Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps. 129 Saoto dan keluarga



"Aku adalah dewa naga, dan ayah mu adalah dewa rubah, kami sahabat karib di kayangan" ucap dewa naga. "Sahabat karib....? tapi kenapa tadi kau bilang kalau ayah ku adalah dewa yang di buang....?" ucap Rei. "Dan di kayangan itu beberapa tahun sekali pasti ada turnamen raja dewa" ucap dewa naga.


"Dan karena kekuatan milikku dan ayah mu itu setara, kami pun sampai di final dan aku berhadapan dengan ayah mu" ucap dewa naga. "Dan siapa yang menang....?" ucap Rei. "Ayahmu mengalah dan aku menang dan sampai sekarang aku masih menjadi raja dewa, dan kami berdua tidak tau kalau dewa yang kalah di final akan di buang ke bumi dan tidak boleh kembali lagi ke kayangan'' ucap dewa naga.


"Dan kemudian ayahku jatuh cinta pada seorang manusia yang itu adalah ibuku, kan...?" ucap Rei. "Ya.... dan juga nama mu di kayangan adalah dewa keberuntungan" ucap dewa naga. "Dewa keberuntungan.....? aku memiliki nama dewa keberuntungan di kayangan....?" ucap Rei. "Ya.... kalau kau ke kayangan kau akan di sambut dengan hangat oleh para dewa" ucap dewa naga.


"Jadi selama ini, aku menggunakan kekuatan ku sendiri bukan kekuatan yang kau berikan....?" ucap Rei. "Ya.... benar sekali, dan cukup segini saja, sampai jumpa lagi" ucap dewa naga yang perlahan menghilang. "Dewa keberuntungan kah, kalau begitu aku memiliki kekuatan untuk memberikan keberuntungan" ucap Rei.


Kemudian ia keluar dari dimensi cermin dan melihat salinan dirinya sedang memperbaiki perumahan dan baru mencapai setengah kota. "Kau sudah bekerja keras, Sekarang akan aku lanjutkan" ucap Rei. Dan salinan dirinya menghilang. Rei melanjutkan renovasi rumah di kota tersebut dan Rei berhasil menyelesaikan nya di tengah hari.


Rei pun berjalan ke arah restoran yang akan baru di buka. Rei pun sampai di depan restoran itu dan membuka pintu. "Wow..... Sekarang sudah lebih terlihat seperti restoran sungguhan" ucap Rei. "Tuan Rei, terima kasih atas bantuan anda" ucap Mari. "Jangan di pikiran, dan ini bantuan terakhir dari ku" ucap Rei yang memberikan sekantor penuh campuran koin emas dan platinum.


"Untuk apa tuan Rei.....?" ucap Zuna. "Ini modal untuk membuka restoran kalian, dan aku akan melihat apakah kalian bisa menjalankan bisnis sendiri" ucap Rei. "Baik .... kami akan bekerja dengan keras" ucap Cisa. "Bekerja jangan terlalu keras sesekali istirahat, dan sekarang aku akan pergi sampai jumpa" ucap Rei.


Rei pun berteleport ke mansion nya. Rei pun membuka pintu Mansion dan masuk ke dalam mansion. Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami masih berada di kamar mereka. "Seperti nya, aku sedikit terlalu keras tadi kepada mereka" ucap Rei. Dan Rei berjalan ke arah kamarnya. Beberapa pelayan sedang pergi untuk membeli kebutuhan pokok. Rei pun menyembuhkan Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami.


"Tidur sebentar sebelum makan siang tidak apa apakan.....?" ucap Rei dan kemudian ia berbaring di atas tempat tidur. "Aku akan tidur saja sebentar sambil memikirkan hal apa yang akan ku lakukan" ucap Rei dan ia pun tak lama tertidur. kurang lebih satu jam kemudian Rei terbangun dari tidurnya. "Whooam..... seperti nya hampir saat makan siang" ucap Rei.


Rei pun berdiri dan kemudian membuka pintu kamar nya, Rei keluar dari kamar nya dan menuju ke ruang makan. Di sana terdapat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami yang sedang berbincang bincang dan Yuna,nina sedang duduk. saat Yuna dan Nina melihat Rei mereka berdua langsung berdiri.


Kemudian para pelayan menyiapkan makanan di atas meja dan mereka pun makan siang bersama. Setelah beberapa saat mereka pun selesai makan siang. "Aku mau keliling kota sambil menghabiskan waktu, ada yang mau ikut.....?" ucap Rei. "Aku.....aku ikut.... aku juga ikut....." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami yang ingin ikut.


"Ya.... kalau begitu kita akan pergi semua" ucap Rei. dan mereka pun keluar dari mansion, mereka melihat lihat kota yang sangat berbeda dari yang mereka lihat sebelumnya.



"Seperti nya, kota ini sangat berbeda dari sebelumnya" ucap Iseria. "Ya.... aku memperbaiki setiap rumah dan sekarang menjadi rumah yang lumayan enak dilihat" ucap Rei. "Rei..... sampai segitunya kepada rakyat naga" ucap Asami. "Aku hanya membuat kota ini menjadi kota yang bagus bukan menjadi kota para penjahat" ucap Rei.


Saat berjalan jalan Rei dan yang lainnya tidak sengaja lewat di depan rumah Emy dan keluarga nya. "Eh....? nak Rei....? tunggu sebentar" ucap Saoto yang merupakan ayah Emy. "Eh....? paman ternyata kau tinggal di sini" ucap Rei. Rei dan yang lainnya pun berjalan menuju ke depan rumah Emy dan keluarga nya.


"Paman tidak bekerja.....?" ucap Rei. "Ya, aku pulang lebih awal karena dagangan ku laku keras tadi, dan bagaimana kalau mampir dulu" ucap Saoto yang mengajak Rei mampir ke rumah nya. "Ya.... tadinya aku mau bertanya kepada salah satu orang di sini di mana rumah paman, dan Sekarang tidak di sangka bertemu di sini" ucap Rei.


"Hahahaha..... apakah ini yang di sebut dengan takdir....? oh ya Rei, siapa mereka di belakang mu.....?" ucap Saoto. "Mereka adalah tunangan ku, akan ku perkenalkan" ucap Rei. dan rei pun memperkenalkan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami. "Ternya memang benar kalau tuan Rei itu sudah bertunangan, dan lagi tunangan nya lumayan banyak dan salah satu nya adalah putri kerajaan naga" ucap Emy.


Dan mereka pun membicarakan banyak hal. Setelah beberapa saat kemudian, Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun pergi untuk berjalan jalan, dan di saat mereka berjalan ada beberapa rakyat kota itu yang berterima kasih kepada Rei saat Rei lewat. "Ternyata benar kalau Rei yang memperbaiki perumahan di sini" ucap Cerise. "Jadi dari tadi kau belum percaya kepada ku....?" ucap rei.


"Hehehe.... karena memperbaiki perumahan satu kota hanya dalam beberapa jam itu sangat mustahil, tapi sekarang aku tau kalau tiada yang mustahil untuk Rei" ucap Cerise. "Asami kalau aku membuka kota ini untuk di datangi berbagai macam ras ke sini apakah menurut mu itu sangat mengutamakan...?" ucap Rei.