
"Jadi aku harus melupakan dendam milikku....?" ucap Litch. "Hmm.... ya bisa di bilang begitu, dan coba pikir sudah berapa lama kau hidup.....?" ucap Rei. "Kalau tidak salah kematian ku lima ratus tahun lalu" ucap Litch. "Lima ratus tahun kah.....? coba aku tebak, orang yang mengkhianati mu itu ras manusia kah.....?" ucap Rei.
"Ya....benar di manusia, dan aku sangat tidak menyukainya" ucap Litch. "Hmm.... apakah kau itu bodoh.....?" ucap Rei. "Tidak bagus berkata orang lain itu bodoh'' ucap Litch. "Orang yang tidak tau kebodohannya itu sangat bodoh, sepertimu" ucap Rei. "Kenapa tiba tiba kau berkata seperti itu kepadaku.....?" ucap Litch.
"Yah.... coba pikir, manusia bisa hidup di bawah angka seratus tahun, kalau ada yang hidup di atas seratus tahun palingan dia sangat tua dan hanya berbaring di atas tempat tidur, dan aku ingin membalas dendam kepada orang yang sudah tidak ada di sini.....?" ucap Rei. "Eh.... tunggu dulu, sepertinya yang kau katakan benar" ucap Litch.
"Dan sekarang kau mau bagaimana.....?" ucap Rei. "Bagaimana apanya.....?" ucap Litch. "Yah.... bagaimana apakah kau akan membalaskan dendam mu ke alam baka, atau kau akan melupakan dendam mu.....? semua itu terserah kau, dan aku ingin tau apa yang akan kau pilih" ucap Rei. "Kalau itu, aku harus bagaimana....?" ucap Litch.
"Ya.... itu terserah kau, apakah kau akan tetap melanjutkan hidup mu sebagai Litch dan hidup beberapa dekade, atau kau pergi ke alam baka dan bereinkarnasi kembali, dan pilihlah" ucap rei. Litch pun merenung beberapa saat untuk memilih jawaban, dan akhirnya ia pun memutuskan sesuatu. "Baiklah, kalau begitu apakah aku bisa meminta tolong kepadamu.....?" ucap Litch.
"Minta tolong.....? kau mau minta tolong apa.....?" ucap Rei. "Tolong akhirnya kehidupanku sebagai Litch, aku akan melupakan dendam yang ku miliki dan akan menjalani hidup yang lebih baik di kemudian hari" ucap Litch. "Ya.... baiklah, akan ku mulai" ucap Rei. "Sihir cahaya: Divine Light" Rei menggunakan sihir pensucian ke Litch.
Litch yang terkena sihir itu pun tumbuhnya menyala dan sedikit demi sedikit tubuhnya hancur menjadi partikel. "Oh ya.... sebelum aku menghilang apakah aku boleh tau siapa namamu.....?" ucap Litch. "Ya.... tentu saja, namaku Rei, dan ku doakan semoga kau bisa menjalani hidup yang lebih baik nanti" ucap Rei. "Ya.... terima kasih banyak Rei....." ucap Litch dengan sangat tulus. "Ya...." ucap Rei yang membalas Litch.
Sementara itu di tempat peperangan, Iseria dan yang lainnya yang sedang melawan sebuah monster kuat.
"Sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring.... sring....sring.... sring...." Alencia, Sasaki dan Asami menyerang dengan pedang secara terus menerus ke arah monster tersebut. "Ting.... Ting ...Ting..... Ting.... Ting.... Ting...." akan tetapi serangan mereka tidak berpengaruh terhadap monster tersebut. "Hah.... bagaimana ini.....? bahkan serangan kita tidak menggores tubuhnya" ucap Sasaki.
"Tinjuku sudah cukup" ucap Cerise. "Tapi apakah kau yakin....?" ucap Sasaki. "Biarkan dia mencoba, kalau dia tidak berhasil kita membantunya" ucap Alencia. "Ya.... Baiklah" ucap Iseria dan yang lainnya. Sedangkan Carl berada di hutan, ia sedang beristirahat. "Kak Carl tidak membantu kak Iseria dan yang lainnya.....?" ucap Yuna. "Ya... mau membantu apa....? aku kehabisan mana, dan kalau ke sana hanya akan membebankan mereka" ucap Carl.
"Kak Carl lemah.... " ucap Nina. "Eh.... kenapa begitu.....? aku memang lemah dalam hal fisik, tapi kalau aku memilih mana aku cukup kuat loh" ucap Carl. "Kak Carl hanya beralasan" ucap Yuna dan Nina. "Yuna Nina, kak Carl itu cukup kuat, dan bukitnya tadi dia mengalahkan banyak sihir dengan sihir yang dia miliki, dan sekarang dia beristirahat" ucap Shiko. "Oh.... begitukah...." ucap Yuna dan Nina.
"Eh.... sifat mereka berbeda saat berbicara dengan ku" ucap Carl. "Tidak perlu di pikiran, mereka masih anak anak" ucap Shiko. Da kembali ke pertarungan, Cerise berlari ke arah monster tersebut. "Ssshsaa....." monster tersebut pun melesat ke arah Cerise. "Pukulan dua ratus persen...." ucap Cerise sambil melesatkan pukulan ke depan sambil ia berlari ke depan. "Duuuaaakkk.....!!!" pukulan Cerise mengenai langsung kepala monster tersebut.
"Yosh.... kenal telak" ucap Cerise. "Kretek.... kretek......" perlahan tubuh monster tersebut retak dan tak lama seluruh tubuh monster tersebut retak. "Pukulan terakhir....." ucap Cerise yang melesatkan pukulan dari tangan kirinya dan langsung mengenai monster tersebut. "Tyiiarr....." monster tersebut pun langsung hancur berkeping keping. "Wow..... kau hebat Cerise.... tapi bagaimana kau melakukannya....?" ucap sasaki.
"Tidak semua bisa di poton oleh benda tajam dan tidak semua bisa di pukul dengan tangan kosong'' ucap Cerise. "Apa arti dari kata kata itu Cerise.....?" ucap Alencia. "Eh... aku juga tidak tau, hanya keluar dari mulutku saja" ucap Cerise. "Eh.... tapi yang penting kita sudah berhasil mengalahkannya" ucap Alencia. "Ya.... dan juga sepertinya ini sudah selesai" ucap Rei.
Di tempat Rei berada, Litch sedikit demi sedikit kehilangan tubuhnya dan akhirnya ia menghilang. "Hmm.... semoga kau bahagia" ucap Rei kepada Litch yang sudah pergi dan tubuhnya menghilang. "Yosh.... sekarang saatnya kembali" ucap Rei yang kemudian berlari ke tempat Iseria dan yang lainnya berada.
"Hmm.... sudah bereskah..... aku senang ini berakhir lebih cepat dari yang ku kira" ucap Rei. Dan Rei pun sampai di depan Iseria dan yang lainnya. "Rei....." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Asami dan Alencia. "Ya.... apakah di sini sudah beres....?" ucap Rei. "Ya... sepertinya begitu, dan apakah bos sudah di bereskan.....?" ucap Iseria. "Ya.... dia pergi tanpa penyesalan" ucap Rei.
"Tanpa penyesalan.....? apa yang kamu maksud....?" ucap Alencia. "Dia memutuskan untuk melupakan dendam yang dia punya dan dia memintaku untuk menggunakan sihir cahaya ke dirinya" ucap Rei. "Hmm... begitukah, dan sekarang kita kembali" ucap Cerise. "Ya.... sepertinya begitu, hari juga sudah sore sebelum makan malam bersihkan diri kalian" ucap Rei.
"Rei juga, kalau begitu kita pergi mandi bersama sama" ucap Iseria. "Tidak, aku tidak ikut, kalian saja" ucap Rei. "Baiklah kalau Rei berkata seperti itu, aku akan menggunakan permintaanku Rei harus ikut mandi bersama nanti" ucap Iseria. "Bukankah kau sudah menggunakan tadi pagi....?" ucap Rei. "Tidak, aku tidak menggunakan sama sekali" ucap Iseria. "Ah.... ya baiklah, Sekarang kita pergi ke hutan elf dulu" ucap Rei. Dan mereka pun berjalan bersama menuju ke hutan elf.