
Serangan milik Elathan tidak berguna menghadapi monster tersebut. "Tidak mungkin, bagaimana bisa di menangkis serangan ku....?". ucap Elathan. "Sekali lagi....!!" ucap Elathan. "Sringgg......" monster tersebut menebas kan pedang nya ke arah Elathan. "Cruatt....." Elathan terkena serangan tersebut beruntung nya ia menghindar ke belakang.
Serangan monster tersebut tak terlalu berdampak pada Elathan. Rei merasakan ada seseorang yang bertarung di belakang nya, ia pun langsung berbalik arah. "Saya akan melindungi nona Iseria dan nona Cerise" ucap Elathan. Monster tersebut bersiap melesat kan Serangan.
"Sudah tamat kau Iblis" ucap monster tersebut. "Weapon master\= Far Sword" seketika di belakang Rei keluar sebuah pedang dan pedang itu melesat ke arah monster tersebut. "Jlebb....." pedang yang di Lesatkan Rei langsung menusuk jantung monster tersebut.
"Bruaakk...." monster tersebut pun jatuh. "Tap....." Rei turun dan menginjak tanah, "Syukur lah tepat waktu" ucap Rei. Rei pun berjalan dan mengambil pedang yang tertancap pada monster tersebut.
"Maaf tuan" ucap Elathan, "Ya, tidak apa ap..." ucap Rei terputus dan monster yang tadinya terkapar sekarang sedang menusuk jantung Rei dari belakang. "Caught....." Rei memuntahkan dara dari mulut nya. "Oku no kami no me, aku menolak" ucap Rei. dan mata kiri Rei mengaktifkan mata Aku no kami no me.
Setelah itu tiba tiba Rei dan monster tersebut berpindah satu sama lain. Rei menusuk jantung monster tersebut. "bagaimana..... mana bisa....?" ucap Monster tersebut. "Mana Zone\= Eternity" seketika sekilas terlihat ada jubah transparan di pakai Rei.
Dan monster tersebut langsung berpindah ke belakang Rei. "Oh begitu kau mengorbankan satu tangan agar bisa tetap hidup" ucap Rei. karena setiap monster tersebut mati dan bangkit kembali tangan di belakang monster tersebut menghilang satu per satu.
Rei pun mengambil pedang tersebut dan setelah Rei mengambil pedang tersebut, pedang itu langsung menghilang. "Tuan....." ucap Elathan. "Sekarang kita kembali....." ucap Rei. Kemudian Rei membuat gerbang dimensi menuju ke mansion. mereka semua memasuki gerbang Dimensi dan langsung berada di dalam mansion.
"Aku mau istirahat sebentar......" ucap Rei, kemudian ia berjalan memasuki mansion. "Apa Rei sedang marah kepada kita.....?" ucap Iseria. "Kalau begitu kita harus apa.....? apa sebaiknya kita tanya ke Rei.....?" ucap Cerise. "Ide yang bagus Cerise, aku dan Cerise akan bertanya kepada Rei" ucap Iseria.
Iseria dan Cerise pun memasuki mansion. "Aku harus bisa bertambah kuat" ucap Elathan. Elathan pun pergi kembali ke Dungeon tersembunyi di lantai 20. Rei yang memasuki mansion pergi ke pemanggilan itu meringankan beban yang ia miliki.
"Hah.....kalau lelah memang enak kalau berada di dalam air panas" ucap Rei. "Rei.... apa bisa bicara....?" ucap Iseria dari balik pintu. "Ya, silahkan bicara...." ucap Rei. "Apa Rei marah kepada kami.....?" ucap Iseria. "Tidak, hanya saja ada beberapa hal yang membuatku terpikirkan" ucap Rei.
Kemudian Iseria dan Cerise memasuki pintu dan menceburkan diri ke dalam air panas. "Tu... tunggu apa yang kalian lakukan....!?!" ucap Rei. Iseria dan Cerise memeluk Rei. "Rei katakan saja apa yang membuat mu sedikit murung" ucap Iseria dan Cerise.