
"Kita sudah berkeliling dan membeli beberapa aksesoris, apakah kalian tidak mengirimkan surat untuk ayah dan ibu kalian....?" ucap Rei. "Oh ya.... aku hampir lupa tentang itu, terima kasih telah memberi tau Rei...." ucap Iseria. "Aku juga, terima kasih telah memberitahu sayang...." ucap Asami. Dan mereka pun segera menuju ke kamar mereka masing masing.
Dan di tempat itu hanya ada, Rei, Yuna, Nina, Cerise dan Shiko. "Kalian tidak mengirimkan surat....?" ucap Rei. "Tidak, aku tidak ada seseorang yang akan menerima surat ku" ucap Cerise. "Kalau Shiko...." ucap Rei. "Aku sudah berada dekat dengan Danna buat apa mengirim surat" ucap Shiko. "Ya...... kalau begitu aku akan pergi untuk melihat daerah tempat berburu...." ucap Rei.
"Untuk apa melihat ke sana.....?" ucap Cerise. "Ya.... hanya mengecek apakah di sana ada monster tingkat tinggi" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut...." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... ayo ikut.... kalian berdua tidak apa apa kan kalau di sini...." ucap Rei. "Ya.... selamat jalan....." ucap Cerise. "Hati hati di jalan, Danna" ucap Shiko. "Ya... kalau begitu kami pergi...." ucap Rei.
Dan mereka bertiga pun keluar dari Mansion dan menuju ke hutan tempat berburu monster dan hewan buas. "Papa.... apakah para Demi-Human juga makan daging....?" ucap Nina. "Ya.... mereka makan seperti manusia" ucap Rei. "Papa hutan yang papa maksud itu yang di depan itu.....?" ucap Yuna.
"Ya.... itu hutannya, tapi kita masih jauh, dan kita belum keluar dari kota" ucap Rei. "Apakah papa akan menggunakan sihir agar cepat ke sana.....?" ucap Yuna. "Ya..... kalian pegang tanganku" ucap Rei. Yuna dan Nina pun menggandeng tangan Rei, Yuna menggandeng tangan kanan dan Nina menggandeng tangan kiri Rei.
Dengan cepat mereka pun berpindah tempat ke depan hutan tempat berburu. "Papa.... apakah aman....?" ucap Nina. "Tenang saja Nina, papa sangat kuat" ucap Yuna. "Ya... kalau ada apa apa, aku akan melindungi kalian" ucap Rei. "Ya... papa....." ucap Nina. Dan mereka bertiga pun masuk ke dalam hutan tersebut, dan mereka hanya bertemu dengan monster tingkat bawah dan tingkat menengah.
"Hmm.... ternyata tidak berbahaya di sini" ucap Rei. "Apakah aman papa....?" ucap Yuna. "Ya.... aku tidak bisa bilang aman tapi monster di sini sangat lemah" ucap Rei. "Oh.... begitu papa...." ucap Nina. "Whooam....." Rei menguap. "Papa mengantuk....?" ucap Yuna. "Ya.... sedikit, bagaimana kalau tidur sebentar di sini....?" ucap Rei.
"Tidur....?" ucap Nina. "Ya... kerena tidur di atas rumput itu lumayan nyaman" ucap Rei. Dan Rei pun duduk, setelah itu Rei berbaring di atas rumput dan menekuk tangannya ke belakang kepala sebagai bantalan. "Hmm.... seperti sudah lama tidak aku rasakan" ucap Rei. Yuna dan Nina pun ikut berbaring dan menggunakan tubuh Rei sebagai bantalan. Dan tak lama mereka pun tertidur di sana.
Sementara itu, si putri dan Itshu yang sedang mencari Rei di kota pun tidak ketemu. "Hmm.... kira kira dia ada di mana ya....?" ucap putri. "Hanya satu tempat yang belum di kunjungi tuan putri" ucap Itshu. "Di mana itu Itshu....?" ucap putri. "Di area berburu monster" ucap Itshu. "Area berburu....? sudah lama aku tidak ke sana" ucap putri. dan mereka berdua pun pergi ke Hutan area berburu.
Rei, Yuna dan Nina sedang tidur entah di mana, tapi mereka berada di dalam hutan. Putri dan Itshu yang berjalan memasuki hutan dan mereka membunuh monster yang menghadang mereka. "Mudah mudah..... tidak sulit sama sekali" ucap putri. "Ya.... karena di sini masih pinggiran dan di tengah monster yang kuat" ucap putri.
"Tuan putri.... mereka Manusia....." ucap Itshu. "Ah.....!!! dia orang yang aku cari....." ucap tuan putri. "Eh..... manusia ini yang anda cari....? ada apa tuan putri....?" ucap Itshu yang tidak tau apa apa. "Whooam...... ada siapa sih....." ucap Rei yang terbangun dari tidurnya karena suara putri dan Itshu. "Hey.... kau..... apakah kau kuat....?" ucap putri. "Siapa kau....? aku tidak kenal dan tiba tiba saja di tanya kuat apa Tidak" ucap Rei.
"Kau tidak sopan dengan tuan putri...." ucap Itshu. "Lah mana aku tau, aku pertama kali bertemu dia tidak terlihat mukanya dan juga dia pakai topeng, yang di salahkan aku...." ucap Rei. "Ah..... papa ada apa....?" ucap Yuna dan Nina yang terbangun dari tidurnya. "Maaf aku kami membangunkan kalian" ucap putri. "oh ya.... kenapa kau tidur di tengah hutan ini.....? apakah kau tidak takut ada monster menyerang....?" ucap putri.
"Tidak, papa sangat kuat" ucap Yuna dan Nina. "Sangat kuat....? Kalau begitu ayo duel dengan ku...." ucap putri yang menantang Rei untuk duel. "Tidak mau, dengan orang lain saja, tadi di kota banyak orang kuat, jadi kembali ke kota sana aja" ucap Rei. "Tidak, aku sudah pernah mengalahkan orang kuat di sini, dan tinggal melihat seberapa kuat kau...." ucap putri.
"Aku tidak kuat, bahkan aku bisa kau kalahkan dengan mudah" ucap Rei. "Aku tidak percaya, kalau begitu tunjukkan kekuatan mu" ucap putri. "Sriiingg....." putri menarik pedangnya dari sarungnya. "Apakah kau benar benar mau menyerang ku dengan pedang itu....?" ucap Rei. "Ya..... aku akan serius, kalau kau tidak tidak bisa menghindari Serangan ku, kau akan mati...." ucap putri.
"Wah.... serem, aku menyerah....." ucap Rei. "Tidak, aku tidak akan mengakui kekalahan sebelum pertarungan di mulai" ucap putri. "Ck, dia orang yang merepotkan sekali, kalau begitu aku akan bermain dengannya" batin Rei. "Yuna, Nina kalian mundur sedikit jauh" ucap Rei. "Ya.... papa...." ucap Yuna dan Nina.
Mereka berdua pun mundur sedikit jauh. "Yosh, kau maju" ucap Rei. "Wush....." putri itu melompat dengan cepat ke depan. "Sihir angin: wind blow" Rei mengunakan sihir untuk memotong ranting pohon yang ada di sampingnya. Dan Rei mengambil ranting yang telah ia potong itu.
"Ranting ......? untuk apa dia mengambilnya....?" Batin putri yang melihat Rei mengambil ranting kecil pohon. Ranting pohon yang Rei potong sepanjang tiga puluh sentimeter, dan sangat tipis. "Dengan ranting itu dia tidak akan bisa menahan serangan ku" batin putri. "Sweesssh...." putri itu melesatkan Serangan.