
Setelah Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl masuk ke dalam Pemandian. Tak lama Rei, Yuna dan Nina berada di lorong untuk ke pemandian. Rei berhenti sejenak di lorong tersebut. "Papa ada apa....?" ucap Yuna dan Nina. "Tidak apa apa, kita masuk pemandian kedua" ucap Rei.
"Baik papa...." ucap Yuna dan Nina. Dan mereka bertiga pun masuk ke pemandian yang kedua. Sementara itu, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl berada di pemandian yang biasanya yaitu pemandian pertama. Dan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia yang sudah berada di dalam Pemandian itu menunggu Rei masuk.
Rei, Yuna dan Nina yang masuk ke dalam Pemandian itu dan melihat ke dalam hanya ada mereka. "Yosh.... seperti perkiraan ku...." ucap Rei. "Seperti perkiraan....?" ucap Yuna dan Nina. "Bukan apa apa, sekarang kita masuk ke air...." ucap Rei. "Ya....." ucap Yuna dan Nina. Kemudian mereka pun berendam. Sementara itu, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia yang menunggu Rei beberapa menit dan sadar kalau Rei tidak ke sana.
Sementara itu Rei, Yuna dan Nina yang selesai berendam pun keluar dan berganti pakaian. Setelah itu Rei, Yuna dan Nina pun pergi ke ruang makan, setelah mereka sampai di ruang makan mereka pun duduk sambil menunggu makan malam siap. Untuk Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl baru keluar dari Pemandian dan setelah mereka bergantian pakaian mereka menuju ke ruang makan.
"Rei......" ucap Iseria yang sampai di ruang makan. "Ada apa....?" ucap Rei. "Darling.... kami menunggu mu ke pemandian...." ucap Alencia. "Ya..... aku sudah menduganya, jadi aku menggunakan pemandian yang satunya" ucap Rei. "Eh....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia yang terkejut. "Sudah... sudah.... sekarang duduk dan kita makan malam" ucap Rei.
Makan malam sudah siap di atas meja, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pun duduk. "Apakah aku juga ikut....?" ucap Carl. "Ya.... tentu saja.... kau juga ikut...." ucap Rei. Carl pun ikut duduk dan mereka pun makan malam bersama. Makan malam semakin ramai di mansion. Dan mereka pun selesai makan malam.
"Carl apakah kau akan pulang....?" ucap Rei. "Ya... aku akan pulang...." ucap carl. "Kalau begitu bagaimana kalau aku antar, hari juga sudah malam hari...." ucap Rei. Dan saat setelah mendengar ucapan Rei itu, Carl memikirkan tetang ia dan Rei yang berjalan berdua sampai ke kastil. "Ya.... baiklah...." ucap carl.
"Sihir Dimensi: Portal" Rei menggunakan sihir dimensi yang menghubungkan dengan kastil kerajaan penyihir. "Yosh.... sekarang kau masuk ke portal ini dan kau akan sampai di dalam kastil" ucap Rei. "Y-Ya baiklah...." ucao carl. Kemudian carl pun masuk ke dalam portal dan ia pun sampai di dalam kastil kerajaan. Setelah Carl sampai di kastil, Rei menutup portal yang ia buat.
"Sekarang tinggal tidur...." ucap Rei. "Aku kira Rei akan pergi keluar dan mengantar Carl...." ucap Iseria dengan kata pelan. "Apakah kau mengatakan sesuatu....?" ucap Rei. "T-Tidak, aku tidak mengatakan apa apa...." ucap Iseria. "Ya.... kalau begitu kalian kembalilah ke kamar kalian" ucap Rei. "Ya...." ucap Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia.
"Ya... sudahlah, yang sudah terjadi tidak akan bisa di ulang" ucap Rei. Kemudian Rei pun menutup mata dan kemudian Rei tertidur. Di pagi hari nya, Rei bangun dan seperti biasa, ia pergi keluar dan mencuci muka setelah itu ia menuju ke ruang makan. Selang beberapa saat Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun sampai di ruang makan.
"Selamat pagi...." ucap Rei. "Selamat pagi Rei..." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Selamat pagi Danna...." ucap Shiko. "Selamat pagi sayang....." ucap Asami. "Selamat pagi, Darling...." ucap Alencia. "Papa..... selamat pagi...." ucap Yuna dan Nina. Kemudian mereka pun duduk, tak lama makanan pun sudah siap di atas meja dan mereka pun sarapan pagi bersama.
Beberapa saat kemudian, mereka selesai sarapan pagi. "Rei apakah kamu tidak melakukan apa apa....?" ucap Iseria. "Ya..... aku berniat melihat keadaan Lucrut...." ucap Rei. "Oh.... begitu...." ucap Iseria. "Darling aku ikut...." ucap Alencia. "Ya.... boleh saja..." ucap Rei. "Aku juga ikut....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin. "Yuna dan Nina juga...." ucap Yuna dan Nina.
"Kalau Yuna dan Nina hampir kemanapun ikut, tidak perlu bilang...." ucap Rei. "Ya.... papa" ucap Yuna dan Nina. Dan setelah itu, Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia pun keluar dari mansion dan menuju ke toko milik Lucrut. Di perjalanan mereka bertemu dengan carl yang sedang berjalan.
"Carl.... kau mau kemana....?" ucap Rei yang melihat Carl. "Eh.... Rei.... kamu mau kemana....?" ucap Carl. "Aku bertanya dan di jawab dengan tanyaan" ucap Rei. "Maaf maaf, aku ingin menemui Rei, tapi sudah bertemu di sini...." ucap Carl. "Oh.... aku ingin bertemu dengan Lucrut" ucap Rei. "Lucrut....?" ucap Carl sambil berpikir.
"Oh.... aku sudah Ingat, kalau tidak salah Lucrut itu adalah pedagang senjata sihir yang baru naik daun hari ini...." ucap Carl. "Naik daun....? apa yang terjadi....?" ucap Rei. "Aku tidak tau pastinya sih...." ucap carl. "Ceritakan saja..." ucap Rei. "Ya.... kalau tidak salah ada seseorang yang membeli sebuah tongkat sihir yang harganya murah di toko milik Lucrut" ucap Carl.
"Apakah pembeli itu tidak puas....?" ucap Rei. "Bukannya tidak puas, tapi pelanggan itu terheran heran karena tongkat sihir yang ia beli dengan harga murah itu adalah tongkat sihir tingkat tinggi" ucap Carl. "Ah.... ternyata seperti itu...." ucap Rei. "Ya.... maunya aku ingin melihat lihat, tapi karena ramai, aku tidak jadi" ucap Carl.
"Bagaimana kalau kita ke sana bersama sama....?" ucap Rei. "Ya.... baiklah, aku juga akan ikut" ucap Carl. Dan mereka pun melanjutkan berjalan menuju ke toko milik Lucrut. Tak lama mereka pun sampai di toko milik Lucrut, akan tetapi tokonya sudah sangat sepi dan hanya ada beberapa pelanggan yang berada di dalam toko.