
"Terima kasih atas kebaikan anda sekalian, dan apakah anda bersedia memberi tau siapakah anda sekalian....?" ucap raja elf. "Namaku Rei" ucap Rei yang memperkenalkan diri. "Aku Iseria, aku putri dari kerajaan tortus" ucap Iseria. "Aku Asami, aku putri dari dragon land" ucap Asami. "Aku Sasaki" ucap Sasaki singkat. "Aku Rin, putri dari raja pahlawan" ucap Rin. "Namaku Cisa...." ucap Cisa.
"Namaku Cerise" ucap Cerise. "Aku Yuna dan Nina" ucap Yuna dan Nina. "Namaku Alencia, aku putri dari beast land" ucap Alencia. "aku Carl, aku putri kerajaan penyihir" ucap Carl. "Dan aku Shiko, aku seorang ratu peri" ucap Shiko. "Ratu peri.....?!" ucap raja elf. "Ya.... aku ratu peri...." ucap Shiko.
"Se.... senang bertemu dengan anda ratu peri....." ucap raja elf sambil menundukkan kepalanya. Dan para elf yang berada di belakang itupun ikut menundukkan kepalanya. "Angkatlah kepala kalian" ucap Shiko. "Terima kasih atas kebaikan anda" ucap raja elf sambil mengangkat kepalanya dan penduduk elf juga ikut mengangkat kepala mereka.
Sedangkan Rei melihat lihat ke arah hutan. "Papa sedang apa....?" ucap Yuna dan Nina. "Tidak ada, hanya saja melihat sihir ilusi di hutan ini" ucap Rei. "begitukah, tapi untuk apa....?' ucap Yuna. "Aku yang merusak dan aku harus memperbaiki nya...." ucap Rei. "Kalau Ratu peri ada di sini, bagaimana dengan raja peri.....?" ucap raja elf. "Dia raja peri saat ini...." ucap Shiko sambil menunjuk Rei.
"Eh....?! apakah anda bercanda....? dia hanyalah seorang manusia bagaimana bisa menjadi raja peri.....?" ucap raja elf. "Aku tidak bercanda, rei adalah raja peri saat ini" ucap Shiko. "Bukankah itu mustahil....?" ucap raja elf. "Yosh, aku bisa mengembalikan nya" ucap Rei. "Sihir ilusi: Illusion Fog" Rei membuat sihir ilusi yang sama persis dengan sihir ilusi yang ada di hutan elf.
Dan hutan elf pun kembali seperti sediakala. "Yosh..... sudah kembali" ucap Rei. Raja elf dan para penduduk elf yang Melihat itu terbelalak dan tak berkata kata. "Ada apa.....? kenapa kalian semua seperti terkejut seperti itu.....?" ucap Rei. "Ka..... karena anda bisa menggunakan sihir kabut di hutan ini dan juga Sihir nya sama seperti yang ada di hutan" ucap raja elf.
"Bukankah itu masalah mudah....? aku hanya perlu tau seperti apa sihir yang di ciptakan dan menggunakan nya" ucap Rei. "Bahkan itu tidak masuk akal, yang bisa menggunakan sihir kabut ini hanya raja elf pertama, dan siapakah anda sebenarnya....?" ucap raja elf. "Aku Rei.... Akagami Rei" ucap Rei. "Baiklah kalau anda memang ingin menyembunyikan identitas asli anda, dan sekarang bagaimana kalau anda sekalian masuk ke desa....?" ucap raja elf.
"Baiklah, ayo pergi...." ucap Rei. "Ya.... silahkan ikuti saya dan penduduk elf lainnya" ucap raja elf. Kemudian, Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, dan Carl pun berjalan masuk ke dalam hutan dengan mengikuti raja dan para penduduk elf. Beberapa saat mereka berjalan, mereka pun sampai di desa tempat tinggal raja elf.
"Wah.... sangat mengagumkan...." ucap Rei yang melihat desa elf tersebut. "Ini bukan apa apa, ada beberapa desa lain yang lebih bagus dari ini...." ucap raja elf. "Meski kau bilang seperti itu, ini sangatlah indah" ucap Rei. "Ya.... kata papa benar...." ucap Yuna. "Ini sangat indah" ucap Nina.
"Namaku Viora, salam kenal" ucap Viora. "Ya.... aku Rei" ucap Rei. "Aku Yuna dan ini Nina" ucap Yuna yang memperkenalkan dirinya dan Nina. "Aku Iseria, salam kenal" ucap Iseria. "Kalau aku Cerise" ucap Cerise. "Namaku Shiko" ucap Shiko. "Namaku Sasaki, salam kenal" ucap Sasaki. "Namaku Asami" ucap Asami. "Namaku Cisa" ucap Cisa. "Namaku Rin, salam kenal Viora" ucap Rin. "Ya.... salam kenal" ucap Viora. "Aku Alencia, senang bertemu dengan mu" ucap Alencia. "Aku Carl, salam kenal" ucap Carl.
"Yosh.... aku mau berkeliling sekitar hutan, dan aku ingin mengecek apakah ada sihir yang di luar kendali" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut...." ucap Yuna dan Nina. "Ya..... ayo" ucap Rei. "Yey...." ucap Yuna dan Nina. "Bagaimana dengan kalian.....?" ucap Rei. "Kami tidak ikut, kami akan di sini" ucap Iseria dan yang lainnya menganggukkan kepala mereka.
"Ya.... baiklah kalau begitu" ucap Rei. Kemudian Rei, Yuna dan Nina pun pergi keluar dari desa tersebut dan menuju keluar dari hutan dari arah yang berbeda. "Papa.... kita akan ke mana.....?" ucap Yuna. "Akan keluar dari hutan" ucap Rei. "Bukakan akan lebih mudah kalau dari dalam....?" ucap Nina. "Tidak, kalau dari dalam lebih sulit untuk mengetahui" ucap Rei. "Jadi begitu papa...." ucap Nina.
Sementara itu, di desa Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami Cisa, Rin, Alencia, Carl dan yang lainnya. "Papa....? apakah mereka berdua itu anak Rei....?" ucap Viora. "Ya.... meski mereka bukan anak kandung hanya anak angkat Rei" ucap Iseria. "Jadi begitu, kalau hubungan kalian dengan Rei seperti apa....?" ucap Viora. "Hubungan kami dan Rei sangat istimewa" ucap Iseria. "Ya.... kata Iseria benar" ucap Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl.
"Istimewa.....? bukankah Rei sudah memiliki ratu peri Shiko....?" ucap Anasta. "Tidak, aku yang pertama...." ucap Iseria. "Ya.... kemudian aku....." ucap Cerise. "Baru setelah itu aku" ucap Shiko. "Eh..... dan Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl juga.....?" ucap Anasta. "Ya.... kami juga" ucap mereka yang tadi di sebutkan oleh Anasta. "Baru pertama kali aku melihat raja peri seperti itu...." ucap Anasta.
"Tapi sebenarnya kami yang memaksa Rei...." ucap Iseria. "Oh....jadi begitu" ucap Anasta. "Kalau kekuatan, tidak diragukan kekuatan yang sangat besar dan juga bisa menggunakan sihir yang telah lama hilang" batin Anasta. "Kenapa kamu seperti melamun....?" ucap Shiko kepada Anasta. "Bukan apa apa, hanya saja seperti apa kekuatan seorang raja peri Rei...." ucap Anasta.
"Hmm.... tidak bisa di umpama kan, dan juga Rei pernah bilang kalau kekuatan dari Shiko kurang dari lima persen kekuatan Rei" ucap Carl. "Ya... aku juga masih ingat itu" ucap Shiko. "Apakah kekuatan raja peri saat ini mendekati dewa....? tapi bukankah itu mustahil.....? bagaimana bisa ada kekuatan yang menyamai dewa" batin Anasta.