Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.255 Dewa Iblis



"Jlebbb.......!!" anak panah itu langsung menusuk tepat dan melubangi dada bagian jantung Rei. "Caug......." Rei memuntahkan darah dari mulutnya. Anak panah itu kemudian memudar dan menghilang.


"Ugh..... apa tadi.....? atau tidak sempat menyadarinya" ucap Rei. "Zing....." seketika muncul sesosok tepat di depan Rei. Sosok itu muncul dengan aura hitam yang sangat tidak mengenakkan dan memiliki aura yang kejahatan yang sangat pekat.



"Yo..... terima kasih sudah mengalahkan dewa naga, jadi aku tak perlu repot repot lagi untuk membunuhnya dan mengambil mahkota ini" ucap dewa iblis yang sambil mengambil mahkota tersebut. "Sial..... kenapa kau menginginkan mahkota itu.....?" ucap Rei.


"Hey.... hey..... bagiamana kau masih bisa bertahan dengan lubang di jantung mu.....?" ucap dewa iblis. "Katakan sialan.....!!" ucap Rei dengan membentak. "Hey.... hey.... semakin lama kau sedikit membuatku kesal" ucap dewa iblis. "Sriiing...... cruuuat......!!!" seketika ada sebuah tebasan yang langsung mengarah ke arah Rei.


Tebasan itu melintang dari pundak kiri ke bawah. "Caugh......!!" Rei pun langsung kehilangan kendali atas tubuhnya, dan jatuh ke bawah. "Huh.... dengan begini, tenang sudah" ucap dewa iblis. "Papa......!!!" ucap Yuna dan Nina yang melihat Rei terjatuh. "Rei......!! Danna.....!! sayang......!!" ucap Iseria, Cerise, Shiko,Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora.


"Byuuurr.......!!" Rei terjatuh dan secara perlahan tenggelam ke laut. "Ugh..... apakah aku akan mati seperti ini......" batin Rei dan ajalnya yang bisa datang sebentar lagi. "Tuan.... tuan.... apakah anda bisa mendengar suara saya.....?" ucap seseorang. "Ugh..... apakah sudah semakin dekat dengan ajak, sampai sampai aku mendengar suara tanpa wujud" batin Rei.


"Tidak tuan, saya ada di dalam diri anda, saya adalah senjata anda" ucap suara itu. "Hmm.... begitukah, tapi sepertinya sudah terlambat, aku akan mati di sini..... semoga yang lainnya selamat dan hidup bahagia" batin Rei yang sambil menutup matanya secara perlahan.


Dan setelah Rei menutup mata, Rei langsung berada di alam bawah sadar dan di depannya terdapat sebuah kotak yang tidak terlalu besar diameter nya hanya tiga puluh centimeter kali tiga puluh centimeter. kotak itu mengambang di depan Rei.



"Hallo..... bagaimana kabar anda......?" ucap kotak itu dengan nada yang energik. "Ugh, kau suara yang ku dengar tadi itu adalah suara mu" ucap Rei. "Ya.... itu adalah suara ku tuan" ucap kotak itu. "Tapi kenapa aku bisa ada di sini.....? apakah aku sudah mati.....?" ucap Rei. "Tuan, anda tidak boleh berkata seperti itu, anda masih hidup saya menunda kematian anda untuk beberapa waktu, namaku Pandora dan aku adalah senjata milikmu" ucap Pandora.


"Ya..... berarti beberapa saat lagi aku akan menemui ajal ku bukan.....?" ucap Rei. "Ya.... tapi saya tidak akan membiarkan Anda mati, karena saya berbeda dengan senjata dewa pada umumnya, saya adalah Pandora box, dan saya bisa menciptakan berbagai macam benda hanya dengan imajinasi" ucap Pandora box.


"Baiklah, sekarang anda sudah bisa kembali


ke dunia" ucap Pandora box. Dan seketika Rei pun keluar dari alam bawah sadarnya. Sementara itu, tubuh Rei yang tenggelam di laut itu mengalami perubahan. Semua Luka yang di dapat Rei langsung menghilang dan seketika sembuh, jantungnya pun juga kembali.


Rambut Rei secara perlahan berubah warna menjadi merah dari pangkal sampai ujungnya. Kelopak matanya juga muncul warna merah dan juga matanya ikut berubah, matanya adalah gabungan kedua mata dewa dan iblis. "Akagami berarti rambut merah, entah kenapa bisa menjadi putih, itu terlihat seperti kekuatan penuh yang tersegel" ucap Pandora box. Dan setelah mengalami perubahan itu Rei pun membuka matanya.


"Tubuhku terasa lebih ringan dan bertenaga" batin Rei yang kemudian terbang dan mengambang di atas permukaan laut. Penglihatan Rei juga ikut berubah, penglihatannya menjadi lebih tajam dan semakin fokus. "Hmm.... itu di sana" ucap Rei yang mencari dewa iblis.


"Zing....." seketika Rei langsung berteleport ke depan dewa iblis. "Yo..... bagaimana kabarmu yang sudah memakai mahkota.....?" ucap Rei. "Hah....?! siapa kau.....? tiba tiba muncul dan mengatakan tentang mahkota, apakah kau ingin ku bunuh......?!" ucap dewa iblis. "Bagaimana bisa kau melupakan ku, kau tadi sudah melubangi jantungku dan menebas dadaku, dan kau lupa....." ucap Rei.


"Eh....?! bagaimana bisa.....?! apakah kau itu Rei.....?!" ucap dewa iblis yang terkejut. "Hahahah..... lihatlah sekarang aku baik baik saja" ucap Rei. "Sial..... aku pasti akan menganggu ku, sebelum itu aku harus memusnahkan mu hingga tak tak tersisa" ucap dewa iblis yang kemudian memunculkan panahnya di tangan kanan.


Setelah itu dewa iblis menarik panahnya dan memunculkan anak panah. "Wush....." seketika saat menarik anak panah, muncul puluhan di belakang Rei yang terlihat seperti meteor. "Wush....." dengan sangat cepat dewa iblis melesatkan anak panahnya ke arah Rei. Puluhan anak panah mengarah ke arah Rei dengan sangat cepat.


"Huft....." Rei menghela nafas dan seketika menghilang dan berpindah tempat di belakang dewa naga. Semua anak panah yang di lesatkan dewa iblis saling bertabrakan dan menghilang. "Yo.... semua anak panah mu meleset semua" ucap Rei yang berada di belakang dewa iblis.


"Sriiing....." dewa iblis melancarkan tebasan tak terlihat seperti yang pertama ia lakukan pada Rei. "Tiiarrrr......" hanya dengan menjentikkan jarinya, serangan dewa iblis itu pun langsung menghilang. "Huh.... sangat lambat dan juga tidak menyeramkan seperti tadi" ucap Rei. "Wush....." Rei melesatkan pukulan ke arah dewa iblis. "Buuuuaaakkk......" pukulan pertama ini sangat keras akan tetapi tidak membuat dewa iblis terpental, karena Rei melesatkan pukulan bukan untuk menghempaskan dewa iblis tapi untuk membuat dewa iblis merasakan rasa sakit.


"Kuaaghh....." dewa iblis merasakan rasa sakit terkena pukulan Rei. "Apa itu tadi.....? padahal itu hanya pukulan biasa, bagaimana bisa membuat ku merasakan rasa sakit.....?" batin dewa iblis. "Hoy.... Hoy.... masih satu pukulan, masih ada banyak pukulan lagi loh....." ucap Rei. "Wush..... wush..... wush.... wush...... wush... wush......." Rei melesatkan banyak pukulan secara beruntun ke arah dewa iblis.


"Bukk....bukk....bukkk......bukk.....bukkk.....bukkkk.....buk.....bukk....bukkk....bukk....buk....bukkk....." dewa iblis terkena pukulan secara terus menerus dan setiap pukulan dari Rei menyebabkan luka yang tidak ringan bagi dewa iblis. "Ugh..... apakah aku akan mati di tangan bocah baru ini.....? tidak......!!!" batin dewa iblis