
Kemudian mereka pun keluar dan pergi untuk mencuci muka. setelah mencuci muka mereka pergi ke ruang makan. Mereka duduk sambil menunggu makanan siap, Yuna dan Nina baru selesai cuci muka dan sedang menuju ke ruang makan. "Selamat pagi Yuna dan Nina" ucap Rei. "selamat pagi papa...." ucap Yuna dan Nina yang kemudian duduk.
Tak lama mereka menunggu makanan pun sudah di sajikan di atas meja. Dan mereka pun sarapan pagi bersama, tak lama mereka selesai makan. "Aku akan keluar....." ucap Rei. "Yuna dan Nina ikut papa....." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... tapi bagaimana dengan kalian....?" ucap Rei. "Aku tidak ikut, aku mau menulis surat untuk ayahanda dan ibunda...." ucap Iseria. "Ya.... kalau begitu" ucap Rei. "Aku juga sama" ucap Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia.
"Kalau Cerise bagaimana....?" ucap Rei. "Aku tidak ada hal yang aku kerjakan" ucap Cerise. "Kalau begitu kau ikut lah...." ucap Rei. "Baiklah...." ucap cerise. "Yosh.... kita berangkat..." ucap Rei. "Hati hati di jalan" ucap Iseria, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia. "ya...." ucap Rei, Yuna, Nina dan Cerise.
Dan mereka pun pergi mengikuti Rei ke arah gubuk. Tak lama mereka pun sampai di sana. "Gubuk.....?" ucap Cerise. "Ya.... aku ada janji dengan seseorang di sini" ucap Rei. "Eh.... seperti apa dia.....?" ucap Cerise. "Dia hanyalah bocah" ucap Rei. "Kak Rei....." ucap Frans dari jauh yang berjalan ke arah Rei.
"Eh.... jadi dia yang bocah yang Rei katakan...." ucap Cerise saat melihat Frans. "Kak Rei siapa mereka....?" ucap Frans. "Dia Cerise tunangan ku, dan kalau mereka berdua Yuna dan Nina mereka anakku" ucap Rei. "Cerise, senang bertemu dengan mu...." ucap Cerise. "Ya.... aku juga.... namaku Frans" ucap Frans. "Ya.... senang bertemu dengan mu Frans" ucap Yuna dan Nina.
"Ya....." ucap Frans yang terpanah saat melihat Yuna dan Nina. "Hey.... Frans sekarang kita akan membawa pedang yang ada di dalam ke toko" ucap Rei. "A..... Baik...." ucap Frans yang tersadar. Rei, Cerise dan Frans pun masuk ke dalam gubuk, sedangkan Yuna dan Nina berada di luar. "Rei aku juga ikut membawa....." ucap Cerise. "Ya...." ucap Rei.
"Kak Cerise tidak perlu membawa nya" ucap Frans. "Kenapa Frans....? bukankah lebih bagus kalau Cerise ikut membawa....?" ucap Rei. "Kak Rei apakah kakak tidak kasihan....?" ucap Frans. "Hah....? untuk apa...? kekuatan fisik Cerise tidak ada yang bisa menandingi" ucap Rei. "hah...? aku tidak percaya" ucap Frans. Dan Cerise membawa beberapa pedagang, yang Cerise rasakan saat membawa pedang pedang itu hanya seperti membawa beberapa lidi.
"Eh.....?! aku hanya bisa membawa maksimal dua atau tiga, tapi kak Cerise bisa membawa lebih banyak dan tidak terlihat berat saat membawa" ucap Frans. "Kan aku sudah bilang" ucap Rei. Dan mereka pun keluar dari gubuk, setelah keluar Rei, Yuna, Nina, Cerise dan Frans pun pergi ke toko milik Lucrut.
Mereka berjalan menuju ke toko milik Lucrut. "Kak Rei kita mau kemana....?" ucap Frans. "Tadi aku sudah bilang kalau kita akan pergi ke toko" ucap Rei. "Toko....? apakah kak Rei punya toko sendiri...?" ucap Frans. "Bukan milikku, tapi milik teman ku" ucap Rei. "eh.... begitukah..." ucap Frans.
Dan mereka pun sampai di depan toko milik Lucrut. Lucrut menjaga tokonya dengan wajah yang murung. Mereka pun masuk ke dalam toko milik Lucrut. "Permisi....." ucap Rei. "Selamat..... datang....." ucap Lucrut. "Kau kenapa.....?" ucap Rei. "Ya.... hanya saja aku tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa apa saat ini" ucap Lucrut.
"Inikan.... pedang sihir yang ku banggakan....." ucap Lucrut. "Ya.... berterima kasihlah kepada Frans" ucap Rei. "Frans....?" ucap Lucrut. "Ya.... ini anak yang memberi tau di mana mereka menyimpan barang curiannya" ucap Rei. "Terima kasih Frans kan kalau tidak salah" ucap Lucrut. "Ya....." ucap Frans.
"Apakah ada yang bisa ku lakukan untuk berterima kasih.....?" ucap Lucrut. "Lucrut, biarkan dia bekerja di tempat mu...." ucap Rei. "Ya dengan senang hati, mulai hari ini Kau akan menjadi pekerjaan paruh waktu di sini" ucap Lucrut. d?"Apakah Benar....?!" ucap Frans. "Ya...." ucap Lucrut. "Yosh, kalau begitu aku akan pergi" ucap Rei.
"Kau akan langsung pergi....?" ucap Lucrut. "Ya kau sekarang harus mengurus bawahan mu" ucap Rei. Dan Rei, Yuna, Nina dan Cerise pun keluar dari toko Lucrut. "Hati hati di jalan Rei...." ucap Lucrut. "Hati hati kak" ucap Frans. "Ya...." ucap Rei. Dan mereka bertiga pun berjalan menuju ke Mansion.
Tak lama mereka berjalan mereka pun sampai di depan Mansion. "Kami pulang...." ucap Rei. "Selamat datang, tuan dan nona" ucap para pelayan. "Yang lainnya di mana....?" ucap Rei. "Nona Iseria dan yang lainnya sedang berbicara dengan kalau tidak salah putri para penyihir" ucap Vivi. "Oh.... begitu.... aku akan ke sana" ucap rei.
Rei, Yuna, Nina dan Cerise pun pergi ke tempat Iseria dan yang lainnya berada. "Ada apa....?" ucap Rei yang berada di tempat mereka. "Rei... Untung saja kamu datang...." ucap Iseria. "Memangnya ada apa....?" ucap Rei. "Anu.... perkenalkan nama saya, Carl saya calon ratu penyihir di masa mendatang dan aku memiliki sedikit masalah" ucap carl.
"Masalah....? kenapa membicarakan nya dengan ku....?" ucap Rei. "Tadi tidak sengaja bertemu dengan Sasaki, dia bilang kalau ada masalah kita bertemu dengan Rei.... dia pasti bisa menyelesaikan nya...." ucap Carl. "Apakah Benar itu Sasaki....?" ucap Rei yang menoleh ke arah Sasaki. "Ya...." ucap Sasaki.
"Hah...." Rei menarik nafas dalam dalam, kemudian ia duduk. "Maaf aku belum memperkenalkan diri, aku Rei" ucap Rei. "Ya.... senang bertemu dengan anda...." ucap Carl. "Jadi ceritanya secara lengkap...." ucap Rei. "Jadi begini.... saya adalah anak dari ratu penyihir sebelum nya, tapi ratu....." ucap Carl.
"Ya.... aku mengerti, jadi kau sekarang mendapatkan tugas untuk mengurus kerajaan penyihir....?" ucap Rei. "Ya.... benar sekali" ucap Carl. "Sudah aku duga.... Rei pasti bisa menyelesaikan nya...." ucap Sasaki. "Bagaimana aku tidak membantu, kalau dia sudah ke sini fa pulang tanpa membawa hasil, aku merasa tidak bisa tenang, dan selalu menggangguku" ucap Rei. "Jadi bagaimana apakah anda bisa membantu....?" ucap Carl.