
"Ya, kalau begitu aku akan menginap di sini" ucap Asami. "Yey.... kalau begitu nanti setelah makan malam kita akan mandi bersama" ucap Iseria. Dan saat makanan untuk makan malam sudah di siapkan mereka pun makan malam bersama dan setelah makan malam Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami mereka pergi ke pemandian air panas.
Setelah melepas pakaiannya, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami masuk ke dalam pemandian air panas. "Wah.... tempat ini belum pernah melihatnya yang seperti ini" ucap Asami yang kagum kerena pertama kali ke pemandian air panas. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami mereka pun mandi dan berbicara sedikit lama di dalam pemandian air panas.
Rei berada di kamarnya dan ia mendapat kan informasi dari shadow demon. "Hmm.... terima kasih shadow demon" ucap Rei. "Ya.... terima kasih kembali, kalau begitu saya kembali ke dalam bayangan" ucap shadow demon yang menghilang di dalam bayangan.
"Hmm.... seperti nya informasi yang di berikan shadow demon sangat lengkap" ucap Rei. "Eh....? apa ini....? memperjual kan makhluk hidup, memperbudak dan sebagainya" ucap Rei yang mendapat kan informasi di suatu desa yang lumayan dekat dengan danau tempat Loch Ness. "Dan juga kota kecil itu sangatlah miskin dari pada kota yang lainnya" ucap Rei.
"Tok.... tok.... tok...." seseorang mengetuk pintu kamar Rei. "Ya .... tunggu sebentar" ucap Rei dan ia pun membuka pintu kamarnya. Yuna dan Nina berada di depan kamar Rei. "Yuna Nina ada apa....?" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina takut di kamar sendiri" ucap Yuna dan Nina. "Ya, kalau begitu mau bagaimana lagi, Yuna Nina kalian tidur dengan ku kalau takut" ucap Rei.
Yuna dan Nina pun masuk ke dalam kamar Rei. Yuna, Nina dan Rei pun tidur sekamar. sedangkan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami selesai mandi dan keluar dari pemandian air panas. Asami di antarkan oleh Bel ke kamar yang telah di siapkan untuk nya. "Nona Asami, anda bisa bermalam di kamar ini" ucap Bel. "Sudah disiapkan, terima kasih ya....." ucap Asami. "Ya .... terima kasih kembali" ucap Bel.
Bel pun meninggalkan Asami di kamar tersebut. Dan Di mansion sudah sangat sepi kerena semua orang sudah tidur. Di pagi hari nya Rei, Yuna dan Nina bangun dan mereka pergi mencuci muka. Setelah mencuci muka mereka bertiga pergi ke ruang makan. para pelayan sudah bekerja seperti memasak dan yang lainnya.
Di ruang makan sudah ada Asami yang sedang duduk. "Kau bangun pagi Asami" ucap Rei. "Tidak, setiap hari aku bangun tidur pada jam segini" ucap Asami. "Oh.... " ucap Rei dan ia, Yuna dan Nina pun ikut duduk. "Apa nanti kau akan kembali ke kastil.....?" ucap Rei. "Tidak.... seperti nya aku akan memutuskan tinggal bersama sayang ku" ucap Asami.
"Kau akan tinggal di sini....?" ucap Rei. "Ya... apa tidak boleh.....?" ucap Asami. "Ya.... boleh saja, tapi bagaimana dengan pakaian mu.....?" ucap Rei. "Aku sudah memberi tau para pelayan ku untuk mengantarkan pakaian ku ke sini" ucap Asami. "Sejak kapan....?" ucap Rei yang tidak tau kapan Asami menyuruh pelayan kerajaan naga mengantarkan pakaian nya.
"Hmm.... kemarin malam, aku menggunakan sihir ku" ucap Asami. "Ya Bagus lah kalau pakaian mu akan di antarkan" ucap Rei. dan tak lama Iseria, Cerise, Shiko dan Sasaki sampai di ruang makan dan mereka pun duduk. Sambil menunggu makanan untuk sarapan siap mereka berbincang bincang. Para pelayan pun menyiapkan makanan di atas meja.
Rei, Yuna dan Nina pun pergi keluar, Rei berjalan sambil menggendong Yuna dan Nina di tangan kanan dan kiri nya. "Papa.... Yuna dan Nina bisa berjalan sendiri" ucap Yuna. "Tidak,kita akan berjalan lumayan jauh, nanti kalian akan capek" ucap Rei. Beberapa waktu kemudian Rei,Yuna dan Nina pun sampai di depan pintu masuk kota.
Rei menurunkan Yuna dan Nina, sekarang kita akan masuk ke kota ini" ucap Rei.
"Papa kota ini terlihat seperti kota yang sangat tua" ucap Nina. "Ya... kerena kurang nya tanggung jawab dari Duke kota ini jadi seperti ini" ucap Rei. Dan mereka bertiga pun masuk ke dalam kota. Yuna dan Nina berjalan mendahului Rei. "Dukk....bruukk...." Nina tidak sengaja menabrak seseorang dan membuat Nina jatuh. "Aduh..... maaf....." ucap Nina yang terjatuh.
"Nina kamu tidak apa apa....?" ucap Yuna yang sambil membantu Nina berdiri. "Hah.....!!! kalian ingin mati.....?!!" ucap manusia naga itu yang kemudian mengepalkan tangannya dan ingin memukul Yuna dan Nina. "Tep....." Rei menangkap tangan manusia naga sebelum melesatkan pukulan ke Yuna dan Nina.
Manusia naga itu langsung terlihat pucat dan ia merasakan kalau tangan yang di pegang Rei itu putus. "Gleg....." manusia naga itu menelan ludah karena ketakutan setelah merasakan aura membunuh milik Rei. Rei pun melepaskan tangannya manusia naga yang mengurungkan niat untuk memukul Yuna dan Nina, Dan kemudian pergi.
"Ck.... apa apa itu....?" ucap manusia naga yang pergi menjauh. "Papa....." ucap Yuna dan Nina yang langsung memeluk Rei. "Yuna.... Nina .... sudah aku ada di samping kalian, jadi kalian tidak perlu takut" ucap Rei yang sambil mengelus kepala Yuna dan Nina. "Ayo jalan ke tempat Duke tinggal" ucap Rei. "Ya...." ucap Yuna dan Nina yang kembali bersemangat.
Rei, Yuna dan Nina pun berjalan ke arah mansion Duke tempat itu. Dan mereka pun sampai di depan Mansion Duke, "Yuna Nina, ayo" ucap Rei yang tanpa ragu memasuki gerbang mansion milik Duke. Dan saat kemudian Rei di hentikan oleh beberapa penjaga tempat itu.
"Siapa kalian...!!! dan ada urusan apa kalian di sini.....?!!" ucap tegas para penjaga tersebut. "Pertemukan aku dengan tuan kalian" ucap Rei sambil menunjukkan satu koin platinum. Saat melihat koin platinum para penjaga itu pun berjalan ke dalam mansion untuk menyampaikan keinginannya Rei.
"Tok....tok...tok...." penjaga itu mengetuk ruang Duke. "Tuan.... ada seseorang yang datang dan ingin menemui anda" ucap penjaga tersebut. "Bilang kalau aku tidak ingin menemui siapa pun.....!!" ucap Duke. "Tapi tuan dia memiliki koin platinum" ucap penjaga. "Koin platinum katamu....?!! cepat suruh dia masuk" ucap Duke. "Baik tuan...." ucap penjaga tersebut dan ia keluar dari mansion.