
Rei dan yang lainnya pun di sambut dengan sangat baik oleh para anggota kerajaan sebagai permintaan maaf. dan tangan Rei di gandeng oleh Iseria dan Shiko. "Iseria dan Shiko tidak adil" ucap Asami. "Siapa cepat dia dapat" ucap Shiko. "Kalian sedang apa...?" ucap Rei. "Danna tidak perlu memperdulikan nya" ucap Shiko.
Dan setelah acara di sana selesai, mereka berniat untuk kembali. Dan saat mereka berjalan ke arah gerbang kastil di depan mereka terdapat Rin yang sedang berdiri di tengah jalan. "Rin ada apa....?" ucap Rei. "Cupp....." seketika Rin langsung memeluk Rei dan mencium Rei. "Eh.... apa yang baru saja terjadi....?" batin Rei yang kebingungan.
"Eh...!!!!" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa yang sangat terkejut melihat Rei dan Rin berciuman. "Eh....? A... apa yang kau lakukan Rin...." ucap Rei yang terlihat terkejut. "Aku hanya mencium seorang yang aku cintai" ucap Rin. "Rei.... coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi.....?" ucap Iseria. "Aku tidak tau apa apa, bagaimana kalau ke Mansion dan berdiskusi dengan kepala dingin" ucap Rei.
"Ya...." ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan Cisa. Dan mereka pun ke Mansion, dan setelah di mansion mereka semua berkumpul di sebuah ruangan. Rei duduk dengan Yuna dan Nina berada di pangkuan nya, dan Iseria pun bertanya kepada Rin. "Kalau tidak salah nama mu Rin kan....?" ucap Iseria. "Ya.... nama ku Rin" ucap Rin. "Rin kenapa kau mencium Rei....?" ucap Iseria. "Ya.... karena aku mencintai nya" ucap Rin.
"Papa kak Iseria dan yang lainnya membicarakan apa....?" ucap Yuna. "Kalian tidak perlu menyimak, dan kenapa kalian ke sini...?" ucap Rei. "Karena Yuna dan Nina ingin dengan papa" ucap Nina. "Ya sudahlah, kalian tidak perlu mendengar mereka membicarakan apa...." ucap Rei. "Ya ... papa" ucap Yuna dan Nina. Dan tak lama Yuna dan Nina pun tertidur dengan paha Rei sebagai bantalan. "Pada akhirnya mereka berdua tertidur" batin Rei.
Dan Rei yang hanya mendengar pembicaraan Iseria dan yang lainnya pun mulai bosan dan akhirnya Rei tanpa sadar tertidur. Dan tak lama kemudian Rei terbangun, pandangan Rei terasa samar samar dan ia berbaring di sebuah tempat. Rei melihat ke atas, Rei melihat langit langit tempat itu berwarna putih. "eh.... apakah Langit langit mansion berwarna putih seperti ini....?" batin Rei. "uh.... badanku terasa sakit dan sulit di gerakkan" batin Rei.
"Ka... Kakak sudah sadar....?" ucap seorang perempuan yang sedang duduk di kursi sebelah Rei dan ia pun langsung berlari keluar. "Dokter.... dok.... bisakah anda ke sini....?" ucap perempuan itu. Dan perempuan itu beserta dokter itu pun masuk ke dalam dan memeriksa keadaan Rei. "Syukurlah keadaan beliau sudah siuman dari komanya" ucap dokter itu.
"Apakah Kakak saya bisa kembali seperti dulu...?" ucap perempuan itu. "Kalau tuhan menghendaki semua bisa terjadi, kita do'akan saja semoga beliau cepat sembuh" ucap dokter itu. "Syukurlah keadaan kakak sudah baikan, kakak apakah kakak bisa berbicara....?" ucap perempuan itu.
"Ak....en.... aku.... bisa.... sedikit...." ucap Rei yang berbicara dengan patah patah. "Syukurlah, apa yang kakak rasakan....?" ucap perempuan itu. "Tu..., tubuh ku.... serasa.... sa...sakit se...kali.... A...pakah kau.... Kureha....?" ucap Rei. "ya.... ini Kureha adik kakak" ucap Kureha adik Rei. "Kureha.... apa....yang... se...benarnya terjadi....?" ucap Rei.
"Kakak tenang dulu, akan aku ceritakan apa yang terjadi" ucap Kureha. "Ya... tolong...." ucap Rei. "Kakak telah koma kurang lebih setengah tahun, karena Kakak telah menyelamatkan tiga gadis sekolah, dan pada akhirnya kakak tertabrak mobil dengan sangat keras dan kakak pun langsung di bawa ke salah satu rumah" ucap Kureha.
"Oh.... begitu ya..... bagaimana dengan sekolah mu.....?" ucap Rei. "Ya.... aku masih sekolah dan terkadang mampir ke sini untuk melihat keadaan kakak" ucap Kureha. "Ya.... terima kasih" ucap Rei. "Tidak perlu, karena kakak lah yang selalu mengurus ku menggantikan ibu" ucap Kureha. "Dan se.... sekarang aku sangat senang kakak sudah sadarkan diri....." ucap Kureha yang langsung memeluk Rei sambil menangis.
"Siapa....?" ucap Rei. "Maaf, kami bertiga adalah tiga anak yang main di tengah jalan raya, dan kami adalah anak anak yang anda selamatkan, dan kami sekarang sudah mengerti kalau bermain di tengah jalan itu bukan hal yang bagus dan kami ingin mengucapkan terima kasih kepada kakak yang sudah menyelamatkan kami" ucap salah satu orang orang itu.
"Ya.... tidak perlu di pikiran, kalau kalian sudah mengerti itu sudah cukup" ucap Rei. dan seseorang pun masuk ke dalam.
"Re....Rei....?!! kau sudah siuman....?" ucap Arashiko. "Ya.... aku sudah bangun tapi aku tidak bisa menggerakkan tubuhku" ucap Rei. "Huph....." Arashiko pun langsung memeluk Rei. "Kami permisi karena tidak ingin menganggu kalian dan ini barang untuk kakak, saya taruh d meja" ucap seseorang itu yang menaruh sekeranjang buah dan Bungan di atas meja.
"Ya.... terima kasih telah datang" ucap Rei yang sambil tersenyum. "ya... kami juga berterima kasih" ucap mereka dan mereka pun keluar dari tempat itu. "Hiks... Rei kau sangat menghawatirkan ku.... hiks..." ucap Arashiko sambil menangis. "Sudah sudah Arashiko, kau tenang saja" ucap Rei. "hiks... hiks...." Arashiko melepaskan pelukannya dan mulai menghapus air mata nya.
"Aku lebih suka melihat Arashiko yang tersenyum dengan ceria, bukan Arashiko yang sedih" ucap Rei. Dan Arashiko kembali semula setelah menghapus air mata nya. "Apakah kau mau makan sesuatu...?" ucap Arashiko. "Tidak, aku tidak ada nafsu makan, dan apakah kau sudah menikah sekarang....?" ucap Rei. "Me... menikah....? aku belum menikah" ucap Arashiko.
"Eh.... apakah kak Arashiko ingin menikah dengan kak Rei....?" ucap Kureha. "Menikah dengan Rei...." ucap Arashiko dengan pelan dan mukanya memerah. "Hahahaha..... kak Arashiko memang Sangat mudah untuk di goda" ucap Kureha. "Hahahaha....." Rei, Kureha dan Arashiko pun tertawa bersama. "Apakah ini kenyataan....? kalau kenyataan berarti yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa beserta yang lainnya hanyalah mimpiku saat aku koma...?" batin Rei. "Ada apa Rei....?" ucap Arashiko. "Bukan apa apa, dan Sekarang kau bekerja sebagai apa....?" ucap Rei. "Aku bekerja sebagai bos di sebuah kantor" ucap Arashiko.