
Rei setelah membaringkan dan menyelimuti Yuna dan Nina, ia menulis sebuah surat untuk di berikan kepada Kuro dan pak Markus.
"Baiklah tuan Rei, saya akan berikan ini kepada beliau" ucap Durin. "Ya.... aku serahkan ini padamu" ucap Rei. Dan Rei pun kemudian berteleport kembali ke mansion. "Woah.... hebat sekali tuan Rei, dia bisa langsung menghilang" ucap Durin yang kagum. Durin pun kemudian berjalan untuk memberi surat dan minuman itu kepada Kuro dan Markus.
Setelah itu Durin pergi ke ruangan Markus berada. "Tok.... tok.... tok...." Durin mengetuk pintu ruangan itu. "Durin kah.....? masuklah, apa ada yang ingin kau berikan.....?" ucap Markus. "Permisi tuan Markus" ucap durin yang masuk ke dalam ruangan Markus. "Jadi saya ke sini untuk mengatakan sebuah surat dari tuan Rei untuk anda dan juga tuan Rei memberikan sebuah wine kepada anda....." ucap Durin.
"Rei kah.....? aku sedikit berpikir kalau dia pasti akan mengetahui diriku, tapi tak ku sangka dia akan memberikan sebuah surat dan wine, baiklah Durin taruh saja di meja dekatmu, nanti aku akan baca" ucap Markus. "Baiklah, kalau begitu saya akan taruh di atas meja sini" ucap Durin. Durin pun kemudian meletakkan sebuah surat dan wine yang di berikan Rei di sebuah meja, setelah itu Durin pun menuju ke pintu keluar.
"Baiklah tuan Markus, saya permisi" ucap Durin yang kemudian keluar sambil menutup pintu ruangan itu. "Oh.... memberikan sebuah surat dan wine kah.....? kalau di lihat wine ini sudah berumur cukup lama dan juga berkualitas tinggi, nanti kalau bertemu lagi aku akan mengucapkan terima kasih" ucap Markus.
Durin yang sudah keluar itu pun menuju ke kamar Kuro. Di dalam kamar, Kuro dan Letica sedang duduk di atas tempat tidur dan tak ada yang berbicara, mereka saling diam. "Uh.... canggung sekali.... apakah aku harus mengucapkan apa.....? atau aku harus melakukan itu.....? ayolah.... siapapun tolong hilangkan suasana canggung ini......" batin Kuro.
"Ah.... bagaimana ini.....? apa yang harus d lakukan.....? di sini sangat canggung, Kuro juga tidak mengatakan apapun, aku juga tidak tau harus mengatakan untuk menghilangkan suasana canggung ini....." batin Letica. "Tok.... tok.... tok....." seseorang mengetuk pintu kamar Kuro. "Ini Durin tuan, apakah saya bisa masuk dan memberikan ini ....?" ucap Durin dari balik pintu.
"Mantap.... Durin, terima kasih kau datang tepat waktu, aku nanti akan berterima kasih padamu....." batin Kuro. "Ya..... kau bisa masuk, dan apa yang kau bawakan......?" ucap Kuro. "Permisi tuan kuro dan nyonya Letica....." ucap Durin yang sambil masuk ke dalam kamar. "Saya membawakan ini tuan, ini dari tuan Rei yang menitipkan kepada saya dan di minta untuk memberikan ini kepada tuan Kuro" ucap Durin.
"Dari Rei.....? apa yang dia titipkan padamu.....?" ucap Kuro. "Sebuah surat dan sebotol bir, ini di berikan untuk anda" ucap Durin. "Baiklah, sini aku akan membaca suratnya dan kau bisa pergi" ucap Kuro. Dan Durin Kun memberikan surat itu dan sebotol Bir kepada Kuro, setelah itu Durin pergi keluar dan tidak lupa menutup pintunya.
Markus juga membaca surat yang diberikan Rei. Di Markus tertulis hampir sama akan tetapi yang membedakan, di Markus hanya sampai kalau Rei akan kembali ke kerajaan tortus dan di akhiri dengan salam dari Rei. Sedangkan Rei yang berada di mansion, ia duduk di ruang makan dan terdapat sebuah gelas berisi air putih yang ada di depannya.
"Huh..... memiliki perasaan yang kurang enak saat memikirkan untuk pergi ke kerajaan dark elf" ucap Rei yang kemudian minum air yang ada di gelas. "Kira kira apa yang kamu khawatirkan.....? apakah kamu membayangkan sesuatu yang sangat buruk akan terjadi......?" ucap Valentine yang melayang masuk ke ruang makan. "Entahlah, aku juga kurang tau, aku juga ingin memastikan tapi entah kenapa aku menjadi ragu" ucap Rei.
"Ini seperti bukan kamu yang biasanya Rei....." ucap Valentine. "Iyakah......? apakah kau tau seperti apa aku yang biasanya.....?" ucap rei. "Hmm.... bagaimana ya..... Rei itu biasanya tidak akan ragu, dan juga kalau penasaran kenapa tidak langsung di lihat hilangkan saja rasa ragu atau sebaliknya urungkan saja untuk pergi, bukan begitu.....?" ucap Valentine. "Ya.... ya.... baiklah, aku akan pergi dan juga terima kasih" ucap Rei.
Dan Rei pun kemudian menggunakan sihir untuk menerbangkan mansion menuju ke kerajaan dark elf. "Wow.... hebat bisa menerbangkan dengan sangat mulus" ucap Valentine. "Ya..... kalau ada getaran sedikit ada nanti ada yang bangun" ucap Rei. "Ya sih.... tapi apakah manamu tetap baik baik saja......? bukankah menerbangkan menggunakan sangat banyak mana.....?" ucap Valentine.
"Itu tidak masalah, mana ku sangat banyak dan juga ini bukan apa apa" ucap Rei. "Begitukah, hebat sekali memiliki mana sebanyak itu, meski aku sekarang tidak bisa menggunakan mana tapi aku bisa menggunakan energi" ucap Valentine. "Hemat saja energi milikmu itu, nanti kalau ada keadaan yang di luar kendali atau keadaan yang berbahaya bisa kau gunakan" ucap Rei.
"Ya..... di kerajaan dark elf masih belum tau apa yang sedang menanti" ucap Valentine. "Ya..... kalau terjadi sesuatu aku serahkan padamu" ucap Rei. "Eh.....?! kenapa padaku......? bukankah ada yang lebih layak.....?" ucap Valentine. "Ya..... entah kenapa aku lebih suka kalau kau yang lebih berhak menerima tugas ini, dan juga kau bisa pergi dengan yang lainnya dengan mudah" ucap Rei. "Ya .... tapi ada Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami dan yang lainnya" ucap Valentine.
"Hmm.... memang banyak, tapi ada sebuah kata dari seseorang yang aku masih ingat" ucap Rei. "Kata kata......? seperti apa.....?" ucap Valentine yang menyela perkataan Rei. "Tunggu, aku belum selesai ucapan ku, semakin tua semakin bijak orang itu" ucap Rei. "Jadi kamu menanggap kalau aku ini tua.....?" ucap Valentine. "Kadang tidak kadang iya karena kau sudah hidup cukup lama" ucap rei.