Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.227 Perkenalan Valentine



"Akan tetapi semua hal yang menyakitkan akan di ubah menjadi sesuatu yang membahagiakan, akan tetapi itu berlaku juga kepada yang hidup enak, yang hidup enak dan tidak mau bekerja dan hanya bermalas malasan akan jatuh ke jurang keputusaan dan mendapatkan banyak hal hal yang menyakitkan" ucap Rei.


"Hmm.... dari tadi kita membicarakan apa....?" ucap Valentine. "Entah....? aku juga tidak tau" ucap Rei. "Seperti mereka akan sampai di sini" ucap Iseria. "Oh.... sudah bangunkah.....? dan juga sarapan hampir siap dan tinggal menunggu beberapa saat" ucap Rei. "Rei.... bagaimana denganku....? aku tidak bisa makan ataupun minum" ucap Valentine.


"Hmm.... kau pergi juga tidak apa apa, tunggu kami selesai sarapan...." ucap Rei. "Sepertinya juga bukan ide yang buruk" ucap Valentine. "Jadi ghost itu tidak bisa makan dan minum, aku baru tau" ucap Iseria. "Ya.... karena aku tidak memiliki tubuh fisik dan yang ku miliki hanya tubuh spiritual atau hanya memiliki jiwa saja" ucap Valentine.


"Kak Valentine bisa melakukan apa saja....?" ucap Yuna dan Nina. "Hmm.... aku bisa menerbangkan benda, seperti ini" ucap Valentine dan tak lama ada sebuah piring yang di atasnya terdapat hidangan yang sudah matang dan piring tersebut terbang menuju ke ruang makan, dan piring itu jatuh secara perlahan di atas meja.


"Wow.... hebat, bisa mengambil makanan dari dapur" ucap Yuna. "Kak Valentine sangat hebat" ucap Nina. "Hah.... hah.... hah.... hebat bukan, inilah kekuatan milikku" ucap Valentine yang sedikit kelelahan. "Sudah jangan membanggakan diri, kau terlihat sangat kelelahan sebaiknya jangan menggunakan kekuatan itu terlalu sering kalau kau masih belum bisa memulihkan energi milikmu sendiri" ucap Rei.


"Hahahaha.... jangan meremehkan ku, aku sudah tau bagaimana cara memulihkan energi yang telah ku gunakan" ucap Valentine. "Bagaimana....? dan sejak kapan kau mengetahui itu....?" ucap Rei. "Hanya perlu diam beberapa saat dan akan kembali sedikit demi sedikit, dan aku tau itu tadi malam" ucap Valentine.


"Untuk mengembalikan energi milikmu sampai penuh butuh berapa lama....?" ucap Rei. "Hmm.... seharian mungkin, atau bisa jadi lebih lama" ucap Valentine. "Jadi kau menggunakan energi yang kau miliki hingga batas dan kau tidak bisa melakukan apapun dalam satu sampai dua hari kedepannya begitu....?" ucap Rei. "Hmm.... ya" ucap Valentine.


"Sekarang aku mengerti" ucap Rei. Dan tak lama Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena pun masuk ke dalam ruang makan. "Selamat pagi...." ucap mereka. "Selamat pagi" ucap Iseria. "Selamat pagi juga" ucap Rei yang membalas ucapan Cerise dan yang lainnya. "Selamat pagi, kak Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, dan Lena" ucap Yuna dan Nina.


"Yuna dan Nina, kalian berdua bangun cukup pagi" ucap Cerise. "Ya.... kami berdua bangun bersamaan dengan kak Iseria" ucap Yuna dan Nina. "Oh... begitu" ucap Cerise. "Rei..... aku punya pertanyaan" ucap Rin. "Apa....? katakan saja" ucap Rei. "Dia siapa....?! dan kenapa dia dia mengambang di udara....?!" ucap Rin. "Oh.... Valentine kau perkenalkan dirimu" ucap Rei.


"Hantu yang tinggal di sini....?!" ucap Cerise dan yang lainnya. "Sejak kapan....? bukankah kau baru ada tadi malam....?" ucap Rei. "Hehehe.... kalau menjelaskan dengan rinci jadi panjang" ucap Valentine. "Permisi tuan" ucap Vivi yang masuk ke ruang makan. "Ada apa Vivi....? apakah ada masalah....?" ucap Rei. "Begini tadi ada makanan yang tiba tiba saja terbang dan keluar dari dapur, dan tadi saya mencari ke ruangan lain dan tidak ketemu" ucap Vivi.


"Oh.... yang kau maksud makanan ini....?" ucap Rei yang menunjuk makanan yang ada di meja. "Ya... benar sekali, tapi kenapa bisa ada di sini....?" ucap Vivi. "Silahkan salahkan saja ke dia, dia yang melakukannya" ucap Rei yang sambil menunjuk ke Valentine. "Aku....? makanan....? oh, maafkan aku tadi, hanya saja aku ingin memperlihatkan kekuatanku saja" ucap Valentine.


"Vivi turunkan penjagaanmu, dia tidak jahat, jadi kau bisa tenang" ucap Rei. "Baik tuan" ucap Vivi. "Dan sekarang kau bisa kembali dan kalau makanan sudah siap kau bisa bawakan ke sini" ucap Rei. "Baik tuan, akan saya laksanakan" ucap Vivi yang kemudian keluar dari ruangan dan ia menuju ke dapur. "Rei.... dia tadi siapa....? aku sedikit merinding saat melihatnya pertama kali" ucap Valentine.


"Merinding....? ada apa dengan pelayan tadi.....?" ucap Cisa. "Pelayan.....? apakah benar dia hanya pelayan.....?" ucap Valentine. "Ya.... benar sekali dia hanya pelayan di sini, tapi dulunya tidak, aku lupa dia dulu jadi apa....?" ucap Rei. "Apakah Vivi terlihat sangat kuat....?" ucap Sasaki. "Buka hanya kuat, meski aku tidak terlalu mahir dalam bertarung menggunakan pedang atau sebagainya aku bisa tau" ucap Valentine.


"Hmm.... jadi bisa di bilang kau sering atau selalu bersama dengan orang yang bertarung menggunakan pedang dan yang lainnya....?" ucap Sasaki. "Ya, mereka adalah pengawal yang aku percayai, dan saat aku melihat Vivi tadi aku tau kalau dia sangat kuat, bahkan saat dia berdiri saja tidak ada celah untuk menyerangnya" ucap Valentine. "Sama sekali....?" ucap Sasaki.


"Ya.... tidak ada sama sekali, mau menyerang lewat mana itu tidak mungkin mengenai bahkan melukainya, dan aku masih terkejut masih ada orang yang seperti itu di jaman sekarang" ucap Valentine. "Hmm.... aku sekarang jadi penasaran, tapi kalau tidak salah dulu saat terjadi penyerangan bukankah para pelayan terluka....?" ucap Iseria.


"Ya.... itu pernah terjadi dulu saat kerajaan tetangga menyusup ke kerajaan tortus, akan tetapi meski mereka terluka tidak ada satupun yang terkena luka fital, dan mereka semua hanya tak sadarkan diri" ucap Rei. "Bohong, aku melihat pertarungan yang memojokkan para pelayan, dan mereka kalah" ucap Iseria. "Hmm.... kalau dilihat memang seperti itu, tapi mereka hanya mengalah saat bertarung kalau serius mereka bisa mengalahkan dengan mudah tapi kalau mereka langsung mengalahkan mereka di depan mansion akan menyebabkan masalah langsung tertuju kepada pemilik mansion yaitu diriku" ucap rei.


"Jadi mereka juga memikirkan konsekuensi saat mereka mengalahkan musuh dan tempat yang di gunakan bertarung" ucap Iseria. "Tepat sekali, mereka termasuk profesional dan aku mengakui kekuatan mereka" ucap Rei. Dan tak lama para pelayan pun masuk ke dalam ruangan sambil membawakan makanan.