
"Kalau kalian ingin jalan jalan, ini uang aku akan mecari tau siapa saja yang akan ikut pemilihan menjadi raja pahlawan" ucap Rei sambil memberikan uang. "Eh.....? tadinya kami mau ajak Rei jalan jalan" ucap Asami. "besok kita akan jalan jalan, aku yang ajak" ucap Rei. Dan Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami pun pergi untuk melihat lihat sambil membeli sesuatu.
"Sekarang aku akan pergi, untuk makan siang tidak perlu, jadi siapkan saja makan malam nanti" ucap Rei. "Baik....., selamat jalan tuan" ucap para pelayan. dan Rei pun keluar pergi ke suatu tempat. Rei yang berjalan tanpa sadar ia berada di depan sebuah bar yang sangat jauh dari keramaian dan bar itu sangat sepi.
Rei pun masuk ke dalam bar tersebut. "Permisi....." ucap Rei yang sambil masuk ke dalam bar. Dan terlihat bar itu tidak terawat.
"Selamat datang" ucap seseorang yang sudah tua. Rei pun duduk di salah satu kursi dan Rei memikirkan sesuatu. "Ah.....!!! tidak mungkin
...!!!" ucap pak tua itu yang melihat Rei. Rei di mata pak tua itu seperti raja pahlawan pada saat muda atau lebih tepatnya puluhan tahun lalu. Karena pak tua itu sudah lama mengenal raja pahlawan.
[Flashback].
Sekitar 50 tahun lalu, seorang pahlawan yang telah memenangkan perang dan membuat Dunia serta pulau itu menjadi damai berjalan ke tempat yang sangat sepi dan ia berhenti di depan bar yang sangat tua. "Permisi....." ucap pahlawan itu yang masuk ke dalam bar.
"Selamat datang, di sini tidak menyediakan minuman yang layak" ucap pak tua itu yang masih muda. "Tidak perlu minuman yang layak, aku hanya berjalan dan sampai di sini" ucap pahlawan. Dan pemilik bar itu memberikan segelas susu kepada pahlawan. "Terimakasih" ucap pahlawan.
"Susu sangat baik untuk tulang mu yang masih muda" ucap pemilik bar tersebut. Dan lada akhirnya pemilik bar itu pun mulai sangat dekat dengan sang pahlawan pada saat. sang pahlawan pun sering pergi ke tempat bar tersebut. Sang pemilik bar itu tidak tau kalau orang yang menjadi sahabat nya adalah seorang raja pahlawan.
Dan saat beberapa tahun pemilik bar tau kalau sahabat nya itu adalah seorang raja pahlawan, dan pada satu tahun terakhir kemarin sang raja pahlawan itu pun meninggal dunia. Karena sang raja pahlawan sudah hidup hampir ratusan tahun.
[Flashback end].
"Ini silahkan di minum" ucap pemilik bar yang memberikan segelas susu kepada Rei. "Terima kasih banyak, pak tua" ucap Rei. "Hahahaha..... tidak apa apa, oh ya kau tidak berasal dari sini kan...." ucap pemilik bar. "Ya.... aku berasal dari tempat yang jauh, dan Sekarang aku tinggal berpindah pindah" ucap Rei.
"Selamat datang, tuan putri Rin" ucap pemilik bar. "Tuan Putri Rin.....?" ucap Rei yang baru tau kalau yang datang adalah tuan putri pulau itu. "Kau belum tau tentang kerajaan di pulau ini ternyata" ucap pemilik bar. "Ya... karena saya pertama kali kesini" ucap Rei.
sekitar dari semua Harem milik raja pahlawan hanya ada satu dari anak dari para Harem milik raja pahlawan yang memiliki kekuatan terkuat. dan salah satunya adalah Rin adalah putri yang memiliki kekuatan dari raja pahlawan. "Hey, kamu....." ucap Rin yang memanggil Rei. "Ya.... aku.....?" ucap Rei yang menoleh ke arah Rin.
"Ya.... siapa nama mu.....? aku Rin" ucap Rin yang langsung memperkenalkan diri. "Nama ku Rei, ada apa.....?" ucap Rei. "Rei.... kah, kalau begitu Rei jadilah suami ku" ucap Rin. "Tidak tidak..... cari saja orang lain" ucap Rei. "Rei.... kenapa kau menolak permintaan tuan putri....?" ucap pemilik bar. "Aku tidak memiliki niatan untuk menikah saat ini" ucap Rei.
"Kalau kamu tidak mau ikutlah pertandingan dan keluarkan semua kemampuan yang kau miliki" ucap Rin. "Pertandingan....?" ucap Rei yang tidak tau. Pertandingan yang di maksud adalah pemilihan untuk membuktikan bahwa seseorang itu pantas menjadi raja pahlawan selanjutnya. "Pertandingan akan di adakan lima hari lagi jadi kamu harus ikut" ucap Rin.
"Ya..... coba kau ikut, meski yang kau Lawan pasti keturunan pahlawan" ucap pemilik bar. "Kata kata nya seperti menginginkan ku kalah dalam pertandingan pertama" batin Rei. "Ini tiket untuk ikut, kau bawa saja dan nanti di hari itu kau tinggal tunjukkan saja tiket ini, kau bisa langsung ikut dalam pertandingan" ucap pemilik bar yang memberikan sebuah tiket kepada Rei.
"Ya... kalau begitu akan aku lihat seperti apa pertandingan yang akan kamu perlihatkan" ucap Rin yang kemudian pergi meninggalkan bar tersebut. "Wah.... dia langsung pergi" ucap Rei. "Rei.... kau harus berlatih dari sekarang agar bisa mengalahkan satu dari anggota yang akan ikut dalam pertandingan nanti" ucap pemilik bar. "cih.... akan ku tunjukkan kekuatan ku, aku tidak suka di rendahkan" ucap Rei.
Dan Rei pun pergi keluar dari bar tersebut. "Pertandingan nya lima hari lagi, dan pemilihan juga di adakan dalam lima hari lagi, berarti pemilihan dan pertandingan di lakukan bersamaan" ucap Rei yang tidak tau kalau pertandingan itu adalah cara pemilihan calon raja pahlawan selanjutnya. Dan Rei menuju ke Mansion.
Hari sudah siang dan saat Rei berjalan di belakang nya terdapat Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki dan Asami yang juga berjalan untuk kembali ke mansion. "Papa....." ucap Yuna dan Nina yang langsung berlari ke arah Rei. "Eh....? Yuna Nina, apa yang lainnya juga bersama mu....?" ucap Rei. "Ya.... kak Iseria dan yang lainnya ada di belakang sana" ucap Yuna yang menunjuk ke arah Iseria dan yang lainnya.
Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami pun berjalan sedikit cepat ke arah Rei. "Bagaimana.....? apa kalian bersenang senang.....?" ucap Rei. "Ya.... kami tadi juga melihat pangeran kerajaan ini" ucap Cerise. "Apa kalian langsung jatuh cinta pada nya.....?" ucap Rei. "Tidak.... jika di Bandingkan dengan Rei, dia tidak ada apa apa nya" Shiko.
"Benarkah....? jangan jangan kalian berbohong" ucap Rei. "Apa perlu kita tunjukkan seperti apa cinta kami kepada Rei.....?" ucap Sasaki. "Tidak perlu, ayo Yuna Nina, kita akan kembali ke Mansion untuk makan siang" ucap Rei. "Ya...." ucap Yuna dan Nina. dan Rei, Yuna, Nina pun berjalan. "Rei....!!! Danna.....!! Sayang.....!!" ucap Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami yang telah di permainan oleh Rei. "Ahahahahaha...... Ternyata kalian sangat mudah di permainan" ucap Rei yang dari kejauhan. Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, dan Asami pun ikut menyusul Rei yang berjalan ke arah Mansion.