
Mereka semua pun sarapan bersama dan setelah selesai sarapan tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu Mansion. "Tok.... tok .... tok...." suara pintu di ketuk. "Aku akan membuka nya" ucap Rei. Rei berjalan ke arah pintu masuk dan ia membukanya.
"Siapa kau.....?" ucap Rei. "Ma....maaf kalau saya mengganggu anda, saya kemari hanya sebentar saya mau memberikan ini" ucap manusia hiu itu sambil memberikan sekantor penuh. "Apa ini....?" ucap Rei yang menerima kantong tersebut. "Itu adalah upah anda kemarin, kami minta maaf karena tidak memberikan nya kemarin" ucap manusia hiu itu.
"Ya tidak apa apa" ucap Rei. "Kalau begitu saya pamit ya" ucap manusia hiu itu yang meninggal mansion dan ia menyelam ke laut. "Rei tadi itu apa....?" ucap Iseria. "Dia memberikan upah pekerja kemarin" ucap Rei. "Memberikan upah pekerja kemarin.....?" ucap Cerise. "Ya, kemarin di tengah laut terdapat monster yang mengancam keadaan laut, jadi aku membantu mengalahkan nya" ucap Rei.
"Oh, begitu ceritanya" ucap Sasaki. "Oh, ya sekarang kita akan berangkat" ucap Rei. "Mau Sekarang mau kemana papa.....?" ucap Yuna. "Hmm.... coba kita lihat" ucap Rei yang melihat peta.
"Tujuan terdekat ada dragon land, demi God land dan beast land, kalau menurut kalian yang mana....?" ucap Rei. "Dragon....." ucap Sasaki, Cerise, Yuna dan Nina. "Ya, kalau begitu kita akan ke dragon land" ucap Rei. dan mansion pun terangkat dan mulai berjalan menuju dragon land.
Yuna dan Nina melihat keluar dan berada di teras. "Papa..... papa.... kita terbang....." ucap Nina. "Ya, aku dan yang lainnya juga terbang dari tempat ke tempat lain" ucap Rei. "Rei pasti berat menggunakan sihir untuk menerbangkan tempat ini ke tempat yang dituju" ucap Sasaki. "Kalau menurut ku, tidak berat bahkan sangat hemat mana di bandingkan dengan bertarung" ucap Rei.
"Sekarang bukan saat nya untuk bersantai, Iseria bisa ulurkan tangan mu....?" ucap Rei. "Ya...." ucap Iseria yang sambil menunjukkan tangannya kepada Rei. Rei pun memegang tangan Iseria. "Hmm.... memang benar aku bisa merasakan energi sihir milik Tamer Master" batin Rei. Dan ia pun mengalirkan Sihir nya ke tangan Iseria.
"Jadi, Danna membuka kunci yang ada di dalam tubuh Iseria yang merupakan generasi penerus kekuatan Tamer Master dan untuk Cerise, dia menjadi calon ratu raksasa atau Giant" ucap Shiko. "Benar sekali, tapi bagaimana kau bisa tau Shiko....?" ucap Rei. "Maaf, aku belum memberi tau kalian, aku bisa melihat dengan lebih efektif di bandingkan dengan ras lain" ucap Shiko.
"Ah, jadi kau di berikan kekuatan mata dari salah satu peri kan" ucap Rei. "Bagaimana Danna tau....?" ucap Shiko. "Hmm..... hap....." Rei menangkap sesuatu yang kecil dan tak terlihat di tangan kanannya. "Hoy, tunjukkan dirimu" ucap Rei. "Baiklah yang mulia" ucap peri. Dan muncul tiga peri yang satu di tangan Rei dan dua lagi memberi hormat di depan Rei. "Maafkan kami yang mengikuti anda diam diam" ucap mereka bertiga.
Sylph
Undine
Bruni