Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps. 251 Dewa



"Ya.... karena aku merasakan mana miliknya hampir sama seperti mana yang di gunakan untuk menghipnotis dark elf lainnya" ucap Rei. "Bagitukah, kalau begitu kita harus cepat karena bisa saja Lena akan dalam bahaya" ucap Iseria. "Ya.... tapi aku tidak tau mereka pergi ke mana.....?" ucap Rei.


Dan Rei pun langsung pergi berlari ke arah tempat raja dan ratu dark elf berada. "Rei.....? kamu mau ke mana.....? bukankah katanya kamu tidak tau tempatnya.....?" ucap Iseria. "Maka dari aku ingin ke tempat orang yang paling paham tempat ini" ucap Rei. "Bagitukah... kalau begitu kami ikut....." ucap Iseria. dan mereka pun kemudian mengejar Rei ke tempa raja dan ratu dark elf berada.


Karena di dalam kastil itu tidak ada penjaga ataupun pelayan entah kemana mereka pergi. Dan karena tanpa hambatan mereka pun langsung masuk ke dalam ruangan singgasana. Setelah masuk mereka melihat raja dan ratu yang duduk di singgasana dengan tahap kosong. "Seperti yang aku duga" ucap Rei yang melihat raja dan ratu.


"Seperti yang kamu duga.....? apakah sudah dari tadi kamu akan menduga seperti ini.....?" ucap Shiko. "Ya..... aku sudah menduga saat mengetahui banyak orang yang di hipnotis dan ku rasa raja dan ratu juga akan di hipnotis kalau tidak berada di singgasana pasti akan menjadi seperti yang lainnya" ucap Rei. "Papa.... raja dan ratu itu terlihat aneh" ucap Yuna dan Nina.


"Ya..... aku akan menghilangkan sihir hipnotis ini" ucap Rei. "Sihir Cahaya, Purification" Rei menggunakan sihir skala seluruh kerajaan dan semua orang yang terkena sihir langsung pulih dari efek sihir. Sementara itu tempat dark elf yang menculik Lena itu merasakan kalau sihir yang ia gunakan menghilang. "Cih..... tak ku sangka akan secepat ini, aku harus cepat" ucap dark elf yang yang berada di depan sebuah kolam dengan air berwarna merah.


"Yosh... sepertinya sudah berhasil" ucap Rei. dan raja dan ratu dark elf itu pun tersadarkan dan melihat Rei beserta yang lainnya di hadapan mereka berdua. "Siapa kalian.....? dan apakah kalian yang menyelamatkan kami.....?" ucap raja dark elf. "Sudahi basa basinya, karena suatu keadaan katakan di mana tempat seperti kolam atau apapun yang baru baru ini di buat" ucap Rei.


"Kolam....? oh.... kalau itu sebelum ada seorang dark elf menyerang kami, para penduduk seperti membuat sebuah lubang di belakang kastil ini" ucap raja dark elf. "Begitu yah, kalau begitu terima aku akan ke sana" ucap Rei. "Rei.... ada apa.....?" ucap Iseria. "Sesuatu yang sangat berbahaya akan terjadi jika terlambat" ucap Rei yang kemudian berlari menuju ke belakang kastil.


Iseria dan yang lainnya pun mengikuti Rei dari belakang. Sementara itu, di tempat dark elf yang menculik Lena. "Lepaskan diriku atau kau akan....." ucap Lena. "Akan apa.....? sebentar lagi beliau akan bangkit dan kerajaan...... tidak dunia ini akan hancur dan akan menjadi peradaban baru......." ucap dark elf itu. "Beliau....? siapa.....? meski dia kuat Rei pasti akan mengalahkan dia....." ucap Lena.


"Jangan terlalu sombong, beliau bukanlah manusia ataupun makhluk rendahan seperti kita yang memiliki batasan kekuatan, beliau adalah makhluk yang sempurna dan kuat...... beliau adalah dewa..... hahahaha....." ucap dark elf itu sambil tertawa. "Dewa.....?! bagaimana bisa membangkitkan dewa....?! itu mustahil....." ucap Lena.


"Tidak ada yang mustahil kalau menggunakan ritual kolam darah dan di tambah dengan darah keturunan dark elf murni itu bukankah sesuatu yang mustahil, baiklah sepertinya aku terlalu banyak bicara dan membocorkan banyak informasi untuk sekarang kau tidurlah...." ucap dak elf itu. "Duk....." dark elf itu memukul bagian belakang leher Lena dan membuat Lena langsung tak sadarkan diri.


"Siapa kau.....?! apakah kau bersikap menceramahi.....? aku tidak peduli" ucap dark elf itu yang kemudian menusukkan jarum ke jari Lena dan kemudian meneteskan satu tetes darah Lena itu ke kolam darah yang ada di sana. "Cih.... seperti memang begitu, kau sudah bertekad seperti itu" ucap Rei. "Tap....." Iseria dan yang lainnya pun datang di tempat itu. "Ada apa Rei.....?" ucap Iseria.


"Hahahaha..... sepertinya sudah cukup untuk tumbal pertama" ucap dari elf itu. "Sihir Darah: Bloody Pool" dark elf itu pun menggunakan sihir untuk mensummon dewa menggunakan kolam darah. "Kalian kembalilah ke mansion, aku akan mengatasi ini" ucap Rei. Dan kemudian Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora di teleportasi secara massal oleh Rei ke dalam mansion.


"Baiklah, sekarang aku akan mengatasi hal di sini" ucap Rei. "Hah.....?! bagaimana caranya.....?! kau itu cuma manusia dan tidak akan bisa sebanding dengan dewa..... hahahaha......" ucap dark elf itu. Dan kolam darah pun memancarkan cahaya kemerahan dan muncul kabut tipis berwarna merah. Setelah itu seluruh darah di dalam kolam menyatu dan membentuk sebuah kepompong darah di tenga tengah kolam.


Kepompong darah itu pun kemudian mengeras. "Hahaha..... bangkitkan dewa terkuat dan ratakan tempat ini bahkan dunia lainnya......" ucap dark elf itu. "Sihir petir: Strike" Rei menggusur sihir ke arah kepompong darah itu akan tetapi sihir Rei malah terpantul kembali ke arahnya. "Hahahaha...... bagaimana....?! mustahil untukmu menghancurkan kepompong darah" ucap dark elf itu.


Dan kepompong pun retak dan kemudian hancur. Setelah hancur terlihat sesosok dengan wujud seperti manusia dengan rambut putih yang mengambang di udara. Tak lama kemudian langit pun menggelap dan terjadi gerhana matahari dan membuat seluruh dunia menjadi gelap seperti malam hari. "Huh..... jadi seperti ini rasanya punya tubuh fisik, rasanya seperti kurang nyaman" ucap dewa naga yang bangkit di dunia dan kemudian dewa naga memunculkan sayap di belakang punggungnya.



"Hahahaha.......!! ini.... ini adalah kekuatan mutlak yang tidak ada yang bisa menandingi" ucap dark elf itu. "Cih.... berisik sekali bajingan ini...." ucap Dewa naga. "Sihir cahaya: Light Shoot" dewa naga menembakkan cahaya ke arah kepala dark elf itu dari belakang dan membuat dark elf itu langsung mati dengan lubang di kepala.


"Ya ampun, ternyata ini yang di khawatirkan dewa naga, tapi bagaimana kau bisa kembali.....? bukankah kau sudah menghilang setelah aku memberikan itu dulu......?" ucap Rei. "Ayolah..... jangan bercandaan, itu cuma sedikit dan hanya menyegel diriku yang hebat ini untuk sementara" ucap dewa naga yang dikendalikan oleh kutukannya.