Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.213 Jebakan sihir



"Tidak, mereka tidak akan mengganggu" ucap Rei. "Apa yang papa lakukan....?" ucap Yuna dan Nina. "Sebaiknya kalian tidak perlu tau'' ucap Rei. "Ya... baiklah kalau papa berkata seperti itu" ucap Yuna dan Nina. Dan di saat yang bersamaan, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena berada di depan pemandian yang di dalamnya terdapat Rei, Yuna dan Nina.


"Yah.... Kita masuk, dan aku akan tunjukkan kalau aku akan menang" ucap Iseria. "Ya.... aku juga tidak akan kalah" ucap Cerise. Mereka pun masuk ke dalam pemandian dan setelah masuk mereka melepas baju mereka dan mereka mengenakan handuk. "Apa tidak apa apa....?" ucap Lena. "Tenang saja, Rei itu tisak mudah marah kalau kita melakukan ini" ucap Iseria.


"Aku hanya ikut ikut saja" ucap Lena. Dan mereka pun masuk ke dalam pemandian. "Rei....!!" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia yang masuk ke dalam pemandian. "Eh.... di mana Rei.....?! dia tidak ada di sini...." ucap Iseria. "Ya.... tapi apakah dia ada di sebelah....?" ucap asami. Dan mereka pun menuju keluar dari pemandian, dan saat mereka keluar, mereka keluar dari pemandian di samping mereka masuk.


"Eh....? bukankah tadi kita masuk di pemandian yang itu....?" ucap Shiko. "Ya.... sepertinya iya, tapi kita keluar dari pemandian ini" ucap Cisa. "Bagaimana bisa ya....?" ucap Rin. "Aku akan memeriksa" ucap Carl. Dan Carl pun membuka pintu pemandian yang di dalamnya terdapat Rei, Yuna dan Nina. "Eh..... ternyata ada sebuah jebakan sihir" ucap Carl.


"Jebakan sihir....? dan seperti apa jebakan itu....?" ucap Iseria. "Hmm.... sepertinya tidak berbahaya, hanya saja membuat orang yang menginjak akan berteleport ke suatu tempat" ucap Carl. "Hmm..... jadi Rei yang memasang jebakan itu....?" ucap Cerise. "Yah, sepertinya begitu dan apakah kau bisa menghilangkannya Carl.....?" ucap Iseria. "Maaf aku tidak bisa" ucap Carl.


"Kalau Shiko bagaimana....?" ucap Asami. "Aku juga tidak bisa menggunakan nya" ucap Shiko. "Woah...... sihir yang sangat hebat" ucap Lena. "Kamu kenapa Lena....?" ucap Iseria. "Apakah kamu tidak lihat......? ini sihir yang sangat hebat bahkan bisa menyamai sihir tingkat para raja" ucap Lena. "Sihir tingkat raja....? tidak tidak, ini hanya sihir iseng iseng yang Danna gunakan" ucap Shiko.


"Apakah kamu tidak tau sihir raja....?" ucap Lena. "Aku tau, dan aku juga bisa menggunakan satu sihir tingkat raja itu" ucap Shiko. "Eh....? yang benar....?" ucap Lena. "Kalian berdua jangan banyak bicara sekarang bagaimana....?" ucap Iseria. "Bagaimana kalau gunakan pemandian yang tadi...? yang ini sudah pasti tidak bisa di gunakan karena sihir yang Rei pasang" ucap Cerise.


"Ya.... seperti kita hanya bisa melakukan seperti yang Cerise katakan" ucap Iseria. "Ya...." ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena. Dan mereka pun kembali ke pemandian yang tadi mereka gunakan. Sementara itu di tempat Rei, Yuna dan Nina. "Hmm.... sepertinya mereka sudah menyerah" ucap Rei. "Menyerah...?? apa maksud papa...?" ucap Yuna dan Nina.


"Yah.... Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl tidak akan ke sini sekarang, dan juga kita sudah lumayan lama di sini, sebaiknya kita keluar" ucap Rei. "Baik papa" ucap Yuna dan Nina. Dan kemudian Rei, Yuna dan Nina pun keluar dari pemandian, sebelum mereka keluar Rei menghilangkan sihir yang pasang tadi.


"Ya.... Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena" ucap Rei yang mengapa mereka. Akan tetapi Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl memalingkan wajahnya dari Rei. "Eh.....? kenapa mereka....?" batin Rei yang bingung melihat mereka. "Kamu sepertinya sudah kelewat" ucap Lena. "Kelewatan....? apa yang kau maksud....?" ucap Rei. "Tidak ada" ucap Lena.


Dan makanan pun siap, mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam mereka kembali ke kamar mereka masing masing. Saat Rei sampai di kamarnya, ia duduk di tempat tidur. "Akh.... ada apa ini....? kenapa rasanya ada sesuatu yang tidak beres....?" ucap Rei yang tiba tiba merasa khawatir tanpa di ketahui sebabnya. "Elathan..... Elathan...." ucap Rei yang memanggil Elathan akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Aneh.... kenapa dan dia ada di mana....? beberapa Minggu atau bulan kemarin aku tidak merasakan hawa kehadirannya" ucap Rei. "Shadow demon...." ucap Rei yang memanggil shadow demon. Akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari mereka berdua. "Sialan..... apa yang sebenarnya terjadi....?" ucap Rei.


"Bruuk....." Rei pun berbaring di atas tempat tidur, Rei saat ini memutuskan untuk tidur untuk malam ini dan akan mencari tau apa yang membuat ia merasa sangat khawatir. Dan tak lama Rei pun tidur dengan pulas, Malam pun berakhir dan pagi pun tiba. "Whooam..... sudah pagi kah....." ucap Rei, dan Rei pun bangun seperti biasanya.


Setelah mencuci muka, Rei menuju ke ruang makan, Rei pun duduk di ruang makan. Tak lama Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl dan Lena pun datang ke ruang makan. "Selamat pagi kalian semua" ucap Rei. "Selamat pagi papa...." ucap Yuna dan Nina yang membalas sapaan Rei. Akan tetapi Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl tetap sama seperti kemarin.


"Hah.... maaf maaf, perbuatan ku kemarin sepertinya kelewatan dan sebagai gantinya aku akan menuruti permintaan kalian satu persatu" ucap rei. "Apakah benar....?!" ucap Iseria yang bersemangat. "Ya....." ucap Rei yang menjawab perkataan Iseria. "Apapun permintaan nya....?" ucap Iseria. "Ya.... tapi yang masih wajar" ucap Rei. "Ya baiklah, kalian bagaimana....?" ucap Iseria. "Ya tentu saja tidak akan melewatkan ini" ucap Cerise. "Ya.... benar sekali" ucap Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl yang setuju dengan perkataan Cerise.


"Hah..... jadi ini tujuan kalian sebenarnya" ucap Rei. "Hehe..... aku tau kalau Rei akan melakukan ini" ucap Iseria. "Hah.... ya tapi nanti saja, aku akan keluar sebentar" ucap Rei. "Keluar....? ada apa ....? apakah ingin mencari bahan....?" ucap Cisa. "Tidak, aku hanya ingin melihat keadaan saja" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut" ucap Yuna dan Nina.