
"Ya.... ini diriku Rei yang kau kenal, tapi ada apa kau mencari ku sampai segitunya Kuro.....?" ucap Rei. "Ya.... karena aku akan mengatakan dan mengadakan sesuatu yang akan mengubah hidupku" ucap Kuro sambil berjalan mendekat ke tempat Rei. "Ya.... langsung katakan saja, jangan berbelit belit" ucap Rei.
"Ya.... aku akan menikah dengan tunangan ku" ucap Kuro. "Hahahaha..... sudah lama tak bertemu dan sekali bertemu kau ingin menikah, dan untuk apa kau mencari ku.....? apakah hanya untuk itu....?" ucap Rei. "Tidak, tidak hanya itu, aku ingin kau membantuku untuk menyiapkan pestanya" ucap Kuro.
"Kau ingin membuat temanmu ini menjadi bagian cuci piring dan sebagainya....?" ucap Rei. "Tidak, aku tidak akan melakukan hal itu, karena saat perta di kastil kerajaan, aku mendengar kalau yang menyiapkan makanan itu kau Rei, jadi aku ingin kau membantuku untuk membuatkan makanan untuk pesta di pernikahan ku" ucap Kuro.
"Ya.... tidak masalah, aku juga tidak terlalu banyak pekerjaan dan juga aku bisa sedikit beristirahat" ucap Rei. "Ya.... terima kasih banyak Rei..... aku tidak tau bagaimana caraku untuk berterima kasih" ucap kuro. "Tidak perlu begitu, kau hanya perlu menyiapkan bahan yang akan di gunakan, dan kanapa kau akan menikah....?" ucap Rei.
"Hmm.... seminggu lagi, dan berapa banyak yang akan di gunakan.....?" ucap Kuro. "Tidak terlalu banyak, tapi aku juga belum tau seperti apa saja yang akan kau inginkan" ucap Rei. "Baiklah, kapan kapan kau bisa ke tempatku dan kita akan membicarakan dengannya" ucap Kuro. "Baiklah, kapan kapan aku akan ke sana" ucap Rei. "Yosh.... terima kasih banyak, dan aku pamit dulu" ucap Kuto yang kemudian berjalan keluar dari kafe.
"Ya... hati hati di jalan" ucap Rei dan Kuro pun keluar dari kafe tersebut. "Manager, anda sepertinya sangat dekat dengan dia" ucap pemilik panti. "Ya..... dia orang ku temui dan hampir mati di hutan, padahal dia seorang bangsawan dia bisa duduk di rumah dengan tenang tapi dia lebih suka melakukan hal yang di inginkan, atau dia selalu melakukan hal dengan mengikuti kata hatinya" ucap Rei.
"Bangsawan.....? berarti dia tadi bangsawan.....? tapi kenapa anda bicara dengannya dengan kata kata biasa.....?" ucap pemilik panti. "Hmm.... dia hampir sama seperti ku, tidak suka berbicara dengan formal" ucap Rei. "Ya.... benar sekali, di tempatku Rei di anggap sebagai orang yang sangat penting tapi dia tidak suka kalau di panggil dengan sebutan seperti tuan atau sebagiannya oleh sebagian orang" ucap Viora.
"Ya.... aku merasa tidak enak kalau di panggil seperti itu, dan juga kadang aku terpaksa membiarkan orang memanggil seperti tuan atau apapun itu" ucap Rei. "Bukankah kamu memiliki alasan kenapa kamu seperti itu...?" ucap Iseria. "Hmm.... Ya bukankah tadi aku mengatakannya.....?" ucap Rei. Dan Rei pun meminum habis kopinya.
"Yuna Nina, apakah minuman kalian sudah habis....?" ucap Rei. "Sudah papa, memangnya ada apa papa.....?" ucap Yuna dan Nina. "Aku akan pergi keluar dan sedikit berkeliling sebentar" ucap Rei. "Baiklah, ayo papa...." ucap Yuna dan Nina. "Rei.... kami tidak di ajak.....?" ucap Rin. "Bukankah ada yang bisa mengantar kalian berkeliling seperti Iseria, Cerise atau Sasaki....?" ucap Rei.
Yuna dan Nina pun iku berdiri, dan kemudian Rei, Yuna dan Nina pun berjalan menuju keluar dari kafe. "Rei tunggu....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora yang kemudian berdiri dan berjalan menyusul Rei. "Terima kasih atas minumannya" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora yang kemudian keluar dari kafe.
"Rei.... sekarang kita akan ke mana....?" ucap Iseria. "Iya.... kita akan ke mana....?" ucap Cisa. "Hmm.... kurasa kita akan berkeliling sebentar, seperti sudah banyak perubahan di tempat ini daripada saat aku berada di sini" ucap Rei. "Baiklah, kami akan ikut denganmu" ucap Iseria dan yang lainnya. "Tak lama lagi sudah masuk waktu makan siang, jadi tidak bisa lama lama" ucap Rei.
Dan mereka pun berkeliling di ibukota kerajaan, setelah berkeliling sebentar mereka pun kembali ke mansion. Saat mereka masuk ke dalam mansion mereka pun langsung di sambut oleh para pelayan. Mereka pun segera makan siang bersama, setelah makan siang mereka duduk bersantai di ruang tengah. "Hah.... di sini sudah cukup banyak yang berubah, tapi ada juga yang masih tetap sama" ucap Rei.
"Ya.... semuanya terlihat lebih baik daripada dulu" ucap Iseria. "kalau tidak salah, ini adalah kerajaan mu kan Iseria.....?" ucap Rin. "Ya.... ada apa memang nya....?" ucap Iseria. "Bukankah kamu sebaiknya menemui orang tuamu....?" ucap Rin. "Oh.... ya.... aku lupa, tapi lebih baik besok saja, dan kamu akan ikut kan Rei.....?" ucap Iseria.
"Kenapa aku.....? kau sendiri juga masih ingat kan jalan ke istana....." ucap Rei. "Iya.... tapi apa salahnya kamu ikut" ucap Iseria. "Lebih baik aku tidak ikut" ucap Rei. "Ayolah Rei..... ku mohon kamu ikut ya....." ucap Iseria. "Ya.... baiklah aku akan ikut, kau terus memaksa," ucap Rei. "Yey.... baguslah, bagaimana dengan kalian....?" ucap Iseria. "Tidak, kami tidak ikut kami akan membeli beberapa hal" ucap Alencia. "Ya.... kamu dan Rei saja yang pergi ke kastil kerajaan" ucap Cisa.
"Baiklah, kalau itu mau kalian" ucap Iseria. Dan mereka pun bersantai sambil menikmati sore hari, waktu pun terlewat cukup cepat. Waktu sudah hampir mendekati waktu makan malam, mereka pun bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian, mereka langsung menuju ke ruang makan. Mereka pun duduk di ruang makan, dan tak lama para pelayan pun datang sambil membawa makanan.
Para pelayan pun menaruh dan menata makanan yang mereka bawa di atas meja. Dan setelah itu mereka pun kembali ke belakang. Rei, Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya pun makan malam bersama. Setelah makan malam mereka kembali ke kamar mereka. "Papa.... selamat malam" ucap Yuna dan Nina yang kemudian berjalan masuk ke dalam kamarnya. "Ya.... selamat malam, Yuna Nina" ucap Rei dan Rei pun berjalan ke kamarnya.