Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.256 Ending



"Tidak......!! aku tidak akan mati di tangan bocah ini.......!!" batin dewa Iblis. Dan seketika area di sekitar dewa iblis terjadi ledakan yang dengan area cukup besar, Rei terkena ledakan secara langsung dan terhempas tak terlalu jauh.


"Ugh..... apa itu tadi......? aku sangat tidak menyadarinya" ucap Rei. "Hah.... hah..... hah.... sekarang kau berhasil membuat diriku marah dan aku akan menghabisi dirimu dengan cepat dan kau tidak perlu merasakan rasa sakit atas kematian mu, Rei.......!!!" ucap dewa iblis dengan penuh amarah dan di selimuti oleh aura yang sangat pekat dan kuat.


"Zinggg........" dewa iblis langsung berteleport ke depan Rei, Rei pun mengetahui hal itu dan merespon dengan cara melesatkan pukulan ke arah dewa iblis. "Bukk..... bukk..... bukk.... bukkk....buuuk..... bukkk..... bukkk.....bukkk....." Rei dan dewa naga saling adu pukul satu sama lain. kekuatan mereka seimbang dan melanjutkan pukulan.


"Kenapa......? kenapa dewa iblis menjadi sangat kuat, padahal tadi tidak.... apakah ini kekuatan penuh miliknya.....?" batin Rei. "Bukk.... bukkk....bukk....bukkk....bukk...." Rei dan dewa iblis masih saling adu pukul. "Sudah selesai rei.....!!!" ucap dewa iblis. "Jlebb......" sebuah pukulan dari dewa iblis mengenai telak bagian dada Rei hingga bolong.


"Ugh..... sepertinya kau terlihat sebentar, dewa iblis......" ucap Rei dengan dada yang berlubang yang kemudian Rei berubah menjadi abu dan hilang terhempas angin. "Apa.....? itu bukan yang asli, terus yang asli ada di mana......?" ucap dewa iblis. "Di sini dewa iblis.......!!!" ucap Rei yang berada di belakang dewa iblis.


"Duuuuakkk......!!!" pukulan dengan sangat keras yang langsung mengenai kepala dewa iblis dan membuat dewa iblis terjatuh ke arah laut. "Kuagh...... sejak kapan dia ada di belakang ku......?" batin dewa iblis. "Byuuurr......!!" dewa iblis terjatuh ke laut dan tenggelam tak terlalu dalam.


Setelah terjatuh dewa iblis langsung kembali terbang di atas air laut. "Sialan.....!! tak ku maafkan kau yang menipuku, Rei......!!!" ucap dewa iblis dengan penuh amarah. "Hah.....?! aku menipumu.....? kau lah yang dengan mudah tertipu dengan clon milikku" ucap Rei. "Cih, mengelak dengan kata kata kau, dasar sialan" ucap dewa iblis.


"Wush....." dewa iblis pun langsung melesat dengan cepat ke arah Rei. Dan Rei pun juga terbang ke bawah, ke arah dewa iblis. keduanya saling melesat dari arah yang berlawanan. "Magic, Millions of meteors" dewa naga menggunakan sihir dadi senjata dewa miliknya.


[Note: Magic adalah penggunaan sihir bagi para dewa untuk menggunakan sihir spesial dari senjata dewa mereka, kekuatan senjata dewa bervariasi dan hanya ada satu sihir bagi seorang dewa].


Di saat dewa iblis melesat, di belakangnya terdapat jutaan anak panah yang terlihat seperti meteor yang ikut melesat mengikut dewa iblis. "Cih.... sihir spesial senjata dewa, dan juga areanya sangat buat, bagaimana aku bisa menghalau semuanya....." ucap Rei. "Gunakan saja sihir spesial tuan, lawan sihir spesial dengan sihir spesial juga" ucap Pandora box.


"Masuk akal juga, Kalau begitu mohon bantuannya Pandora" ucap Rei. Pandora box tidak menjawab perkataan Rei tersebut. "Magic, The Pandora" Rei menggunakan sihir spesial dan di tangan kanannya ia memegang sebuah kotak yang berukuran sekitar sepuluh kali sepuluh centimeter.


"Sihir, Pandora Shield" Rei mengarahkan kotak itu ke depan dan seketika muncul jutaan perisai terbuat dari sihir. Perisai itu muncul di depan Rei dan membentang luas. "Hah..... kau bercanda, panahku akan langsung menghancurkan perisai sihir maupun perisai fisik, terimalah serangan ku dan matilah dengan tenang Rei......!!" ucap dewa iblis.


Dewa iblis pun berhenti melesat dan dia hanya mengarahkan setengah jutaan anak panah seperti meteor itu ke arah Rei. Rei pun juga ikut berhenti melesat dan ia menjauhkan jarak perisai dari dirinya sekitar lima meter. "Majulah, aku akan menerima setiap serangan mu, dwa iblis......!!!" ucap Rei yang juga menantang dewa iblis.


"Hah..... hah.... hah.... bagaimana mungkin, serangan ku tidak ada yang mengenai dirinya......" ucap dewa iblis. "Hah.... hah...


hah.... untung saja perisainya pas tak kurang" ucap Rei. "Sialan......!!!" ucap dewa iblis yang melesat tanpa ada rencana sama sekali. "Majulah, aku akan menerima dan mengembalikan semua serangan mu, dewa iblis......!!" ucap Rei.


Dan mereka berdua pun melesat ke arah satu sama lain. "Swashh......" dewa iblis memanjangkan cakarnya dan berniat untuk menusuk dan mencabik cabik Rei. "Sihir, Pandora Sword" dari kotak yang di pegang Rei itu muncul sebuah bilah pedang yang memiliki panjang sekitar 1,5 meter.


Mereka sedikit demi sedikit semakin dekat dan bersiap untuk melakukan serangan. "Wush...... jleb......" Rei langsung menusukkan pedangnya dengan cepat sebelum cakar dewa iblis menusuk tubuh Rei dan mencabik cabik dirinya. "Sudah selesai dewa naga, jangan dendam dan pergilah dengan tenang......" ucap Rei dengan muka datar dan tatapan tajam.


"Ah..... sepertinya memang aku yang kalah, dan juga senjata dewa milikmu mirip seperti punya beliau" ucap dewa iblis. "Hah..... beliau.....? siapa yang kau maksud......!!" ucap Rei. "Ah.... ini sudah akhirnya....." ucap dewa iblis yang kemudian menghilang menjadi abu yang kemudian di terpa angin.


"Ah..... masih banyak yang ingin aku tanyakan, tapi tidak ada yang bisa menjawabnya lagi...... untuk sekarang sebaiknya aku kembali" ucap Rei. "Zingg....." dengan cepat Rei pun berteleport ke tempat Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora yang berada di pinggiran pantai.


"Tap......" Rei mendarat di pinggiran pantai yang berjarak sekitar sepuluh meter dari Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya. "Ugh..... kepalaku sedikit sakit, dan badanku terasa nyeri di berbagai tempat" ucap Rei yang wujudnya kembali seperti semula. "Rei......!! Danna.....!! papa......!! sayang......" ucap Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya yang sambil menghampiri Rei.


Rei pun juga berjalan ke arah mereka. Rei yang berjalan ke arah Iseria dan yang lainnya itu pun sedikit kehilangan keseimbangan dan akan terjatuh. Saat akan terjatuh, Rei di tangkap oleh Iseria dan yang lainnya. "Rei.... apakah kamu baik baik saja......?" ucap Iseria. "Iya.... bagaimana kalau istirahat dulu, Danna" ucap Shiko.


"Hahahah..... maaf maaf, menghawatirkan, aku baik baik saja hanya sedikit capek" ucap Rei. "Seperti Rei tetap menjadi Rei, tidak akan berubah menjadi orang lain" ucap Iseria. "Papa ...." ucap Yuna dan Nina yang memeluk Rei, Iseria dan yang lainnya pun ikut memeluk Rei.


Sementara itu di tempat lain, sesosok makhluk yang duduk di sebuah singgasana dan menonton hak yang terjadi di berbagai dunia. "Hahaha..... cukup menarik, aku cukup terhibur dengan orang yang namanya Rei, sepertinya memang tepat aku pergi dari dunia dewa dan di sini sendiri dan menonton" ucap sosok itu.


-TAMAT-