
Dan juga Iseria memiliki alasan yang lain kenapa ia memperbolehkan Rei memonopoli nya. Karena saat ia kecil ia pernah mendengar sesuatu dari seorang penyihir sebelum Chiba.
Penyihir itu terlihat sangat muda dan saat itu Iseria berusia sekitar 8 tahun. Dan penyihir itu berusaha sekitar 25 tahunan. Akan tetapi penyihir tersebut tiada saat umur 27 dan ia di gantikan Chiba. Dan Iseria masih mengingat kata kata yang pernah di katakan oleh penyihir tersebut.
[Flashback]
"Tuan Puteri apa anda mau saya ceritakan tentang masa depan....?" ucap penyihir tersebut. "Masa Depan.....?" ucap Iseria yang berusia 6 tahun. "Ya.... saya tadi melihat sekilas tentang masa depan yang akan sangat cerah" ucap penyihir tersebut. "Tolong ceritakan....." ucap Iseria.
"Ya .... nanti akan ada seseorang yang akan merubah dunia ini menjadi dunia yang lebih baik lagi" ucap penyihir tersebut. "Apakah aku bisa bertemu dengan orang itu.....?" ucap Iseria. "Pasti, anda pasti akan bisa bertemu dengan nya, orang tersebut akan membawa dunia yang lebih indah dari yang sekarang" ucap penyihir tersebut.
"Dari mana orang itu berasal.....? dan seperti apa orang itu.....?" ucap Iseria. "Dia berasal dari tempat yang sangat jauh bahkan kita tidak tau di mana letaknya, tetapi dia pasti ada, kalau orang itu memiliki sifat yang sangat baik kepada sekitar nya dan juga ia bisa Santai dan kalau saat serius ia akan serius" ucap penyihir tersebut.
"Seperti nya orang itu pasti hebat" ucap Iseria yang kagum dengan orang dalam cerita penyihir tersebut. "Yah, segini saja yang bisa saya ceritakan, sekarang anda harus pergi ke tempat raja" ucap penyihir tersebut. "Kalau begitu sampai jumpa, kakak penyihir" ucap Iseria yang berlari keluar ruangan.
[Flashback end]
"Apakah pilihan ku kalau Rei adalah orang yang kau ceritakan kak penyihir......" batin Iseria. "Iseria kenapa....?" ucap Sasaki. "Tidak apa apa, hanya saja aku mengingat orang yang telah tiada" ucap Iseria. "Kalau ada apa apa kau bisa membicarakan nya dengan ku....." ucap Sasaki. "Ya .... terima kasih Sasaki, Sekarang aku sudah lebih baik" ucap Iseria.
"Oh, ya Asami apa kau juga menyukai Rei.....?" ucap Iseria. "A.... apa yang kau bicarakan ini....?" ucap Asami. "Jangan berpura pura, lebih baik bicarakan dengan kami" ucap Iseria. "Ya..... bicarakan saja" ucap Cerise, Shiko dan Sasaki. Dan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami membicarakan sesuatu.
Di tempat Rei, Raja dan Ratu naga. "Jadi tuan Rei, anda ke sini untuk berpetualang.....?" ucap raja naga. "Panggi Rei saja yang mulia, ya....aku ke sini perjalanan dari petualangan" ucap Rei. "Setelah dari tempat ini kamu mau ke mana....?" ucap ratu naga. "Seperti nya aku masih akan ada di pulau naga untuk waktu yang lumayan lama, tapi nanti juga aku akan pergi ke pulau lain" ucap Rei.
"Mereka berdua adalah anak yang ku adopsi, karena mereka tidak memiliki tempat tinggal dan juga orang yang Mau merawat mereka jadi aku mengangkat mereka menjadi anak ku" ucap Rei. "Papa..... teh nya enak,......" ucap Yuna. "Enak, ya aku juga akan minum teh nya" ucap Rei yang sambil minum teh. "Sayang melihat anak Rei yang kecil mengingatkan ku pada putri kita saat kecil" ucap ratu.
"Ya.... saat putri ku kecil memang sangat imut, dan tanpa sadar dia sudah besar" ucap raja yang menceritakan Asami. Tanpa sadar mereka berbicara sampai siang hari. "Eh....? hari sudah siang, seperti nya kami harus pulang" ucap Rei. "Eh, bagaimana kalau kita makan siang dulu.....?" ucap raja yang mengajak makan siang. Di saat yang bersamaan Elathan datang dan menunduk di belakang Rei.
"Ya.... Elathan seperti sudah lama tak bertemu" ucap Rei. "Maafkan saya tuan, karena ada banyak masalah yang menghampiri saya di pulau iblis, dan juga saya membutuhkan waktu untuk mencari raja iblis Dominic Yugo yang tidak selalu ada di tempat nya" ucap Elathan. "Ya.... tidak apa apa" ucap Rei.
Raja dan Ratu naga terkejut melihat kedatangan Elathan dan juga mereka berdua sedikit ketakutan kerena merasakan energi sihir milik Elathan dan juga aurat pembunuh milik Elathan. "Rei.... siapa orang itu.....?" ucap raja. "Ah, dia Elathan, raja dan ratu kalian jangan takut, dia adalah bawahan ku yang setia, dia tidak akan menyerang kecuali ada yang menyerang ku" ucap Rei.
"Bawahan.....?" ucap ratu. "Ya, seperti pelayan pribadi, para bangsawan pasti punya" ucap Rei. "Kekuatan pelayan pribadi nya Rei Sangat lah kuat, bahkan aku dan istriku jika melawannya belum tentu bisa menang" batin raja. Raja dan ratu tidak bisa membayangkan seberapa besar kekuatan milik Rei. "Oh ya, kebetulan sekali kau ada di sini, apa kau bisa menyampaikan pada yang lainnya kalau aku, Yuna, Nina dan yang lainnya akan makan siang di sini" ucap Rei.
"Baik, akan saya sampaikan kepada yang lainnya" ucap Elathan dan ia pun berteleport ke Mansion, ia pun mencari para pelayan dan menyampaikan pesan dari Rei. "Rei pelayan pribadi mu Sangat kuat ya....." ucap raja. "Tidak, dia bahkan sangat lemah menurut ku" ucap Rei. "Oh ya, Rei apa kau nyaman dengan pulau naga
....?" ucap ratu. "Ya.... lumayan" ucap Rei.
"Ya bagus kalau kau nyaman di sini" ucap ratu. "Raja, Ratu akan ku katakan, kalian janganlah merasa takut atau sungkan kepada ku, aku bukanlah orang yang akan menghancurkan rumah orang lain hanya kerena tidak nyaman atau tidak menyukai nya" ucap Rei yang sedang serius. "Ya... baiklah kalau kamu berkata begitu" ucap raja dan ratu naga.
Rei bukanlah orang yang akan menghancurkan tempat orang lain hanya kerena tidak menyukai nya, akan tetapi Rei adalah tipe orang yang akan menghancurkan orang yang menghalanginya atau mengganggu nya tanpa sebab yang pasti, tapi dia sangat menghargai orang yang telah mempercayai nya dan Rei juga akan mempercayai orang yang mempercayai diri nya.
Setelah waktu makan siang tiba, Rei, raja, ratu naga dan yang lainnya pergi ke ruang makan kastil kerajaan naga. Mereka makan dan setelah makan Rei dan yang lainnya pamit Kepada raja naga dan ratu naga, setelah berpamitan Rei dan yang lainnya pergi ke mansion menggunakan gerbang dimensi.