Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.123 Terbunuhnya Duke



Penjaga tersebut pun menemui Rei. "Silahkan masuk ke dalam tuan kami sedang menunggu Anda" ucap penjaga itu dan penjaga itu pun mengantarkan Rei ke ruangan Duke. Dan Rei pun hanya di antarkan sampai depan pintu ruang Duke tersebut. Rei tanpa ragu pun membuka pintu ruang Duke tersebut.


"Selamat datang tuan..... Nama saya—" ucap Duke yang terpotong oleh Rei. "Aku tidak peduli dengan nama atau bio data mu" ucap Rei dan ia, Yuna, Nina pun duduk di kursi depan Duke tersebut. "Tuan anda ada urusan apa di sini....?" ucap Duke.



"Kalau begitu langsung saja, berapa yang di butuhkan untuk membeli satu kota ini.....?" ucap Rei. "Anu.... bagaimana ya..... kalau mau membeli kota membutuhkan banyak uang" ucap Duke. Rei pun mengeluarkan lima kantong penuh dengan koin. "Satu kantong kurang lebih berisi dengan 50 koin platinum" ucap Rei. "Satu kantong 50 koin platinum, berarti ada 250 koin platinum di dalam 5 kantong ini" batin Duke.


"Baik lah, ini surat Surat nya anda tinggal tanda tangan di atas surat ini, besok anda menjadi Duke di kota ini" ucap Duke tersebut. Rei pun tanda tangan di kertas dan setelah urusan selesai Rei pun keluar dari mansion Duke tersebut. Setelah Rei keluar Duke tersebut merencanakan sesuatu.


"Hey..... kau dan para bawahan mu pergi dan bunuh orang tadi" ucap Duke. "Baik tuan...." ucap pengawal pribadi Duke tersebut.



Pengawal Duke tersebut pun pergi meninggalkan ruangan Duke dan memanggil para bawahan nya. "Hah.... seperti akan jadi hal yang menarik" ucap Rei yang berada di depan mansion Duke. "Ada apa papa.....?" ucap Yuna. "Yuna Nina, kalian pulang duluan ya....." ucap Rei. "Papa mau kemana.....?" ucap Nina. "Ada urusan yang tidak penting kalian Pulang duluan nanti akan ku buatkan makanan" ucap Rei.


"Ya...." ucap Yuna dan Nina. Rei pun membuat gerbang dimensi menuju ke Mansion, Yuna dan Nina pun memasuki gerbang dimensi tersebut dan langsung berada di depan pintu masuk Mansion. Rei pun menutup gerbang dimensi ke mansion nya. Dan tiba tiba saja Rei sudah di kepung oleh beberapa penjaga dan salah satunya adalah pengawal pribadi Duke.


"Wah.... seperti nya aku tidak bisa kabur" ucap Rei. "Kau harus mati demi tuan ku" ucap pengawal Duke. "Ah.... kalau tidak salah kau adalah si pengawal, kan" ucap Rei. "Ya.... dan sekarang kau akan mati, serangan.....!!" ucap pengawal Duke. Para penjaga pun maju sambil mengarahkan serangan ke Rei. "Buft.... apa kau pikir aku bisa di kalahkan oleh sekelompok pecundang ini.....?" ucap Rei.


"Para bangsawan tidak memiliki kekuatan tempur di atas penjaga" ucap pengawal Duke. "Ya itu berlaku untuk yang lain, tapi tidak untukku" ucap Rei. "Cruuaat.....cruat..... cruuaat.... cruuaat..... cruuaat..... cruat....." Rei membantai para penjaga dan hanya menyisakan armor nya saja. "Ba... bagaimana dia bisa mengalahkan para penjaga.....?" ucap pengawal Duke yang terkejut.


Rei pun menghilang di hadapan pengawal Duke. "Kemana dia.....? apa dia kabur....?" ucap pengawal Duke yang tidak melihat Rei. "Aku tidak akan kabur, karena aku telah di khianati aku akan membunuh orang nya, tak peduli kemana dia kabur" ucap Rei yang berada di belakang pengawal Duke. Pengawal Duke pun menoleh ke belakang.


'"Bagaimana kau—" ucap pengawal Duke yang terpotong. "Cruat....." Rei menghancurkan kepala pengawal Duke tersebut dengan mudah. "Hah.... ya ampun kenapa kau terlalu lemah, kalau mau berkhianat harus lah kuat" ucap Rei. Dan Rei pun berjalan ke arah mansion Duke tersebut dengan aura membunuh yang terpancar.



"Sihir api\= Hell Flame" Rei menggunakan sihir api dan membakar Duke tersebut. "Arg......


panas.... tolong.... aku.... panas sekali" ucap Duke yang meronta karena terbakar dan akhirnya Duke tersebut habis terbakar tanpa sisa. "Shadow Demon dan Elathan aku punya pekerjaan untuk kalian" ucap Rei.


"Baik ... apa tuan.....?" ucap shadow demon dan Elathan yang tiba tiba saja berada di belakang Rei. "Kalian cari para bawahan Duke yang tadi dan langsung bunuh saja, kecuali budak" ucap Rei. "Baik tuan, akan saya laksanakan" ucap shadow demon dan Elathan, mereka berdua pun pergi untuk mencari para bawahan Duke yang tersisa.


Rei pun memeriksa dokumen yang ada di tempat itu. Rei mengambil beberapa dokumen yang telah di tanda tangani oleh Duke sebagai pemilik kota tersebut. "Yey.... Sekarang kota ini akan ku ubah menjadi kota yang lebih baik" ucap Rei dan ia keluar dari mansion tersebut. Rei berteleport ke depan gerbang kastil kerajaan.


"Anu.... apa kalian bisa katakan kepada raja kalau aku ingin menemui nya.....?" ucap Rei kepada salah satu penjaga di sana. "Baik.... akan saya sampaikan pesan anda kepada raja" ucap penjaga tersebut dan penjaga itu pun berlari ke dalam dan memasuki istana. "Tok.... tok.... tok...." penjaga itu mengetuk ruang istana.


Dan pintu pun terbuka, penjaga itu memberi hormat kepada raja. "Yang mulia, ada tuan Rei ingin Bertemu dengan anda" ucap penjaga tersebut. "Persilakan dia masuk" ucap raja. "Baik...." dan penjaga itu pun berlari kembali ke gerbang. Saat di gerbang para penjaga membuka kan gerbang nya kepada Rei. Dan Rei pun berjalan menuju ke ruang istana.


"Hormat kepada yang mulia....." ucap Rei yang menghormat kepada raja. "Ya.... cukup ada apa kau kemari.....?" ucap raja. "Yang mulia saya ingin memberikan ini" ucap Rei yang menunjukkan sebuah dokumen. "Dokumen....? kalau begitu ikut dengan ku" ucap raja. Rei pun mengikuti raja dan ratu. ke sebuah ruangan dan di ruangan itu terdapat banyak sekali dokumen kerajaan.


"Kalau di sini kamu bisa bicara tanpa formal" ucap ratu. "Ya... ini dokumen untuk hak kepemilikan tanah kota" ucap Rei. "Ya.... tanpa basa basi akan ku tandatangani" ucap raja. dan dokumen kepemilikan tanah kota itu pun menjadi milik Rei. "Rei apa aku boleh tanya satu hal....?" ucap ratu. "Ya.... silahkan saja" ucap Rei.


"Kalau tidak salah kamu menerima lamaran dari putri ku tapi kenapa....? dan juga kenapa kamu ingin memiliki sebuah kota di sini....?" ucap ratu. "Kalau untuk pertanyaan pertama ya bagaimana ya menjawab nya.... aku tidak memiliki alasan untuk menjawab pertanyaan yang pertama" ucap Rei. "kalau pertanyaan kedua.....?" ucap ratu.


"Ya.... aku melihat kota yang seperti nya tidak terawat di sebuah kerajaan itu seperti bunga yang cantik tapi terdapat sebuah ulat" ucap Rei. "Terima kasih, ternyata kau sangat baik, tapi Rei kenapa Manusia seperti mu mau membeli tanah di kerajaan ras lain....?" ucap raja. "Maaf, anda sangat salah aku bukan manusia" ucap Rei. "Bukan manusia....? terus ras apa....?" ucap ratu.