akan pergi" ucap Rei yang sambil meletakkan satu koin emas di atas meja.
"Eh....? sudah mau pergi.....? tidakkah kau masih bisa berada di sini sebentar....?" ucap Shun. "Maaf, ini sudah waktunya aku pergi dan masih banyak lagi hal yang perlu dilakukan, dan kalau ada waktu aku akan ke sini" ucap Rei yang kemudian keluar dari bar tersebut. Rei yang sudah keluar dari bar pun langsung berteleport ke kamarnya.
"Uh.... Akhirnya sampai juga....." ucap Rei yang berada di dalam kamarnya. Rei pun kemudian melihat ke arah jendela. "Hmm.... kurang sekitar setengah jam, aku harus cepat" ucap Rei yang kemudian bergegas pergi ke pemandian. Rei melihat di mansion miliknya sangat sepi. "Hmm..... sepertinya mereka sudah pergi dan para pelayan sedang istirahat, baguslah" ucap Rei yang kemudian mandi dan berganti baju.
Ia mengenakan jas hitam dan ia berniat untuk pergi ke kediaman Kuro. "Zing......" Rei langsung berteleport ke dapur kediaman Kuro. "Uh.... sepertinya aku sedikit salah tempat untuk berteleport" ucap Rei. Dan beberapa saat kemudian Kuro berjalan ke dapur dan melihat Rei. "Yo.... Kuro, bertemu lagi....." ucap Rei. "Ya.... Rei.... kebetulan aku mau mencari dirimu" ucap Kuro yang sudah berganti pakaian.
"Ada apa....? katakan saja" ucap Rei. "Ya..... kalau tidak salah kau tadi membuat roti yang di hiasi sangat bagus dan sangat besar" ucap Kuro. Rei tadi membuat sebuah kue tart yang memiliki tinggi setengah meter dan cukup besar. "Ya.... memangnya ada apa....?" ucap Rei. "Ya.... apakah itu juga si makan....? atau hanya di buat sebagai hiasan....?" ucap Kuro.
"Kalau di biarkan itu bisa membusuk dan kemudian di buang, dan saat ada makanan di buang itu akan membuat perasaan pembuatnya sakit, apakah itu yang kau inginkan" ucap Rei. "Ti.... tidak, tentu saja tidak aku tidak ingin menyakiti perasaanmu, tapi bagaimana memotongnya.....?" ucap Kuro.
"Dengan pedang......" ucap Rei. "Eh,.....?! pedang.....? apakah kau yakin dengan pedang yang di gunakan untuk itu.....?" ucap Kuro. "Ya.... tapi yang ku maksud bukan pedang yang biasa itu, tapi pedang yang ku maksud pedang yang khusus untuk memotong kue" ucap Rei. "Apakah ada.....? aku belum pernah melihatnya" ucap Kuro.
"Ya..... kalau tidak membuatnya sendiri tidak akan ada" ucap Rei. "Lah.....? terus bagaimana.....? apakah tidak bisa di potong....?" ucap Kuro. "Sudah, tenang lah kau ini" ucap Rei yang sambil mengeluarkan sebuah pedang panjang dan mata pedangnya bergerigi. "Apa itu.....? apakah pedang itu yang kau maksud....?" ucap Kuro. "Ya.... gunakan ini" ucap Rei yang sambil memasukkan pedang itu ke dalam sarung pedangnya.
"Terima kasih, Rei tapi ini akan di taruh di mana.....?" ucap Kuro. "Taruh saja di samping kue, nanti aku yang akan memotong kue nya" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu aku akan pergi, dan kau juga pergilah ke pesta" ucap Kuro. "Ya.... tentu saja, kenapa aku ke sini kalau tidak untuk itu....?" ucap Rei. Dan Rei pun menuju ke tempat pesta.
Di tempat pesta, banyak orang yang di undang dalam pesta. "Papa ....." ucap Yuna dan Nina yang sambil berlari ke arah Rei. "Hup...." Yuna dan Nina langsung memeluk Rei. "Ya.... Yuna, Nina.... apakah sudah dari lama....?" ucap Rei. "Tidak, kami baru datang, tidak terlalu lama" ucap Iseria. "Hmm.... begitukah, apakah kalian tidak makan sesuatu....?" ucap Rei. "Sudah beberapa tadi papa...." ucap Yuna dan Nina.
"Uh.... kenapa kata katanya seperti kurang cocok dengan keadaan dirinya" batin Rei. "Ada apa papa.....? apakah papa tidak enak badan....?" ucap Yuna dan Nina melihat Rei sedang mengkerut. "Tidak apa apa, kalian berdua tidak perlu khawatir" ucap Rei yang mengembalikan raut wajahnya.
"Dan kita rayakan hari yang membahagiakan ini, dan juga agar hubungan kami langgeng...." ucap Kuro yang sambil mengangkat gelasnya ke atas. Para tamu pun mengambil gelas yang berisi minuman dan mengangkatnya ke atas. "Untuk kebahagiaan kami dan kalian semua, bersulang" ucap Kuro yang kemudian meminum minuman yang ada di gelasnya.
Letica dan para tamu pun ikut meminum minuman mereka. "Dan Sekarang waktunya pemotongan kue" ucap Kuro yang kemudian Durin membawakan kue tart dengan menggunakan sebuah gerobak. "Baiklah, saudara Rei, silahkan potong kue nya" ucap Kuro. "Ya.... baiklah" ucap Rei yang kemudian berjalan ke arah kue tart itu.
Rei yang sudah berada di depan kue itu pun mengambil sebuah pedang yang di gunakan untuk memotong kue yang berada di samping kue tersebut. "Sriing....." Rei mengeluarkan pedang itu dari sarung pedangnya. "Hah...?!" para tamu pun terkejut, ada beberapa yang ketakutan dan ada yang waspada saat melihat Rei mengeluarkan pedang itu.
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan suatu hal yang tidak berguna" ucap Rei. "Ya.... para tamu sekalian, saya harap anda tenang, karena Rei adalah kenalan dan teman dekat saya" ucap Kuro. Setelah mendengar itu, para tamu pun akhirnya tenang. Rei pun kemudian memotong kue itu, ia memberikan dua potong kue ke Kuro dan Letica.
"Baiklah, Kuro dan Letica kalian lakukan" ucap Rei. "Ah.... baiklah...." ucap Kuro. Kemudian Kuro dan Letica saling menyuapi satu potongan kue yang ia dapat itu. "Plok.... plok... plok.... plok....." para tamu yang ada di sana memberikan tepuk tangan kepada Kuro dan Letica. Rei pun kemudian memotong kue dan membagikan ke para tamu secara merata.
Setelah itu para tamu mencoba kue tart itu. Dan reaksi dari para tamu terlihat dari muka mereka yang sangat menikmati kue yang mereka dapat. "Papa....." ucap Yuna dan Nina yang sambil membawa kue yang masih belum di makan. "Ada apa....? apakah kalian tidak ingin makan kue nya....?" ucap Rei. "Tidak, kami juga akan makan tapi bukalah mulut papa" ucap Yuna dan Nina.
"Untuk apa.....?" ucap Rei yang sedikit bingung dengan apa yang di inginkan oleh Yuna dan Nina. "Papa....ah...." ucap Yuna dan Nina sambil menyodorkan satu suapan kue. "Ya.... kalau begitu aku akan makan, nyam...." ucap Rei yang kemudian makan satu suapan dari Yuna dan satu lagi dari Nina. "Rei..... Danna.... darling.... sayang......" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Viora yang sambil berjalan ke arah Rei.