
Rei dan Sasaki yang masuk karena menginjak teras rumah yang berada di pojokan. Mereka seperti berada di dalam tanah tapi di sana terang. "Rei.... ini dimana....?" ucap Sasaki. "Kan sudah ku bilang jangan ke rumah itu tapi kau malahan ke sana" ucap Rei. "Maaf Rei..... aku menyesal Sekarang, tapi bagaimana cara agar bisa keluar dari sini" ucap Sasaki.
"Menggunakan sihir teleportasi tidak bisa, berarti hanya harus mengalahkan monster di depan sana" ucap Rei yang sambil menunjuk seekor monster di depan mereka.
"Xixixi.... ada mangsa yang masuk, manusia adalah makanan favorit ku" ucap monster tersebut. "Wush....." monster tersebut melesat ke depan dan langsung menyerang dengan mengibaskan tangannya ke samping. "Cruuaat......" Rei langsung terkena Serangan itu. Rei yang terkena Serangan itu pun terbelah menjadi dua dari bagian dada.
"Eh, Rei.....? tolong jangan mati.... Rei......" ucap Sasaki yang sangat panik.
"Sluuhp....." monster tersebut menjilat tangan nya yang berlumuran darah. "Hmm..... darah nya lumayan enak, tapi darah seorang wanita adalah kesukaan ku" ucap monster tersebut dan langsung berusaha untuk mencabik Sasaki. dan saat tangan monster tersebut sangat dekat dengan Sasaki.
"Apakah kau Rei....?" ucap Sasaki yang masih tidak percaya bahwa Rei masih hidup. "Ya, siapa lagi kalau bukan Akagami Rei" ucap Rei dengan senyuman lebar. "Kalau serangan pertama kau masih hidup tapi tidak untuk keduakalinya" ucap monster tersebut dan langsung melesat ke arah Rei.
"Kau lah yang akan selesai" ucap Rei. dan pedang yang Rei pegang itu membuka seperti mulut dan langsung membelah monster tersebut menjadi dua dari kepala sampai kaki. "Wush....." kemudian pedang Rei pun langsung menghilang. Setelah monster tersebut di kalahkan Rei dan Sasaki beserta bangkai monster tersebut langsung berpindah ke atas tanah.
Rumah di pojokan menghilang dan hanya ada Rei, Sasaki dan bangkai monster. "Sasaki kalau kau menyerahkan bangkai monster ini ke Bounty Hunter kau tidak akan dapat apa apa" ucap Rei. "Ya.... kalau begitu akan ku biarkan saja monster ini" ucap Sasaki. "Ini buat kau, untuk makan dan lain lain" ucap Rei sambil memberikan dua koin platinum.
"Eh...? Rei aku tidak bisa menerima ini" ucap Sasaki. "Ya, ambil saja aku sekarang buru buru" ucap Rei. "Ya, aku akan terima, dan terima kasih Rei" ucap Sasaki. "Ya, sampai jumpa" ucap Rei, ia pun langsung berteleport ke depan gerbang mansion. Dan Rei pun ingin masuk ke dalam mansion ia mendengar ada suara yang memanggil nya. "Rei.......!!!!" ucap Kuro dari kejauhan sambil berlari.
Kuro pun berhenti di hadapan rei. "Hah.... hah.... hah..... Rei bagaimana ini....?" ucap Kuro yang sambil terengah-engah. "Tolong katakan lebih santai Kuro" ucap Rei. "Huft.... Rei Sekarang bagaimana, tadi aku menembak Letica dan ia berkata kalau dia juga menyukai ku, terus bagaimana Rei....?" ucap Kuro. "Oh kalau itu mudah saja, kau tinggal lamar dia dan pakai ini" ucap Rei sambil memberikan dua buah cincin kepada kuro.