
"Bukankah kau sudah tau dari awal...? dan juga para ras angel sering datang ke sini" ucap Rei. "Eh....tidak tau, karena kalau membahas itu rasanya kurang enak kepada ras angel" ucap Rin. "Kalau Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami, apakah kalian juga tau....?" ucap Rei. di balik pintu kamar Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa menguping di balik pintu.
"Eh..... Kami ketahuan....?" ucap Iseria. kemudian Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun menampakkan diri dan masuk ke dalam kamar Yuna dan Nina. "Kami juga tidak tau tepatnya di mana tempat para ras angel" ucap Shiko. "Aku juga Tidak tau, karena di peta tidak pernah ada" ucap Iseria. "Eh... jadi begitu" ucap Rei.
"Papa.... apakah papa tau di mana tempat para ras angel itu...?" ucap Yuna. "Hmm... kurang lebih" ucap Rei. "Jadi dimana papa...?" ucap Nina. "Apakah peta tadi ada yang membawanya kesini....?" ucap Rei. "Ini...." ucap Cisa yang memberikan peta yang ada di ruang tengah. "Ya... terima kasih" ucap Rei yang mengambil peta yang di berikan Cisa. Dan Rei membuka peta itu, kemudian menaruhnya di atas lantai.
"Sekarang mereka ada di sini...." ucap Rei. "Eh...?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa dan Rin yang terkejut. "Bu... bukankah itu kerajaan ini...?" ucap Rin. "Ya, tepat sekali mereka ada di tempat ini" ucap Rei. "Itu tidak mungkin....." ucap Rin. "Padahal aku berbicara kebenaran, tapi kau tidak mempercayai ku" ucap Rei. "Mau dilihat dari mana pun, yang kau tunjuk itu adalah pulau Demi-God land" ucap Rin.
"Ya... kata kata Rin, benar" ucap Iseria. "Apakah kalian berpikir mereka ada di atas tanah....?" ucap Rei. "Eh....? kalau tidak di atas tanah ini, di mana...?" ucap Cisa. "Di langit, lebih tepatnya sky Land" ucap Rei. "Ada benarnya juga, apakah saat kita pergi kita bisa melihat sky Land milik para angel....?" ucap Iseria. "Kemungkinan nya tidak kecil" ucap Rei.
"Be..... benarkah....?" ucap Rin dengan nada sangat senang. "Ya.... kalau beruntung, tapi ada juga kemungkinan tidak bisa melihatnya, karena bisa saja sky Land milik para angel memiliki sihir untuk mengadaptasi dengan langit" ucap Rei. "Eh.... ada kemungkinan tidak bisa melihat nya....." ucap Rin dengan nada sangat kecewa.
"Kenapa kau langsung kecewa....?" ucap Rei. "Oh ya.... Rin apakah kau juga akan tinggal di sini....?" ucap Iseria. "Bolehkah.....?" ucap Rin. "Saya juga baru tinggal di sini kemarin" ucap Cisa. "Eh..... kalau di lihat lihat aku seperti nya pernah melihat mu" ucap Rin. "Ya.... saya berasal dari pulau seberang" ucap Cisa.
"Eh.... benarkah kau berasal dari desa seberang....?" ucap Cisa. "Ya...." ucap Cisa. "Yuna dan Nina, pelajaran untuk hari ini sudah cukup, kalian mau apa sekarang....?" ucap Rei. "Papa.... ayo pergi membeli beberapa makanan dan minuman" ucap Yuna. "Ya... papa ayo pergi" ucap Nina. "Ya... ayo kita pergi" ucap Rei.
"Ya.... terima kasih Rei...?" ucap Rin. "Ya...." ucap Rei. "Yey...." ucap Rin yang sangat senang dan ia langsung pergi untuk mengambil barang barang nya. "Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa apakah kalian juga ingin ikut....?" ucap Rei. "Bolehkah....?" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa secara bersamaan. "Ya.... tentu saja karena ini bukan berpergian resmi" ucap Rei.
Kemudian Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun keluar dari kamar Yuna dan Nina. Mereka berjalan dan akan keluar untuk jalan jalan. dan saat akan keluar Rei berbicara dengan Luna agar menyiapkan sebuah kamar untuk di gunakan oleh Rin. "Luna bisakah kau menyiapkan kamar untuk Rin tinggal di sini....?" ucap Rei. "Baik tuan, saya akan menyiapkan nya" ucap Luna. "Ya... terima kasih ya...." ucap Rei.
"Baik, selamat jalan tuan...." ucap Luna. Kemudian Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa pun keluar dari mansion mereka berjalan jalan untuk membeli beberapa makanan atau minuman. "Yuna Nina, kalian mau apa....?" ucap Rei. "Yuna dan Nina belum tau,papa untuk sekarang kita jalan jalan" ucap Yuna dan Nina. "Ya... kita akan jalan, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa kalau kalian ingin sesuatu tinggal bicara saja, aku akan membelikan nya" ucap Rei.
"Te... terima kasih" ucap Cisa. "Terima kasih, Rei" ucap Iseria, Cerise, Sasaki. "Terima kasih, Danna" ucap Shiko. "Terima kasih, sayang" ucap Asami. "Ya.... kalian tidak perlu sungkan" ucap Rei. Dan mereka yang jalan jalan pun berhenti di sebuah toko yang menjual sebuah roti. Mereka membeli beberapa roti dan memakan roti yang di beli itu.
"Ya.... Rei..... kita bertemu lagi..." ucap Kay. "Ya.... bertemu lagi" ucap Rei. "Rei bagaimana kalau kita minum minum lagi....?" ucap Kay. "Maaf aku tidak bisa" ucap Rei. "Eh.... maaf aku tidak sadar, kau berjalan bersama dengan teman teman mu" ucap Kay yang melihat Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa. "Maaf mereka bukan teman teman ku" ucap Rei. "Eh...? bukan teman...? berarti saudara....?" ucap Kay.
"Maaf, kami adalah tunangannya Rei" ucap Iseria. "Ya...." ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa. "Kamu saja, atau kalian semua....?" ucap Kay yang sambil menunjuk ke Iseria. "Lebih tepatnya kami semua" ucap Cerise. "Ah... tidak mungkin, aku yang bisa dibilang lumayan tampan saja hanya bisa memiliki satu istri, tapi kau memang berbeda Rei, kau bisa memiliki lebih dari satu tunangan, itu sangat hebat" ucap Kay yang mengagumi Rei.
"Kenapa kau malah mengagumi ku....? bukankah kau sudah punya anak satu dan kau ingin memiliki istri lagi....? apa sebaiknya aku katakan itu kepada Frey.....?" ucap Rei. "Tidak tidak Rei jangan, aku hanya bercanda" ucap Kay. "Hahaha.... meski bercanda itu sama saja seperti ingin mengakhiri hidup" ucap Rei.
"Mengakhiri hidup....? apa maksud nya Rei....?" ucap Iseria. "Kalau saja aku pergi ke distrik malam, atau ke tempat ke kenikmatan, seperti apa yang kalian rasakan....?" ucap Rei. dan sorot mata Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa berubah menjadi sorot mata yang sangat tajam ke arah Rei. "Ah.... sorot mata yang sangat menusuk" ucap Rei.