Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.236 Saat Pulang



Rei dan yang lainnya yang berada di ruangan tersebut saling berbincang bincang. "Baiklah, kami harus pergi" ucap Rei. "Eh.... sudah mau pergi.....? bukankah kalian bisa di sini lebih lama....?" ucap Kuro. "Tidak, sepertinya Yuna dan Nina sudah kecapekan" ucap Rei.


"Oh.... sepertinya begitu, baiklah kalau di lihat mereka berdua sudah capek" ucap Kuro. "Baiklah, kalau begitu kami akan pamit" ucap Rei. Dan Rei pun menggendong Yuna dan Nina kemudian mereka pun keluar dari kediaman Kuro. Rei dan yang lainnya pun keluar dari kediaman Kuro dan menuju untuk kembali ke mansion.


"Durin.... apakah aku bisa berbicara dengan mu....?" ucap Kuro kepada pelayan laki laki keluarga Kuro. "Bisa tuan Kuro, ada apa memangnya tuan Kuro.....?" ucap Durin. "Aku ingin bertanya, kalau kau lihat betapa kira kira yang di habisan Rei untuk memasak tadi.....?" ucap Kuro. "Kalau saya melihatnya, tuan Rei menghabiskan dengan biaya yang cukup sedikit hanya untuk makanan tadi" ucap Durin.


"Hmm.... sekitar lima puluh koin perak....?" ucap Kuro. "Sepertinya tidak akan sampai sekitar puluhan perak untuk makanan tadi, akan tetapi kalau untuk jamuan yang akan di makan banyak orang kurang lebih satu koin emas cukup dan bahkan masih tersisa" ucap Durin. "Satu koin emas masih sisa, berarti cukup murah, tapi bagaimana bisa seenak itu....?" ucap Kuro.


"Saya juga kurang tau bagaimana caranya, tapi saya melihat tuan Rei memasak tadi seperti melihat orang yang sangat mengetahui spesifikasi dari bahan yang akan di gunakan dan juga perpaduan bahan satu sama lain itu yang belum pernah saya lihat, dan kesimpulan saya kepada tuan Rei adalah dia sangat hebat, saya mengagumi dia sebagai seorang koki" ucap Durin.


"Begitukah, apakah kau bisa mencapai rasa masakan Rei, durin.....?" ucap Kuro. "Untuk sekarang saya masih belum bisa, kalau saya bisa memahami tentang bahan bahan bisa di bilang saya akan sedikit mencapai rasa masakan tuan Rei" ucap Durin. "Bagitukah, kalau begitu kau bisa kembali, pembicara selesai" ucap Kuro.


"Baik tuan kuro, saya akan kembali" ucap Durin yang kemudian pergi dari ruangan tersebut. "Rei.... kau memang hebat, dari awal bertemu aku sudah merasakan kalau kau itu orang yang sangat hebat" ucap Kuro. "Apakah kamu dengan Rei sudah berteman lama....?" ucap Letica. "Tidak terlalu lama, aku bertemu dengannya saat hampir mati, dia menyelamatkan ku dan setelah mendengar kabar tuan Puteri pulih dari kutukan beberapa hari kemudian Rei sudah tidak ada di kerajaan ini'' ucap Kuro.


"Kemudian bertemu lagi di desa tempat tinggal ku, bukan.....?" ucap Letica. "Ya.... aku sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan Rei dan menemukan cintaku yaitu dirimu di desa itu" ucap Kuro. "Tok.... tok... tok....." seseorang mengetuk pintu pintu ruangan Kuro dan Letica. "Ya... masuk saja" ucap Kuro.


Dan kemudian Durin membuka pintu sambil membawa sebuah makanan. "Eh....? Durin....? kenapa kau membawa makanan....?" ucap Kuro. "Ini bukan saya yang membuatnya, saya menemukan ini di dapur dan ada sebuah surat dan juga makanan ini masih hangat" ucap Durin. "Bagitukah, kalau begitu bawa ke sini dengan suratnya" ucap Kuro.


Kemudian Durin pun menaruh makanan dan surat di depan Kuro dan Letica. "Kalau begitu saya akan kembali ke belakang" ucap Durin. "Ya.... silahkan kembali durin" ucap Kuro. Dan Durin pun keluar dari ruangan itu, setelah ia keluar ia tak lupa menutup pintu ruangan tersebut. "Hmm.... kira kira siapa yang menaruh ini di meja dapur....?" ucap Kuro.



"Hmm.... di sini tertulis, bahan yang di gunakan adalah daging sapi, aku memberinya sedikit sihir agar bisa hangat untuk cukup lama, jadi makan sebelum efek sihirnya habis. dan di sini tertulis nama Rei.....?" ucap Kuro. "Jadi ini dari Rei.....? dan juga bahan utamanya dari daging sapi....?" ucap Letica. "Ya.... itu yang di tulis di sini, dan juga apakah dia mau kita mencoba makanan ini yang katanya terbuat dari daging sapi....?" ucap Kuro.


"Sepertinya begitu, tapi apakah kamu mau mencobanya.....?" ucap Letica. "Ya.... tentu saja, Rei sudah membuatnya, kalau tidak di makan sama seperti tidak menghargai Rei" ucap Kuro. "Kalau begitu, aku juga akan ikut makan" ucap Letica. Dan mereka pun mencoba sedikit karena hampir semua orang tidak menyukai daging sapi kerena rasanya.


"Hmm.... apakah ini benar benar daging sapi....?" ucap Kuro. "Ya.... ini sangat lembut dan enak sekali, berbeda sekali dengan yang pernah aku coba...." ucap Letica. "Yang pernah kamu coba....? kapan....?" ucap Kuro. "Apakah kamu lupa....? saat makan malam di sebuah tempat dan aku penasaran dengan makanan dari daging sapi dan saat memakannya aku tidak menghabiskannya" ucap Letica.


"Ah.... yang itu, aku denganmu makan malam dan berakhir pulang lebih cepat dari yang di jadwalkan" ucap Kuro. "Ya.... sudah lama ya.... dan juga sebentar lagi kita akan menikah" ucap Letica. "Ya.... kamu benar, sebentar lagi kita akan menikah dan akan memiliki anak" ucap Kuro. "Kalau soal anak, Rei sudah memilikinya apalagi dia punya dua anak kembar, mereka sangat imut" ucap Letica.


"Ya.... mereka berdua sangat imut, tapi kedua anak itu anak dari Rei dengan siapa.....?" ucap Kuro. "Bukankah pasti ada dari salah satu dari mereka....?" ucap Letica. "Tidak, kalau di lihat dengan lebih jelas, tidak ada yang mirip dari semua perempuan yang bersama Rei" ucap Kuro. "Berarti tidak ada satu dari mereka yang menjadi ibu kedua anak Rei itu....?" ucap Letica. "Ya.... masih belum pasti, kalau bertemu lagi kita tanya ke rei" ucap Kuro. "Ya.... kalau bertemu lagi, kita tanya" ucap Letica.


Sementara itu, Rei dan yang lainnya sedang berjalan untuk kembali ke mansion. Saat berjalan Yuna dan Nina yang di gendong Rei itu pun bangun. "Ada apa Yuna Nina....? apakah kalian terbangun karena ku....?" ucap Rei. "Tidak papa.... karena Yuna sudah bangun, Yuna akan berjalan sendiri" ucap Yuna. "Nina juga akan berjalan sendiri" ucap Nina. "Ya.... baiklah, kalau itu yang kalian mau" ucap Rei yang kemudian menurunkan mereka berdua.


"Hacuih....." Yuna dan Nina bersin bersamaan. "Kalian bersin, apakah kalian sakit atau karena sudah cuacanya.....?" ucap Rei. "Yuna dan Nina tidak apa apa kok, papa tidak perlu khawatir" ucap Yuna dan Nina. "Benarkah....? kalau begitu kita pulang dan kalian istirahatlah saat sudah sampai" ucap Rei.