
"Sepertinya sudah dekat dengan kerajaan dark elf, dan kau sebentar lagi bisa pulang kembali Lena" ucap Rei. "Ya..... terima kasih Rei....." ucap Lena. "Tidak apa apa, jangan di pikirkan, karena sama sama satu jalan jadi tidak apa apa" ucap Rei.
"Ya..... dan juga aku ingin melihat bagaimana tempatmu tinggal" ucap Iseria. "Ya.... benar sekali kata Iseria" ucap Cerise. "Tapi aku sedikit merasa sedikit ada yang aneh" ucap Rei. "Aneh seperti apa maksudnya Rei.....?" ucap Lena. "Ya.... bagaimana bilangnya ya..... begini kalau di sebuah kerajaan pasti ada seseorang yang melakukan pekerjaan seperti pedagang, petani, dan lain lain" ucap Rei.
"Ya.... memang benar, dan juga di kerajaan ku juga ada seperti itu, memangnya ada apa" ucap Lena. "Rasanya sepi sekali seperti semua orang sedang bersembunyi, begitu yang aku rasakan" ucap Rei. "Eh..... sebelum aku pergi, semuanya baik baik saja, atau ada sesuatu" ucap Lena. "Tidak, aku tidak merasakan ada sebuah bencana atau apapun seperti itu" ucap Rei.
"Apakah seperti di perintahkan atau bagaimana begitu" ucap Iseria. "Hmm.... ada benarnya juga, kalau seperti juga masuk akal" ucap Rei. "Tapi untuk apa.....? Rei apakah bisa turun di dekat istana agar mudah aku bertemu dengan ayahanda.....?" ucap Lena. "Ya.... tentu saja, aku juga penasaran apa yang terjadi" ucap Rei.
"Terima kasih banyak Rei....." ucap Lena. "Ya.... jangan terlalu di pikirkan" ucap Rei. "Baiklah.... kalau begitu kita akan turun" ucap Rei. Kemudian mansion pun turun ke dekat istana, di luar gerbang kastil kerajaan. Setelah turun mereka pun keluar dan melihat ke luar.
"Iya loh.... sepi sekali, bahkan terlihat seperti tidak ada orang pun" ucap Iseria. "Ya.... sangat sepi sampai aku merasa ada yang sangat aneh" ucap Sasaki. "Ini memang aneh, bukan hanya perasaan saja" ucap Rin. "Ya.... kalau sepi seperti ini bagaimana dengan pendapatan kerajaan......? kalau tidak dan yang bekerja kerajaan tidak akan mendapatkan uang dan akan mencapai kehancuran dengan cepat" ucap Rei.
"Baiklah, ayo cepat pergi dan mencari tau" ucap Iseria. "Baiklah, aku akan pergi menemui ayahanda" ucap Lena. "Bukan kau, tapi kami juga akan membantu dan ikut pergi, benar bukan" ucap Iseria. "Ya.... benar sekali'' ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, dan Viora. "Baiklah, silahkan pergi dan aku akan berada di sini" ucap Rei.
"Eh.....? kenapa Rei tidak ikut......?" ucap Iseria. "Kali ini sedikit menyusahkan, aku akan mengurus beberapa pengganggu yang akan datang, dan kalian pergilah" ucap Rei. "Pengganggu.....? di mana.....?" ucap Sasaki. "Wush....." seketika muncul puluhan assassin yang muncul di depan Mansion. "Eh.....? dari mana mereka datang.....? aku bahkan tidak bisa merasakan hawa kehadiran mereka" ucap Sasaki dan Rin.
"Aku merasakannya tapi hanya samar samar seperti hampir tak terasakan" ucap Alencia. "Pertajam Indra kalian, dan pergilah aku akan menghadang mereka" ucap Rei. "Baiklah, kalau begitu kami serahkan di sini padamu Rei" ucap Lena. "Ya.... pergilah putri dark elf" ucap Rei. "Wush....." Rei langsung melesat ke arah assassin itu. "Wush.....Duuuakkk......" Rei melesatkan pukulan ke arah assassin yang berada paling depan, akan tetapi para assassin menghindari pukulan Rei.
"Jangan pedulikan dia, dia tidak ada harganya, kita harus menangkap tuan putri" ucap pemimpin assassin. "Tidak akan semudah itu" ucap Rei. "wush...." para assassin pun melesat untuk mengejar Iseria dan yang lainnya. Sedangkan Yuna dan Nina berada di dalam mansion, mereka tidak ikut Iseria dan yang lainnya. "Bruuak....." saat melesat dua meter mereka menabrak sebuah Barier yang di buat Rei.
"Sudah ku bilang bukan, tidak akan aku biarkan kalian pergi" ucap Rei. "Sialan.....!! ayo kalahkan dia dan kita kejar mereka" ucap pemimpin assassin. "Wow.... begitukah, tapi kalian tidak beruntung langsung berhadapan dengan ku" ucap Rei. "Siapa yang tau, bukan kau yang menentukan, jadi tidak ada yang tau hasil akhirnya" ucap pemimpin assassin.
"Wush....." Para assassin itu pun melesat ke sana kemari. "Sihir logam, iron rod" Rei menggunakan sihir logam dan membuat sebuah tongkat besi kecil dengan panjang tiga puluh centimeter. "Wush....." seseorang assassin melesatkan serangan dengan pisaunya ke arah Rei. "Ting....." Rei pun dengan cepat menangkis serangan itu dengan tongkat yang ia buat.
"Wush....." setelah melesatkan serangan assassin itu langsung melesat dan assassin lain berganti menyerang Rei dari arah lain. "Wush...." seseorang assassin melesatkan serangan dari belakang Rei. "Ting....." Rei dengan cepat membalikkan badannya dan menangkis serangan itu. "Wow..... cara bertarung yang sangat mengagumkan, menyerang secara bergantian dan tidak memberikan sedikit jeda" ucap Rei.
"Ting.... Ting.... Ting.... Ting.... Ting.... Ting.... Ting......" Rei terus menangkis serangan para assassin itu berkali kali. Serangan assassin itu semakin lama semakin cepat dan Rei juga menangkis dengan kecepatan yang sama cepatnya. "Ya ampun..... kalau aku terus di sini tidak akan ada akhirnya" ucap Rei. "Ting..... Buukkk....." Rei menangkis serangan dari satu assassin dan kemudian ia menendangnya di bagian perut hingga membuat assassin itu tak sadarkan diri.
"Wush..... bruak....." assassin yang terkena tendangan Rei itu pun terpental dan kemudian jatuh di atas jalan. "Ugh.... dia tidak mati kan.....? aku hanya menendang dengan pelan" ucap Rei. "Sialan.....!!" ucap para assassin yang marah akibat Rei membuat salah satu dari mereka tak sadarkan diri. "Ya aku minta maaf kalau tendangan tadi terlalu keras, padahal aku cuma menendang dengan pelan" ucap Rei.
"Wush....." semua assassin pun melesat dengan kecepatan yang cepat ke arah Rei. "Hmm.... begitukah, kalian mau menyerang bersamaan kah, baiklah majulah semua akan aku hadapi" ucap rei. Sementara itu, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora mereka dengan berlari ke arah Kastil Kerajaan Dark Elf.
"Tap.... tap.... tap.... tap.... tap....." mereka berlari dan hampir sampai dan akan memasuki gerbang kastil. "Gerbangnya sudah hampir dekat" ucap Lena. "Iya...... tunggu, berhenti....!!!" ucap Alencia yang menyuruh mereka berhenti. "Ada apa......? kita tidak punya waktu lama untuk berhenti di sini" ucap Lena. "Ya... aku tau, tapi di gerbang sana ada yang menunggu" ucap Alencia. "Apa.....?! ada yang menunggu.....?!" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Carl, Lena dan Viora yang terkejut mendengar itu.