
Viora pun keluar dari mansion dan menuju untuk kembali ke rumahnya. "Oh ya Rei apakah kita nanti akan mengantar Lena ke rumahnya....?" ucap Iseria. "Ya, karena nanti kita juga akan ke dark elf land" ucap Rei. "Kira kira seberapa jauh dari sini....?" ucap Lena. "Hmm.... aku juga tidak bisa menyimpulkan, lihat saja di peta" ucap rei sambil mengeluarkan sebuah peta.
"Hmm.... setelah dari sini kita bisa kembali ke kerajaan Iseria atau ke shinigami land, setelah itu kita ke dark elf" ucap Rei. "Hmm.... kalau ke shinigami kemudian ke dari terus kembali ke kerajaan tortus tidak ada masalah kan....?" ucap Iseria. "Ya.... tidak masalah, jadi bagaimana....?" ucap Rei.
"Ya.... baiklah, aku akan mengikuti saja" ucap Lena. "Kalau begitu aku akan menyiapkan kamar untukmu Lena" ucap Rei. "Terima kasih banyak Rei" ucap Lena. "Ya.... santai saja" ucap Rei, dan Rei pun pergi dari ruang tengah. "Papa.... Yuna dan Nina ikut" ucap Yuna dan Nina yang berlari ke arah Rei yang sedang berjalan. Rei, Yuna dan Nina pun pergi untuk menyiapkan sebuah kamar untuk Lena.
"Oh ya, bagaimana dengan pakaian ganti....?" ucap Cerise. "Aku tidak punya" ucap Lena. "Ya... kalau begitu nanti aku akan pinjami pakaian ganti milikku" ucap Cerise. "Terima kasih Cerise" ucap Lena. "Tidak apa apa" ucap Cerise. "Aku juga akan meminjami bajuku" ucap Iseria. "Terima kasih banyak" ucap Lena. "Dengan cepat kalian sudah bisa menerima Lena" ucap Rin. "Kalau Rin bagaimana....? apakah Rin tidak suka kalau ada Lena...?" ucap Iseria. "Tidak sama sekali" ucap Rin.
"Apakah Benar.....?" ucap Iseria. "Ya.... aku tidak apa apa meski ada Lena, atau tambahan lainnya, tapi kalau ada yang memanfaatkan kebaikan Rei demi diri sendiri aku tidak terima" ucap Rin. "Ya.... aku juga" ucap Sasaki. "Meski Rei baik bukan berarti itu alasan untuk di manfaatkan" ucap Alencia. "Ya..... benar juga aku merasa begitu" ucap Iseria.
"Oh ya kalau tidak bukankah ada acara tahunan yang di sebut sebagai ulang tahun.....?" ucap Lena. "Ulang tahun kah..... ulang tahun ku tahun ini di adakan bersamaan dengan pesta kesembuhan ku" ucap Iseria. "Omong omong tetang ulang tahun apakah ada yang tau kapan ulang tahun Rei....?" ucap Asami. "Aku tidak pernah dengar" ucap Cerise.
"Bagaimana kalau kita rayakan....?" ucap Shiko. "Ya.... kalau sudah tau kita rayakan ulang tahun Rei" ucap Iseria. "Ya.... kami juga setuju" ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena. "Apakah Lena juga ingin ikut merayakan....?" ucap Iseria. "Ya... kalau bisa" ucap Lena. "Baguslah, semakin banyak semakin ramai dan semakin bagus" ucap Iseria.
"Tapi bagaimana cara agar kita tau kapan ulang tahunnya....?" ucap Alencia. "Kalau itu bagaimana kalau kita tanya Rei....?" ucap Iseria. "Bukankah kalau Rei tau tidak akan jadi kejutan....?" ucap Sasaki. "Ada benarnya juga, bagaimana kalau tanya Yuna atau Nina....?" ucap Cisa. "Hmm.... bisa jadi kalau mereka berdua tau" ucap Iseria. "Kenapa tidak orang tau Rei....?" ucap Rin.
"Ya.... tapi kalau Rei bertanya kenapa kalian ingin tau kapan Rei lahir bagaimana....?" ucap Iseria. "Ya.... dan juga kalau Rei tau bahwa kita akan merayakan ulang tahunnya, bagaimana....?" ucap Shiko. "Benar juga kata kalian, kalau begitu tidak ada cara lain selain menebak" ucap Iseria. "Bukankah itu sangat beresiko tinggi.....? bisa jadi kalau ulang tahun Rei itu sudah terlewat atau hari ini dan juga bisa besok, lusa atau beberapa bulan lagi" ucap Cisa.
"Tidak apa apa, kita harus bisa membuat kejutan kepada Rei" ucap Iseria. "Kejutan.....? apa yang akan kalian lakukan....?" ucap Rei yang berjalan menuju ke ruang tengah. "Re.... Rei...?!" ucap Iseria. "Kenapa terkejut seperti itu....? apa yang akan kalian lakukan....?" ucap Rei. "Rahasia, itu tidak bisa di katakan kepada Rei" ucap Iseria. "Ya... Baiklah aku tidak akan bertanya lebih lanjut" ucap Rei.
"Oh ya Rei.... dari mana saja kamu mendengar pembicaraan kami....?" ucap Iseria. "Hmm.... aku hanya mendengar kata kejutan saja, dan tidak tau apa yang kalian bicarakan" ucap Rei. "Syukurlah Rei tidak mengetahuinya" ucap Cerise. "Oh ya, kamarmu sudah siap Luna dan bagaimana dengan pakaian ganti mu....?" ucap Rei. "Kalau pakaian ganti kami meminjamkan milik kami ke Lena" ucap Iseria. "Apakah benar....?" ucap Rei.
"Ya.... benar, aku sangat berterima kasih kepada Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl. "Ya.... baguslah, kalau begitu aku akan pergi" ucap Rei. "Rei tunggu, Rei mau kemana....?" ucap Iseria. "Aku mau ke pemandian air panas" ucap Rei. "Papa..... ayo papa...." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... kalian ke sana dulu aku akan menyusul" ucap Rei. "Ya.... baiklah kalau begitu Yuna dan Nina akan ke sana dulu" ucap Yuna dan Nina.
"Kami juga ikut...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia. "Eh.... kita akan berendam bersama....?" ucap Carl. "Ya.... tentu saja, itu sudah biasa" ucap Iseria. "Bukankah akan terlihat tubuh kalian...." ucap Lena. "Tidak, kami memakai handuk" ucap Iseria. "Tidak tidak tidak, ada dua pemandian Kelian menggunakan yang satunya" ucap Rei. "Heh.....?! kenapa bukankah sudah biasa....?" ucap Iseria.
"Rei nanti tergoda dengan tubuh ku...." ucap Rin. "Tidak akan, Rei tidak akan terangsang oleh mu" ucap Iseria. "Hah.... aku tidak ingin mendengarkan kata kata mereka" ucap Rei pelan dan kemudian Rei keluar dari ruang tengah dan menuju ke pemandian air panas. Di ruang tengah, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl berdebat satu sama lain.
"Ya.... baiklah kalau begitu kita tunjukkan siapa yang menarik perhatian Rei...." ucap Iseria. "Ya... aku tidak akan kalah" ucap Cerise. "Aku sangat percaya diri, dan tidak akan kalah" ucap Rin. "Siap siap kalah kalian, dan aku yang akan menang" ucap Carl. "Ya.... jangan sampai kalah" ucap Shiko. Dan mereka pun bersamaan menuju ke pemandian air panas. Sementara itu di pemandian air panas Rei, Yuna dan Nina sedang berendam. "Papa.... apakah kak Iseria dan yang lainnya akan ke sini....?" ucap Yuna.