Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.182 Bulan purnama



"Tap.... tap..... tap.... tap...." Rei langsung melewati orang itu. Akan tetapi dia langsung di hadang oleh petinggi sekte yang tadinya akan mengorbankan Alencia. "Berhenti.... kalau kau tidak ingin mati di tanganku kau pergi saja....." ucap orang itu. "Silahkan kalau kau bisa...." ucap Rei.


Dan Rei pun langsung menghilang dari hadapan orang itu. "Kemana dia.....?! apakah dia kabur.....?" ucap orang itu. "Aku kabur.....? tentu tidak, aku tidak akan meninggalkan Alencia di sini......" ucap Rei yang sudah berada di belakang petinggi sekte. Dan Rei juga sudah membebaskan Alencia dari ikatan.


"Darling....." ucap Alencia yang langsung memeluk Rei. "Ya.... sekarang kau sudah aman" ucap Rei sambil mengelus kepala Alencia. "Sialan.....!!!" ucap petinggi sekte yang marah. "Sihir pemanggilan: Summon" petinggi sekte itu menggunakan sihir pemanggilan.



Petinggi sekte itu memanggil Seseorang monster yang terlihat kuat di mata petinggi sekte itu, akan tetapi di mata Rei monster itu sangatlah lemah. "Elathan....." ucap Rei yang memanggil Elathan. "Baik tuan....." ucap Elathan yang tiba tiba berada di belakang Rei. "Wush....." Elathan pun langsung melesat ke arah monster itu. "Hahahahah...... ini adalah monster tingkat tinggi milikku yang kekuatannya tidak ada tandingannya......" ucap petinggi sekte.


"Sihir kegelapan: Demonic Slash" Elathan menggunakan sihir kegelapan yang menggunakan tangan nya sebagai senjata untuk menebas. "Sriing... sriing.... sriingg.... sriiingg..." Seketika monster Summon itu pun langsung tercincang menjadi empat bagian. "Ba— Bagaimana mungkin......??!" ucap petinggi sekte yang tidak percaya monster yang ia Summon itu bisa kalah.


"Yosh.... Elathan kau bersihkan tempat ini, aku akan kembali....." ucap Rei. "Baik tuan......" ucap Elathan. "Hup......." Rei pun langsung menggendong Alencia ala tuan putri. "Zinkk...." Rei yang menggendong Alencia itu pun langsung berteleport. "Eh......" ucap Rei yang baru tau kalau ia berteleport ke udara. "Darling....." ucap Alencia.


"Ada apa....?" ucap Rei. "Terima kasih, telah menyelamatkan ku....." ucap Alencia. "Ya.... itu bukan apa apa, dan juga aku akan menyelamatkan jika kau, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Yuna atau Nina dalam bahaya, tidak peduli seberapa bahaya akan aku selamatkan" ucap Rei. "Darling......" ucap Alencia. "Cup....." dan Alencia pun mencium bibir Rei saat mereka berada di udara.


Pada Saat bulan purnama dan dua orang ada di udara tepat di tengah tengah pusaran bulan purnama itu. Di kota melihat ke atas dan banyak yang berpendapat setelah melihat ada dua bayangan di tengah bukan purnama itu menandakan kalau mereka yang melihat bersama pasangan nya mereka akan langgeng dengan pasangan mereka.


Sedangkan kalau yang tidak memiliki pasangan, mereka akan mendapatkan pasangan tidak lama lagi. Dan mereka menyebut kalau malam hari itu adalah malam yang paling spesial. Alencia dan Rei yang berada di udara itu pun terjun jatuh ke depan Mansion. "Darling kita jatuh......" ucap Alencia.


"Ya.... tenang saja" ucap Rei. Dan Alencia pun memeluk Rei dengan erat. Saat mereka akan menyentuh tanah dalam beberapa meter Rei sempat menggunakan sihir angin untuk mendarat dengan aman di tanah. "Tap....." Rei yang menggendong Alencia itu mendarat di tanah dengan pelan. "Yosh.... kita sudah sampai...." ucap Rei yang sambil menurunkan Alencia.


"Untuk apa khawatir.....? aku Rei.... tidak ada yang tidak bisa aku lakukan kalau aku mau lakukan" ucap Rei. "Kruuyukk...." suara perut Yuna dan Nina yang berbunyi. "Eh.... kalian berdua Belum makan malam.....? atau kalian semua....?" ucap Rei. "Ya.... kami tadinya mau makan malam, tapi kalau kami makan terlebih dahulu rasanya tidak enak" ucap Iseria.


"Ya.... kalau begitu kita makan malam meski sedikit terlambat" ucap Rei. Dan mereka pun langsung menuju ke ruang Makan, di ruang makan semua makanan yang ada di meja sudah dingin dan tidak hangat. Mereka pun duduk dan makan makanan yang sudah dingin tersebut. "Maaf karena kalian menunggu ku makanannya menjadi dingin" ucap Rei.


"Tidak, meski dingin tetap anak....." ucap Iseria. "Ya.... kehangatan di meja makan adalah hal yang menyenangkan" ucap Sasaki. "Ya.... kalian juga ada benarnya, dan cepat habiskan dan kalian cepat tidur....." ucap Rei. Dan mereka pun menghabiskan makanan mereka. Setelah makanan habis mereka kembali ke kamar mereka.


Para pelayan yang juga sudah selesai dengan pekerjaan mereka itu pun kembali ke asrama Pelayan. Rei berbaring di atas tempat tidurnya. "Hah..... kehangatan di meja makan kah...... sudah lama aku tidak merasakan nya, terakhir kali saat aku masih SD atau sebelum nya.....?" ucap Rei. "Masa lalu tidak perlu di pikiran" ucap Rei.


Dan Rei pun segera tidur, sedangkan Alencia yang sedang berada di kamarnya. "Kepada jantungku berdetak kencang dan juga tubuhku rasanya panas....." ucap Alencia. Tanpa di ketahui Alencia malam itu sedang memasuki masa birahi. Kebanyakan Demi-Human pasti akan memasuki masa birahi saat bulan purnama.


Akan tetapi Alencia sedikit berbeda, masa birahi Alencia akan datang setelah ia mendapatkan rangsangan yang cukup, dan rangsangan itu terjadi saat Alencia mencium Rei setelah Rei menyelamatkan nya. "Hah..... hah.... kalau aku tidur pasti besok akan menghilang rasa ini....." ucap Alencia yang kemudian tidur.


(Note: Demi-Human bisa melalui masa birahi setiap hari, akan tetapi rangsangan nya hanya sedikit akan tetapi kalau saat bulan purnama, rangsangan itu sangat kuat tak peduli sekuat apapun Demi-Human itu pasti akan kalah dengan ***** mereka).


Dan di pagi hari mereka bangun seperti biasanya, Mereka mencuci muka dan menuju ke ruang makan. Di ruang makan mereka menunggu para pelayan menyiapkan makanan, dan setelah itu mereka sarapan pagi. Setelah sarapan Rei duduk di ruang tengah, ia duduk sambil membaca buku miliknya.


"Hmm.... sekte yang kemarin itu adalah sekte yang menyembah dewa iblis, dan dewa iblis yang mereka sembah mendapatkan Kekuatan, tapi kenapa aku tidak pernah melihat ada yang menyembah dewa naga.....? tapi ya aku juga tidak bisa ikut campur lebih dalam" batin Rei. "Dar.... Ling....." ucap Alencia dari belakang dan langsung memeluk Rei dari belakang.


"Alencia sejak kapan kau menjadi lebih dekat dengan sayang....?" ucap Asami. "Hmm.... sejak kapan ya....." ucap Alencia yang juga Bingung. "Hah.... bisa kau lepaskan....?" ucap Rei.