
Rei yang tersungkur pun duduk di atas lantai. "Ck, serangan ku tak bekerja" ucap Rei. "Sekarang kau mengerti Manusia, semakin banyak kau mencoba kau tak kan bisa melukai ku" ucap rantai abadi.
Rantai abadi mengambil pedang Rei yang terjatuh dari tangan nya. "Aku akan membuat mu putus asa" ucap rantai abad yang sambil memegang pedang Rei. "Kraakkk.... taackk...." pedang Rei dengan mudah di patahkan oleh rantai abadi.
"Mustahil, bagaimana dia bisa mematahkan pedang ku dengan mudah" ucap Rei. Rei pun berdiri dan berlari ke arah rantai abadi. saat sudah dekat dan rantai abadi melesat kan Serangan tebasan ke arah Rei Rei Dash ke samping.
Setelah rei Dash ke samping Rei melapisi tangannya dengan api dan memukul rantai abadi. "Diiang..." Rei memukul rantai abadi. "Pukul ini lumayan dari pada serangan mu tadi" ucap rantai abadi.
"Wush..." rantai abadi melesatkan pedangnya yang tumpul ke tubuh Rei. "Buuaakk... Kraakkk....." Rei terkena pukulan pedang milik rantai abadi dengan keras dan membuat beberapa tulang rusuknya patah dan ia juga terpental.
Rei terpental dan menabrak tembok dengan sangat keras. Rei jatuh tertunduk dan rantai abadi merasakan tekanan sihir Rei sedikit demi sedikit berkurang akan tetapi Seketika energi sihir Rei meningkat pesat dari tubuh nya.
Rei menatap Rantai abadi dengan tatapan yang sangat menyeramkan. Rei kemudian berdiri, "Mana Zone maledictus gladius, gladius occisionis adtraheret, in exitium gladio" Rei mengucapkan mantra sihir tingkat tertinggi yaitu mana zone.
Seketika Rei memegang sebuah pedang di tangan nya.
"Jangan jangan itu sihir Tingkat tinggi mana zone" ucap rantai abadi. "wush,...." seketika Rei menghilang dan tiba tiba berada di depan rantai abadi dan bersiap menebas Rantai abadi.
"Sring...." Rei menebas Rantai abadi akan tetapi rantai melompat ke belakang sehingga serangan Rei hanya menggores rantai abadi. "Eh, tidak ada luka" ucap rantai abadi yang melihat tubuhnya tak terluka.
Rantai abadi juga mempertajam bilah pedang nya menjadi sangat tajam. Dan keduanya saling melesat bersama ke depan. "Sriing.... Ting.... Ting.... Ting..... Ting....Ting....." satu sama lain saling menebas. Dan Rantai abadi terluka parah akan tetapi berbeda dengan Rei Rei hanya menerima goresan kecil.
Karena pedang Rei mode ke 3 adalah pedang keabadian setiap serangan musuh hanya akan berdampak seperti goresan kecil. "Gladius Solis Mode 1" Rei merubah bentuk pedang nya lagi.
"Akan ku akhiri Sekarang" ucap Rei. dan rantai abadi yang telah terluka parah tak bisa bergerak. Rei melesat ke arah rantai abadi dan menebasnya. pedang Rei seperti menembus tubuh rantai abadi.
"Akh...." rantai abadi pun mati karena tubuh spirit nya terluka cukup parah karena tebasan akhir dari Rei. "Sekarang aku punya kekuatan baru" ucap Rei. Kemudian ia berteleport ke lantai 1 Dungeon tersembunyi.
Dan saat ia ke lantai satu ia melihat petualang ras iblis yang tersegel Sekarang sudah bebas karena Rei sudah mengalahkan rantai abadi.
"Terima kasih banyak, telah mengeluarkan ku dari sihir segel rantai abadi" ucap petualang tersebut. "Tidak perlu, dan aku juga bisa mendapatkan skill baru" ucap Rei. "oh ya namaku Diablo dan nama mu...?" ucap Diablo.
"Namaku Rei, Akagami Rei" ucap Rei. "Ya Rei Terima kasih, dan sekarang aku akan keluar dari sini sampai jumpa ya" ucap Diablo. "Ya, sampai jumpa" ucap Rei. Rei kemudian berteleport ke depan guild petualang, dan hari juga masih siang.