
Dan tak lama mereka berjalan, mereka pun berada di tempat pertarungan Sasaki dan seorang assassin. Pertarungan mereka berduaan sangat sengit. "Wah.... ternyata ada Sasaki, kalau begitu Iseria dan yang lainnya sudah duluan" ucap Rei.
'Papa.... sepertinya kak Sasaki akan kewalahan kalau bertarung lebih lama" ucap Yuna. "Ya.... kau benar, baiklah kalau begitu aku akan membantu" ucap Rei. "Ya..... bantulah kak Sasaki papa" ucap Yuna dan Nina. Rei pun membuat sebuah jarum menggunakan sihir logam. "Wush....." Rei langsung melempar jarum itu ke arah assassin yang di lawan Sasaki.
Jarum yang di lemparkan Rei itu terbang dengan sangat cepat. "Tep...." jarum itu langsung menusuk ke leher assassin itu. "Ugh....." assassin itu merasakan sesuatu menusuk leher bagian samping nya. "Apa....? apa yang barusan......?" ucap assassin itu. "Bruuak....." Kemudian assassin itu langsung terjatuh tak sadarkan diri.
"Eh.....? mati.....? kenapa dia.....? padahal aku belum menyerang atau apapun" ucap Sasaki. "Yo.... bagaimana dengan mu.....? apakah kau baik baik saja, Sasaki.....?" ucap Rei. "Rei.... apakah ini ulahmu.....?" ucap Sasaki. "Ya.... ada apa.....? semakin lama kau akan menjadi lebih kelelahan, sebaiknya kita pergi menyusul Iseria dan yang lainnya" ucap Rei.
"Tapi, apakah tidak apa meninggalkan mayatnya di sini .....?" ucap Sasaki. "Mayad.....? siapa juga yang membunuhnya" ucap Rei. "Lah.... itu bukankah dia mati......?" ucap Sasaki. "Tidak, dia hanya tak sadarkan diri aku mengenai bagian syaraf miliknya yang membuatnya tak sadarkan diri" ucap Rei. "Oh.... begitukah.... aku paham" ucap Sasaki.
"Sudahlah, jangan banyak bertanya kita kejar Iseria dan yang lainnya, karena tidak ada jaminan kalau di sana akan aman karena aku merasa ada yang aneh dari semua ini" ucap Rei. "Baiklah, kalau begitu kita kejar Iseria dan yang lainnya" ucap Sasaki. Mereka pun kemudian berlari untuk mengejar Iseria dan yang lainnya. Rei berlari sambil menggendong Yuna dan Nina.
Sementara itu Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan, Lena, dan Viora berjalan di dalam kastil untuk menemui raja. Ia berlari, saat berlari mereka di hentikan oleh seseorang ras dark elf.
"Berhenti di sana, kalian tidak akan bisa menakutkan perjalanan" ucap dark elf itu. "Siapa kau.....?! apa yang kau lakukan.....?! menyingkir, aku adalah Puteri" ucap Lena. "Ya.... aku tau itu, tapi misi ku adalah untuk membunuhmu dan menjadikannya sebagai persembahan" ucap orang itu. "Persembahan.....?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora.
"Oh.... sepertinya kalian tidak tau apa apa, dan juga aku harus berterima kasih karena kalian membawa tuan Puteri ke tempat ini, karena itu aku akan menjawab pertanyaan kalian tadi" ucap orang itu. "Katakan, dan persembahan untuk siapa.....?" ucap Lena. "Tentu saja dewa, kau memiliki darah dari keluarga kerajaan dark elf yang sangat murni, jadi dengan adanya dirimu, kami akan bisa memanggil dewa....." ucap orang itu.
"Kalau begitu bagaimana dengan ayahanda dan Ibunda.....?!" ucap Lena. "Oh.... mereka duduk di tempat mereka, karena mereka tidak memiliki darah murni seperti mu, jadi mereka tidak akan berguna" ucap orang itu. "Tapi kenapa.....? mereka adalah ibu dan ayah kandungku" ucap Lena. "Entahlah, karena ras dark elf itu cukup rumit dan bahkan sangat rumit" ucap orang itu.
"Kalau begitu kita pergi dai sini" ucap Iseria. "Tidak akan aku biarkan kalian pergi, kalian harus serahkan Puteri Lena ke diriku ini" ucap orang itu. "Tidak akan, kami tidak akan menyerahkan Lena kepadamu" ucap Iseria. "Baiklah kalau begitu, tidak ada cara lain selain kekerasan" ucap orang itu.
"Hati hati......!!" ucap Iseria. "Sihir api: Explosion" dark elf itu menggunakan sihir di lantai bawah Iseria dan yang lainnya. Iseria, Cerise, Shiko, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora mereka terlempar ke samping. "Urg..... sihir area di tempat sempit seperti ini....." ucap Iseria. "Ya.... karena aku hebat aku bisa mengendalikan seberapa besar areanya" ucap dark elf itu.
"Baiklah, karena sudah selesai aku akan ambil tuan Puteri, jadi kalian bisa tidur dengan nyenyak" ucap dark elf itu. "Sihir Es: ice arrow" dark elf itu mencoba menembakkan panah es kepada Iseria dan yang lainnya agar mereka mati. "Wush....." sebuah pisau terlempar ke arah tangan dark elf itu yang sedang menggunakan sihir. "Cruuaat....!!" pisau itu pun tertancap di telapak tangan dark elf itu.
"Saaakkkiittt.......!! siapa yang melempar pisau ini.....?!" ucap dark elf itu. "Itu aku yang melemparnya" ucap Rei. "Iseria, Cerise, Shiko, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, dan Viora" ucap Sasaki yang mendekat ke arah Iseria dan yang lainnya. "Siapa kau.....? dan kenapa kau melawan kami.....?" ucap dark elf itu. "Hmm.... mudah saja, aku melawan kalian karena kalian yang mencari gara gara duluan" ucap Rei.
"Omong kosong, bukankah kau yang menyerang ku duluan.....?!" ucap dark elf itu. "Tapi kau menyerang duluan orang orang yang ku sayangi" ucap Rei. "Ugh.... baiklah, aku akan pergi karena aku sudah mendapatkan Puteri Lena, sampai jumpa manusia dan kau akan menyesal karena telah melakukan ini" ucap dark elf itu yang kemudian pergi menggunakan sihir teleportasi sambil membawa Lena.
"Ck..... dia sudah membawa Lena, sepertinya hal buruk akan terjadi, aku harus cepat menyelesaikannya dengan cepat" ucap Rei. "Sihir penyembuhan: Recovery" Rei menggunakan sihir penyembuhan untuk menyembuhkan Iseria dan yang lainnya yang sedang terkapar di atas lantai. Tak lama Iseria dan yang lainnya pun langsung sembuh dan tidak ada bekas luka di tubuh mereka.
"Rei.... maaf, karena kami Lena di tangkap dan katanya dia akan di jadikan sebagai persembahan" ucap Iseria. "Apa.....?! persembahan katamu....?!" ucap Rei. "Ada apa Rei....? apakah kamu tau sesuatu.....?" ucap Iseria. "Tidak, tapi sepertinya ini akan berhubungan dengan kejadian yang sangat besar" ucap Rei. "Bagitukah, kalau begitu bisa saja Lena dalam bahaya, kalau begitu kita selamatkan dia" ucap Cerise.
"Ya.... kalau begitu kita cari tempat yang kira nya akan di gunakan, dan juga aku merasa kalau dark elf tadi itu adalah dalang dari semua ini" ucap Rei. "Apa....?! dalang dari semua ini....? dari mana kamu yakin.....?" ucap Iseria.