Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps. 254 Akhir Pertarungan



"Jleb......" salah satu pukulan mereka berdua mengenai telak dan membuat sebuah lubang di bagian dada, dan sedangkan pukulan satunya meleset. "Kenapa......?" ucap Rei yang melihat ke arah dewa naga.


Pukulan dewa naga hanya menyerempet pipi Rei dan pukulan Rei membuat lubang di bagian dada dewa naga dengan kepalan tangannya berkobar api putih. "Ya.....Rei, sepertinya kau memang cocok menjadi raja selanjutnya, aku kurang pantas menyandangnya" ucap dewa naga.


"Raja.....?! apa maksud mu.....? bukankah yang lebih penting sekarang kau sembuhkan dirimu.....?" ucap Rei yang sambil menarik tangannya. "Tidak, aku tidak bisa menyembuhkan luka ini, ini bukan luka biasa dan juga sebelum aku menghilang aku akan menceritakan sedikit masa lalu ku dengan ayahmu" ucap dewa naga.


"Dulu aku dan ayahmu adalah teman baik, seperti aku pernah menceritakan sedikit akan tetapi suatu saat terjadi sesuatu kejadian yang membuat sesuatu menjadi berantakan di dunia dewa" ucap dewa naga. "Berantakan.....? kerena apa......?" ucap Rei. "Hmm..... itu cuma hal yang bisa di bilang cukup konyol, karena dewa kekosongan atau bisa di bilang Void God yang menciptakan kamu para dewa dan segala isinya di dunia ini" ucap dewa naga.


"Ada apa memangnya......? apakah Void God ingin menghancurkan dunia.....?" ucap Rei. "Tidak, Void God hanya suka melihat dunia ini dan dunia lainnya hanya sebagai hiburan atau cerita pengantar tidur" ucap dewa naga. "Kalau begitu, apa yang membuat kekacauan......?" ucap Rei. "Karena derajat Void God sangat tinggi, ada beberapa dewa yang ingin lebih dekat dengan pencipta kami, dan karena itulah terjadi sebuah pertarungan." ucap dewa naga.


Rei hanya menyimak cerita yang di ceritakan dewa naga. "Awalnya cuma pertarungan kecil dan tak berarti, tetapi ada seorang dewa yang membuat peraturan untuk membuat seorang raja dan seorang raja itu akan lebih dekat dengan Void God, dan juga pangkat raja hanya bisa di miliki oleh satu orang" ucap dewa naga. "Dan kemudian terjadi pertarungan hingga pada akhirnya menyisakan dirimu dan ayahku" ucap Rei.


"Ya..... kau benar, pertarungan terakhir adalah pertarungan antara aku dan ayahmu, meski kekuatan kami bisa di bilang seimbang, ayahmu lah yang lebih kuat" ucap dewa naga. "Terus, bagaimana pertarungan berlanjut hingga kau yang menang......?" ucap Rei. "Karena ayahmu mengalah dan aku menyenangkan pertarungan yang di sebut Ragnarok, ayahmu yang masih hidup dan ia memilih pergi dari dunia dewa dan tinggal di tempat yang bernama bumi" ucap dewa naga.


"Tapi, bukankah kekuatannya masih ada......?" ucap Rei. "Sayang sekali, di bumi tidak ada esensi seperti mana atau kekuatan mistis seperti di dunia ini atau di dunia lainnya, ayahmu yang pergi ke bumi kehilangan kekuatannya dan menjadi manusia normal dengan kecerdasan dan berbagai hal di atas manusia normal" ucap dewa naga.


"Terus, kenapa dewa di dunia dewa masih ada tidak hanya kau seorang.....?" ucap Rei. "Ya, kalau itu setelah pertarungan ku menangkan, Void God datang ke dunia dewa dan melihat dunia dewa yang sepi dan tinggal aku seorang yang berada di hadapannya" ucap dewa naga. "Setelah itu dia menciptakan dewa dan Dewi lainnya......?" ucap Rei.


"Ya..... Void God menciptakan dewa dan Dewi generasi kedua yang dewa pertamanya adalah Dewa iblis, kekuatannya sangat kuat tapi tidak sebanding dengan ku" ucap Dewa naga. "Begitu, setelah menciptakan dewa dan Dewi generasi kedua, Void God pergi ke mana.....?" ucap Rei. "Setelah itu, Void God pergi ke tempat nya yang tak bisa di jangkau oleh makhluk astral ataupun makhluk hidup, ia berada di dimensi kekosongan" ucap dewa naga.


"Tunggu dewa naga..... masih ada berbagai cara yang belum di coba, kau pasti bisa tetap hidup" ucap Rei. "Sudahlah Rei, tidak ada hal yang bisa menyembuhkan kerusakan seperti ini" ucap dewa naga yang kemudian tubuhnya perlahan memudar. "Rei...... sampai jumpa......" kata kata terakhir dari dewa yang kemudian menghilang.


"Selamat jalan dewa naga, semoga kau di pertemukan dengan orang yang ingin kau temui" ucap Rei. Dan Rei pun menghilangkan Barier yang menutupi seluruh kerajaan. Setelah Barier menghilang, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena, dan Viora pun berlari ke arah pantai untuk melihat keadaan Rei.


Beberapa saat setelah mereka berlari, mereka sampai di pantai dan Rei terbang di atas air laut. "Papa...... apakah papa baik baik saja.......?!!" teriak Yuna dan Nina. "Hey..... aku baik baik saja" ucap rei yang sambil melambaikan tangannya. "Sepertinya Rei baik baik saja" ucap Iseria. "Ya..... syukurlah kalau begitu" ucap Cerise dan yang lainnya. "Ya.... papa pasti baik baik saja" ucap Yuna dan Nina.


Setelah itu muncul sorot cahaya dari langit ke bawah yang berada di depan Rei. "Sorot cahaya ke bawah......? apa ini......? apakah akan ada sesuatu......?'' ucap Rei. "Apa itu.....? sorot cahaya yang mencurigakan" ucap Iseria. "Papa..... berhati hati.......!!" ucap Yuna dan Nina. "Ya...... tenang saja......" ucap Rei dari kejauhan. Dan dari langit turun sebuah mahkota yang turun secara perlahan melalui sorot cahaya di depan Rei.


"Tunggu dulu, raja apa jangan jangan ini yang di maksud dengan kedudukan seorang raja yang membuat seorang dewa bisa menjadi lebih dekat dengan Void God atau pencipta, aku kira setelah mengalahkan dewa naga, kedudukan raja akan menghilang" ucap Rei. "Apa itu.....? kuning mengkilat dan terlihat seperti mahkota, tapi kalau itu mahkota, mahkota apa itu.....?" ucap Iseria.


"Apakah mahkota mistis atau mahkota yang memiliki kekuatan dan juga bisa jadi itu adalah wujud dari benda mustika yang bisa mengabulkan permohonan, kalau biasanya berbentuk teko atau cawan, ini adalah bentuk mahkota" ucap Shiko. "Entahlah, aku juga tidak terlalu paham tentang hal seperti itu" ucap Cerise.


"Iya, tapi sepertinya itu tidak berbahaya" ucap Yuna dan Nina. "Dari mana kalian berdua tau.....?" ucap Iseria. "Insting saja, hehe....." ucap Yuna dan Nina. "Seperti dengan menggunakan itu, aku bisa mengetahui banyak hal tentang misteri dunia atau suatu hal yang tidak bisa di jelaskan" ucap Rei. Dan saat mahkota sudah dekat dan Rei bersiap untuk mengambilnya.


"Jangan sentuh itu, itu adalah punyaku dan hanya aku yang berhak menggunakannya, dan matilah......" ucap seseorang. "Boowww....." seorang itu menembakkan anak panah yang terlihat seperti bintang jatuh berwarna beri keemasan. anak panah itu mengarah ke arah Rei dari depan.