
Dan mereka pun sampai di mansion, Mereka di sambut oleh para pelayan dan makanan untuk makan siang sudah di siapkan dan mereka pun makan siang bersama. Dan beberapa saat kemudian mereka pun selesai makan siang. "Rei apa kamu ada waktu.....?" ucap Iseria. "Kalau ingin jalan jalan besok, aku saat ini ingin keliling kota sendiri" ucap Rei.
"Eh.....? bukankah tadi kamu sudah keliling kota.....?" ucap Iseria. "Tidak, tadi aku hanya mampir ke bar" ucap Rei. "Apa kau janjian dengan perempuan di bar itu.....!!??" ucap Sasaki. "Tidak, di bar hanya ada pak tua, dia sahabat karib raja pahlawan, awalnya aku ke nyasar dan sampai di sana" ucap Rei. "Eh....? ternyata cuma nyasar" ucap Sasaki yang terlihat lega.
"Eh....? jangan jangan kau cemburu kalau aku bertemu dengan perempuan" ucap Rei. "Kau kan sudah memiliki, aku, Iseria, Cerise, Shiko dan Asami, apa kau mau menambahkan perempuan lagi" ucap Sasaki. "Ya.... siapa yang tau, untuk sekarang aku hanya mau mendaftar diri" ucap Rei yang sambil menunjukkan sebuah tiket yang di pegang nya.
"Eh....? tiket apa itu.....?" ucap Cerise. "Hmm.... kata pak tua itu, ini tiket untuk ikut pertarungan tanpa sihir yang akan di adakan di arena lima hari lagi" ucap Rei. "Kalau begitu apa aku bisa ikut.....?" ucap Sasaki yang tertarik untuk ikut serta dalam pertarungan. "Ya.... aku tidak tau, bagaimana kalau kau ikut" ucap Rei. "apa boleh....?" ucap Sasaki.
"Ya..... kalau kau ingin ikut tidak apa apa" ucap Rei. "Yey..... kalau begitu ayo pergi Rei....." ucap Sasaki yang sangat bersemangat. "Papa aku ingin ikut papa" ucap Yuna dan Nina. "Ya.... ayo, Iseria, Cerise, Shiko dan Asami, kalian tidak apa apa kan tetap di mansion, kalian juga bisa pergi sendiri" ucap Rei. "Tidak perlu, kami akan tetap berada di mansion" ucap Cerise.
"Ya.... kalau begitu aku pergi" ucap Rei. dan Rei, Yuna, Nina dan Sasaki pun pergi ke tempat pendaftaran pertarungan tersebut. "Elathan apa kau bisa mendengar ku....?" ucap Rei yang menggunakan telepati kepada Elathan. "Baik, tuan saya mendengar" ucap Elathan yang berada di atas genteng mansion. "Ya.... kalau kau mendengar, tolong jaga mansion selama aku tidak ada" ucap Rei menggunakan telepati kepada Elathan.
"Baik tuan....." ucap Elathan. "Ya.... terima kasih, dan untuk shadow demon bisa kau selidiki seluruh pulau ini.....?" ucap Rei yang telepati dengan Elathan kemudian shadow demon. "Baik tuan, tapi saya mohon maaf atas kelamaan saya malaksanakan tugas ini" ucap shadow demon yang tinggal di bayangan Rei. "Ya.... kau butuh beberapa jam kan, yang penting nanti malam kau beritahu saja aku" ucap Rei.
"Baik tuan....." ucap shadow demon. Dan Shadow Demon menggunakan sihir bayangan dan bayangan yang ia ciptakan itu menyebar dengan kecepatan sangat cepat ke seluruh makhluk hidup di pulau itu. "Yosh, sekarang akan ku lihat kejadian apa yang akan terjadi saat pemilihan raja pahlawan" batin Rei. Rei, Yuna, Nina dan Sasaki pun sampai di tempat pendaftaran nya.
"Wow.... kita sudah sampai......" ucap Sasaki. Dan mereka berempat pun memasuki tempat tersebut. "Wow.... tempat ini lumayan bagus" ucap Sasaki.
"Kalau dilihat, terlihat seperti guild petualang" ucap Rei. "Ya....benar ini memang guild petualang, tapi guild petualang di sini memiliki banyak sekali kegunaan" ucap resepsionis guild. "Berarti guild ini tidak hanya menerima quest tapi juga di gunakan untuk pendaftaran segala tentang pertarungan" ucap Sasaki.
"Oh.... begitu....." ucap Rei dan Sasaki yang mengerti. "Anda ada urusan apa ke guild.....?" ucap resepsionis tersebut. "Aku mau mendaftar diri" ucap Rei yang menunjukkan sebuah tiket. "Wah..... tiket khusus yang hanya di berikan kepada calon raja, tapi kenapa anda memiliki nya.....?" ucap resepsionis. "Ya.... aku tadi di beri oleh pak tua" ucap Rei. "Hmm.... pasti salah satu anggota kerajaan yang memberikan nya, tapi kenapa keluarga kerajaan memberikan nya kepada orang luar....?" batin resepsionis tersebut.
"Ya.... kalau anda sudah memiliki tiket ini anda sudah resmi mengikuti pemilihan" ucap resepsionis tersebut. "Ck, ku kira aku harus mendaftar terlebih dahulu, tapi aku sudah langsung resmi ikut" batin Rei. "Oh ya.... apa perempuan boleh ikut....?" ucap Rei. "Ya.... boleh saja, ada beberapa peserta yang perempuan" ucap resepsionis.
"Kalau perempuan hadiahnya apa....?" ucap Sasaki. "Hmm.... kalau tidak salah adalah satu keinginan nya akan terkabul" ucap resepsionis tersebut. "keinginan kah..... kalau begitu aku ikut" ucap Sasaki. "Tuan pemegang tiket, apa dia orang yang anda kenal....?" ucap resepsionis itu. "Ya...." ucap Rei.
"Kalau begitu, tuan pemegang tiket dan juga kenalan nya, silahkan ikut aku" ucap resepsionis itu. Rei, Yuna, Nina dan Sasaki mengikuti resepsionis tersebut dari belakang. Dan mereka yang mengikuti resepsionis itu pun sampai di dalam ruangan guild master. "Ruangan guild master.....?" ucap Rei. "Ya.... saya adalah resepsionis sekaligus guild master di ibukota kerajaan ini" ucap resepsionis itu.
"Ya.... kita sudah ada di sini sekarang apa....?" ucap Sasaki. "Silahkan anda menuliskan nama dan tanda tangan di sini" ucap resepsionis itu sambil menunjukkan sebuah kertas para anggota pemilihan. Rei dan Sasaki pun menuliskan nama dan tanda tangan di kolom yang kosong. "Terima kasih atas partisipasi anda, Sekarang anda tinggal menunggu waktu pemilihan nya" ucap resepsionis itu.
Rei, Yuna, Nina dan Sasaki keluar dari ruangan itu dan mereka menuju keluar dari guild. "Yey.... kalau aku bisa menang aku akan minta apa ya....?" ucap Sasaki. "Kau bisa minta kepada ku, Sasaki, apa yang kau minta bisa ku kabulkan tapi hanya beberapa yang tidak akan ku Kabulkan" ucap Rei. "Tidak perlu, yang ku inginkan ini adalah suatu rahasia ku" ucap Sasaki.
"Kalau begitu, aku tidak akan ikut campur, untuk sekarang kita akan kemana....?" ucap Rei. "Papa..... Yuna haus....." ucap Yuna. "Nina juga... haus papa....." ucap Nina. "Ya... Kalau begitu kita akan cari minum sambil berjalan kembali ke mansion" ucap Rei. Rei, Yuna, Nina dan Sasaki pun berjalan dan berhenti di salah satu penjual.
"Permisi apakah ada air....? kalau ada dua gelas" ucap Rei yang bertanya kepada penjual tersebut. "Baik.... ini dua gelas air" ucap penjual tersebut. "Terima kasih....." ucap Rei yang sambil menerima dua gelas yang di berikan penjualan tersebut. dan setelah itu Rei memberikan dua gelas air itu ke Yuna dan Nina.