Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.202 Turnamen Penyihir



"Yosh.... apakah kau sudah siap Carl....?" ucap Rei. "Ya.... aku siap...." ucap carl. "Ya.... kalau begitu kau bisa menggunakan sihir lebih dulu...." ucap Rei. "Apakah Rei mengalah dan rei pikir aku tidak kuat menggunakan sihir....?" ucap Carl. "Aku tidak bermaksud begitu...." ucap Rei.


"Ya.... baiklah, tapi Rei ketakutan setelah melihat sihir ku...." ucap Carl. "Sihir air: Water shot" sebuah peluru sihir air mengarah langsung ke arah Rei. "Sihir api: Blast" Rei menggunakan sebuah semburan sihir api dan sihir Rei membuat sihir milik Carl menghilang karena menguap. "Apakah cuma segini Carl....?" ucap Rei.


"Kalau begitu akan aku gunakan sihir yang lebih kuat...." ucap Carl. "Ya... tunjukkan" ucap Rei. "Sihir air: The water dragon" Carl menggunakan sihir air dan sihir itu membentuk sebuah naga yang ukurannya sangat besar. "Wow....." ucap Rei yang kagum melihat itu. "Wrush...." sihir air berbentuk naga itu menuju ke arah Rei. "Sihir api: Phoenix" Rei menggunakan sihir api dan sihir itu berwujud sebuah burung api raksasa.


Kemudian kedua sihir memilik mereka itu bertabrakan dan menghilang. "Hah.... hah.... mana ku berkurang banyak karena sihir barusan...." ucap Carl. "Ya.... Carl tadi itu lumayan" ucap Rei. "Sihir Rei juga sangat kuat...." ucap Carl. "Jadi apakah kau percaya dengan kekuatan ku...?" ucap Rei. "Ya... aku percaya, Rei bisa mengimbangi sihir terkuat ku..." ucap Carl.


"Ya.... kalau begitu, kita sekarang kembali...." ucap Rei. Dan mereka pun kembali ke tempat awal. "Hmm.... hari sudah siang....." ucap Rei. "Eh.....? kenapa seperti itu....?" ucap Carl. "Perbedaan waktu, kalau di lihat tadi itu terlihat sangat singkat, tapi itu tadi sangat lama..." ucap Rei. "Jadi ada seperti itu....." ucap Carl. "Ya... sekarang kita kembali...." ucap Rei. "Ya...." ucap Yuna dan Nina.


"Kalau begitu aku akan kembali ke istana...." ucap Carl. "Ya.... hati hati di jalan...." ucap Rei. "Hati hati di jalan Carl...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "Hati hati di jalan kak Carl...." ucap Yuna dan Nina. Kemudian, Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun kembali ke mansion.


Setelah sampai, mereka pun menuju ke ruang makan, Dan mereka pun makan siang bersama. Dua hari pun berlalu, dan mereka pun pergi untuk melihat turnamen para penyihir. Sedangkan Rei yang tadinya ingin ikut, ia tidak jadi untuk ikut. Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia melihat turnamen tersebut secara bersama.


Yuna dan Nina duduk di pangkuan Rei, sedangkan yang lain duduk berjajar di samping Rei. "Hmm.... seperti api yang akan di perlihatkan.....?" ucap rei. "Kenapa papa tidak ikut ke sana....?" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... tidak apa apa kan, sekali kali kita menonton bersama.....?" ucap Rei. "Yuna dan Nina sayang papa...." ucap Yuna dan Nina yang sambil memeluk Rei.


"Ya..... Sekarang pertarungan di Mulai" ucap Rei. Di area keluar dia orang penyihir dari dua arah yang berbeda. Dan penyihir yang satunya adalah Lucrut. "Eh....?! Lucrut.....? kenapa dia ikut pertandingan.....? bukannya dia jaga Toko....?" ucap Rei. "Tidak kak Rei...." ucap Frans yang ada di bangku atas Rei. "Eh.... Frans.... kenapa Lucrut ikut pertandingan....." ucap Rei.


"Pembeli hanya ada sebelum pertandingan di mulai dan saat pertandingan di mulai, semua orang pergi ke sini untuk melihat dan ada juga yang ikut turnamen....." ucap Frans. "oh... begitukah.... tapi kenapa kau tidak ikut....?" ucap Rei. "Aku hanya ahli dalam sihir pasif bukan sihir aktif....." ucap Frans.


"Hmm.... kalau begitu, sekarang menurutmu siapa yang akan menang....? Lucrut atau lawannya.....?" ucap Rei. "Hmm.... kalau menurutku kak Lucrut yang menang...." ucap Frans. "Aku juga berpikir seperti itu, kalau Lucrut bisa menggabungkan kedua elemen nya dia bisa menciptakan sihir api terkuat milik makhluk hidup yaitu hell fire" ucap Rei.


"Eh.... kak Rei sangat berpengetahuan......" ucap Frans. "Ya... tidak terlalu sih, aku tau kerena aku bisa menggunakan semua elemen..." ucap Rei. "Se.... semua elemen....?" ucap Frans. "Ya.... semua elemen, dan sekarang mereka berdua Merapal mantra" ucap Rei. "Sihir api: Small Hell Fire" Lucrut menggunakan sihir yang berupa sihir bola api dengan api terkuat tapi versi paling kecil.


"Sihir tanah: Earth wall" Musuh Lucrut menggunakan sihir yang berupa dinding tanah untuk berlindung dari sihir milik Lucrut. "Hmm... small Hell Fire kah...." ucap Rei. "Apakah itu sihir api terkuat yang kak Rei katakan tadi....?" ucap Frans. "Ya... tapi itu lebih kecil, kekuatannya sekitar Lima persen dari sihir aslinya" ucap Rei. "Eh....? hanya lima persen....? apakah itu bisa mengalahkan Tembok itu...?" ucap Frans.


"Tenang saja, api itu sudah sangat kuat...." ucap Shiko. "Eh....? hanya lima persen itu kuat....?" ucap Frans. "Ya... sudah kuat, tembok itu bukan apa apanya, dan kalau seratus persen itu sekali sihir bisa membakar kota hingga tak tersisa...." ucap Rei. "Berarti itu termasuk sihir yang berbahaya...." ucap Frans. "Ya.... bisa di bilang begitu, tapi tergantung pengguna nya....." ucap Shiko.


"Ya.... sihir elemen apapun kecuali cahaya kalau di kombinasikan dengan sihir kegelapan akan menjadi sihir yang sangat berbahaya...." ucap Rei. "Jadi sihir kegelapan itu sihir yang terlarang dan juga sangat langka.....?" ucap Frans. "Tidak.... kalau tidak salah hampir semua iblis bisa menggunakan sihir kegelapan...." ucap Rei.


"Apakah kak Rei pernah melihat ras iblis....?" ucap Frans. "Ya.... belum sama sekali...." ucap rei. "Lah terus kak Rei bisa tau dari mana....?" ucap Frans. "Ya... dari buku...." ucap Rei. Dan kembali ke pertandingan, api milik Lucrut berbenturan dengan sihir tanah milik lawannya. "Wurshhhh......" dinding tanah milik lawan Lucrut terbakar, dinding tanah itu terbakar seperti api membakar kayu.


"Tidak mungkin...... bagaimana bisa.....?" ucap lawan Lucrut. "Sihir tanah: Self shield" lawan Lucrut membuat sebuah pelindung berbentuk setengah bola yang mengelilingi diri nya. "Bodoh..... kalau dia melakukan itu dia bisa habis terpanggang...." ucap Rei. "Apa maksud kak Rei....?" ucap Frans. "Ya... api milik Lucrut akan membakar sihir tanah yang lawannya buat dan akhirnya lawannya akan kehabisan oksigen, dan kalian tau yang akan terjadi selanjutnya...." ucap Rei.


"Ya.... dia akan mati...." ucap Sasaki. "Ya.... benar sekali" ucap Rei. Dan api milik Lucrut itu membakar pelindung setengah lingkaran milik lawannya.