
"Ada apa....?" ucap Rei. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, dan Viora pun sampai di depan Rei.
"Ah....." ucap Iseria dan yang lainnya sambil menyodorkan satu suapan masing masing dari mereka. "Eh.....?" ucap Rei yang terkejut. "Rei.... buka mulutmu....." ucap Iseria. "Ya.... baiklah baiklah....." ucap Rei yang kemudian makan satu persatu. "Dan sekarang gantian, kalian buka mulut kalian" ucap Rei.
"Baiklah, yang pertama Yuna dan Nina,......" ucap Rei yang kemudian menyuapi Yuna dan Nina satu potong kue yang di piring Rei. Dan kemudian ia menyuapi Iseria dan yang lainnya. Waktu pun berlalu dan di pesta masuk waktu untuk berdansa. Dan di saat yang bersamaan Rei pun keluar dari tempat itu.
Rei keluar ruangan dan berada di balkon kediaman Kuro. "Hah..... cukup capek juga" ucap Rei yang sambil memandangi kota dari balkon itu, ia pun meminum secangkir wine yang ia pegang di yang kanannya. "Ya..... anak muda, kenapa kau di sini sendirian.....?" ucap seseorang dari belakang Rei.
"Ya.... selamat malam, pak.... hmm.... pak.....?" ucap Rei yang tidak tau nama dari orang itu. "Ah.... maaf aku belum memperkenalkan diri, namaku Markus" ucap Markus. "Ya..... baiklah, pak Markus, sedang apakah anda ke sini.....?" ucap Rei. "Ya.... hanya saja ingin menghirup udara segar di luar, dan tidak sengaja melihat mu berada di sini, Rei...." ucap Markus.
"Anda mengenal saya.....?" ucap Rei yang cukup terkejut mengetahui pak Markus mengetahui namanya. "Ya.... tentu saja, seseorang yang menjadi tunangan tuan Puteri, siapa yang tidak tau.....?" ucap Markus. "Hahaha.... sudah banyak yang tau kah.....?" ucap Rei. "Tidak terlalu banyak, tapi kebanyakan para bangsawan sangat tau betul" ucap Markus.
"Hmm.... begitukah, kalau begitu bisa di bilang semua bangsawan mengetahui dengan sekali lihat kalau aku adalah seorang tunangan tuan Puteri.....?" ucap Rei. "Eh..... ya, tidak seperti itu, hanya saja yang di ketahui hanyalah seorang yang bertunangan dengan tuan Puteri adalah seorang dengan rambut putih, dan orang dengan rambut putih itu sangat jarang dan itu cukup untuk memudahkan mencari dirimu" ucap Markus.
"Hmm.... begitukah, dan apakah anda tidak menikmati pesta di dalam....?" ucap Rei. "Aku menikmatinya, dan juga sekarang hanya ingin menghirup udara segar" ucap Markus. "Oh.... dan juga apakah anda ingin minum.....?" ucap Rei. "Tidak, nanti saja atau kapan saat bertemu lagi, aku akan ke dalam, bagaimana denganmu.....?" ucap Markus. "Ya.... silahkan saja masuk dan nikmati pestanya, aku akan berada di sini" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu aku masuk ke dalam, ya...." ucap Markus yang kemudian berjalan ke dalam.
"Huh.... ayahnya kuro kah, ternyata dia cukup tau banyak" ucap Rei. Dan tak lama Iseria, Yuna dan Nina menghampiri Rei yang berada di balkon. "Papa......" ucap Yuna dan Nina yang kemudian memeluk rei. "Ya.... ada apa....?" ucap Rei. "Tidak apa apa, hanya saja kenapa kamu ada di luar,......?" ucap Iseria. "Ya.... kenapa papa ada di luar.....?" ucap Yuna dan Nina.
"Ya..... aku tadi ingin menghirup udara segar dan melihat keadaan kota di malam hari" ucap Rei. Dan pesta pun terus berlanjut dan waktu pun sudah tengah malam. Rei melihat Yuna dan nina yang sudah sangat mengantuk. "Yuna.... Nina, bagiamana kalau kalian tidur.....? aku akan mengantar kalian kembali....." ucap Rei.
"Aku akan pulang untuk mengantar Yuna dan Nina, kalau ada yang mencari ku katakan kalau aku sedang pergi" ucap Rei. "Apakah Danna tidak akan kembali.....?" ucap Shiko. "Aku akan kembali, setelah mengantar Yuna dan Nina" ucap Rei. "Baiklah, kalau begitu silahkan pergi kalau ada yang mencari Danna aku akan katakan seperti yang kamu katakan" ucap Shiko.
"Baiklah aku akan pergi, terima kasih Shiko" ucap Rei. "Tidak apa apa, tidak perlu berterima kasih seperti itu" ucap Shiko. Dan Rei pun langsung berteleport ke kamar Yuna dan Nina. Setelah itu Rei membaringkan Yuna dan Nina di tempat tidurnya dan menyelimuti mereka dengan selimut. Setelah itu Rei membuat salinan dirinya untuk menjaga Yuna dan Nina.
Dan Rei pun kemudian berteleport kembali, ia berteleport ke balkon. Setelah Rei kembali, ia melihat ke arah dalam ruangan. Di dalam ruangan pesta sudah hampir selesai dan di akhiri dengan ucapan terima kasih dari Kuro kepada semua orang yang hadir. Rei pun masuk ke dalam ruangan.
Setelah kuro mengatakan beberapa kata dan memberikan ucapan terima kasih kepada tamu yang hadir, ia pun kemudian pergi meninggalkan ruangan. Dan para tamu pun kemudian berjalan untuk keluar dari kediaman Kuro. Ada tamu yang langsung pulang ke rumahnya dan ada yang kembali ke penginapan karena mereka menyewa penginapan.
Dan di ruangan untuk hanya tersisa beberapa orang saja, Rei dan yang lainnya juga di antaranya. "Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora, aku akan menggunakan portal untuk kembali mansion, kalian pergilah dulu" ucap Rei. "Tapi, Rei mau kemana.....?" ucap Iseria. "Aku masih ada urusan sebentar dan tak terlalu banyak" ucap Rei.
"Baiklah, kalau begitu kami akan kembali terlebih dulu dan Rei juga jangan terlalu lama" ucap Iseria. "Ya.... Tenang saja aku tak akan terlalu lama jadi jangan khawatir" ucap Rei. Dan Rei pun kemudian menggunakan portal untuk kembali ke mansion. Setelah membuka portal, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, Carl, Lena dan Viora pun melawati portal dan mereka pun langsung berada di dalam mansion.
Setelah mereka sudah melewati portal, Rei pun menutup portal tersebut. Setelah itu Rei pergi untuk mencari Durin atau pelayanan keluarga Kuro. Dan di saat mencari pelayan, ada seseorang yang tiba tiba memanggil Rei dari belakang. "Tuan Rei......?" ucap Durin dari belakang Rei. "Ah.... Durin, kebetulan sekali" ucap Rei yang sambil membalikkan badan.
"Ada apa tuan Rei.....?" ucap Durin yang terkejut karena Rei mencari dirinya. "Apakah kau bisa memberikan sesuatu kepada Kuro dan pak Markus.....?" ucap Rei. "Eh....? anda sudah mengenal tuan Markus.....?" ucap durin. "Ya..... tapi itu tidaklah penting, kau berikan ini kepala Kuro dan ini untuk pak Markus" ucap Rei yang memberikan surat dan bir untuk Kuro dan sedangkan untuk Markus ia memberikan sebuah wine dan surat.