
Rei kembali ke mansion saat sebelum festival berakhir. dan ia tidur saat festival berakhir. Di pagi hari nya Rei bangun lebih siang dari pada hari biasanya. "Whooam..... seharusnya aku tidur tidak terlalu malam" ucap nya.
Ia pun bergegas mandi seperti biasa dan ia menuju ke meja makan. "Whooam...." Rei menguap. "Tuan kalau anda masih mengantuk anda bisa istirahat" ucap Seyla. "Ya terima kasih, tapi tidak perlu aku ada urusan" ucap Rei.
Kemudian ia sarapan dan bergegas pergi. Rei pergi ke Dungeon tersembunyi lantai 15. "Yosh, Sekarang akan aku taklukkan Dungeon tersembunyi sampai lantai 20" ucap Rei dengan penuh semangat.
Rei berjalan ke lantai 16. akan tetapi lantai 16 Sampai lantai 18 tidak ada apa apa hanya terdapat peti harta. "Cih, kalau di lantai 19 tidak ada monster aku pergi saja" ucap nya dengan nada kesal. ia menaiki ke lantai 19.
Saat memasuki ia langsung di hadapkan dengan bos. "Lumayan kau akan jadi yang pertama melawan ku" ucap Rei. Monster tersebut melihat ke arah Rei.
"Wujud mu lumayan keren...." ucap Rei. "a**ku tidak akan menerima pujian dari seorang manusia" Ucap monster tersebut. "Oh jadi kau bisa bicara" ucap Rei. "Kau manusia apa kau tidak takut kepada ku**....?" ucap Monster tersebut.
"Buat apa takut, aku hanya kagum dengan penampilan mu yang berbeda dari monster lainnya" ucap Rei. "Manusia tidak akan ku biarkan hidup" ucap monster tersebut. "Wush..." monster tersebut melesat ke arah Rei.
"Ternyata kau lumayan sebagai manusia" ucap monster tersebut. Rei mengeluarkan pedangnya, "Sekarang giliran ku" ucap Rei, ia pun melesat ke arah monster tersebut. "Sriing... sring....sring....sring...." Rei menebas dengan pedang nya akan tetapi monster tersebut bisa menghindari serangannya dengan mudah.
"Masih belum....!!!!" ucap Rei dan ia bersiap untuk menebas. "Wush.... Kraakkk....." ekor monster tersebut melesat dan mengenai Rei dan membuat tulang rusuk Rei patah dan Rei juga terlempar jauh.
"Bruaakk..... akh....." Rei menabrak dinding. "Sudah cukup main main nya manusia sekarang aku akan serius" ucap monster tersebut. "Jadi tadi kau belum serius...?" ucap Rei. "hahaha..... aku hanya menguji kemampuan mu sebagai manusia" ucap monster tersebut.
"Sihir penyembuhan\= Health" Rei menyembuhkan tulang rusuknya yang patah. "Huh...." Rei menarik nafas. "Kalau begitu aku juga akan serius" ucap Rei. Rei pun melesat ke arah monster tersebut.
"Kau terlalu lamban manusia" ucap Monster tersebut. "Wush....Brak..." monster tersebut memukul wajah Rei dengan telak dan membuat Rei terlempar ke belakang. "Zink....." monster tersebut menghilang dan berada di belakang Rei dan sedang berdiri.
"Wush....Brak..." monster tersebut memukul tubuh Rei dari belakang dan membuat Rei terlempar ke depan. "Akh...." Rei terkena pukulan telak. Rei terlempar dan sedang berada di udara. "Zink...." Monster tersebut sekarang berada di atas Rei dan sedang mengambang.
"Wush.... Bruaakk....." Monster tersebut memukul kepala Rei dan membuat kepala Rei terbentur dengan keras ke lantai. "Zink....." monster tersebut berpindah tempat ke daerah yang berjarak sekitar 2 meter dari Rei. Rei yang terkena serangan monster tersebut tak sadarkan diri dan ia terluka parah.