Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.201 Persiapan



Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun pergi ke ruang makan. Mereka di sana makan malam bersama. "Carl.... aku akan mengantarmu pulang....." ucap Rei. "Tidak.... di kastil sekarang tidak ada seorang pun.... karena itu aku tadi keluar" ucap Carl.


"Carl bagaimana kalau kau bermalam di sini....?" ucap Iseria. "Ya.... pasti di perbolehkan sama Rei...." ucap Sasaki. "Aku tidak masalah...." ucap Rei. "Yey.... kalau begitu Carl kita bermalam di kamarku...." ucap Iseria. "Ya.... terima kasih" ucap Carl. Kemudian mereka pun menuju ke kamar mereka, dan Rei menuju ke kamarnya.


Saat ia berada di depan pintu kamarnya, Yuna dan Nina berada di belakang Rei. "Yuna.... Nina.... ada apa....? kalian tidak ke kamar kalian....?" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina apakah boleh tidur dengan papa malam ini....?" ucap Yuna dan Nina. "Ada apa....?" ucap Rei. "Yuna dan Nina takut..." ucap Yuna dan Nina. "Ya.... baiklah" ucap Rei. dan mereka pun masuk ke dalam kamar Rei.


Rei, Yuna dan Nina pun berbaring di atas tempat tidur, Yuna dan Nina berbaring di samping Rei. "Duaarr....." suara petir yang menggelar disertai hujan. "Kya...." ucap Yuna dan Nina. "Sudah... sudah... aku ada di sini.... kalian tidak perlu takut...." ucap Rei sambil mengelus kepala Yuna dan Nina "Ya...." ucap Yuna dan Nina.


"Tok... tok... tok...." seseorang mengetuk pintu kamar Rei. "Ya... masuk saja" ucap Rei. Kemudian Iseria, Cerise Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun masuk ke dalam kamar Rei. "Kalian kenapa ke sini....?" ucap Rei. "Tadi sangat menakutkan.... apakah kami bisa tidur di sini....?" ucap mereka. "Hah.... ya....." ucap Rei. Dan mereka semua pun tidur dalam satu kamar.


Tak lama mereka pun tidur, malam pun berlalu dan hari pun sudah pagi, hujan sudah reda dan di luar sangat cerah. "Whooam..... sekarang sudah pagi...." ucap Rei yang bangun terlebih dahulu daripada yang lainnya. "Selamat pagi....." ucap Carl yang bangun. "Ya.... selamat pagi....." ucap Rei. Tak lama Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, dan Alencia pun bangun dari tidur.


"Selamat pagi papa...." ucap Yuna dan Nina. "Selamat pagi Rei...." ucap Iseria, Cerise, Sasaki, Cisa dan Rin. "Selamat pagi Danna...." ucap Shiko. "Selamat pagi darling...." ucap Asami. "Ya.... selamat pagi kalian" ucap Rei. Dan setelah itu mereka pun keluar dari kamar dan mencuci muka, setelah itu mereka menuju ke ruang makan.


Di ruang makan, makanan sudah siap di atas meja. Mereka pun duduk dan kemudian mereka sarapan pagi bersama. Setelah makan Rei menuju keluar dari mansion. "Huft....." Rei menghirup udara. "Hah.... pagi hari setelah hujan memang sangat segar...." ucap Rei. "Dan juga aku sudah lama tidak merasakan udara segar seperti ini......" batin Rei.


"Udaranya sangat segar....." ucap Iseria. "Ya.... segar seperti di dunia peri...." ucap Shiko. "Ya.... benar sekali...." ucap Sasaki. "Dunia peri....?" ucap Carl yang juga ada di sana. "Papa....." ucap Yuna dan Nina. "Kalian kenapa ke sini....?" ucap Rei. "Rei sendiri kenapa ada di sini....?" ucap Iseria. "Aku hanya ingin melihat lihat saja...." ucap Rei. "kalau begitu kami juga sama...." ucap Iseria. "Ya.... terserah saja...." ucap Rei.


"Oh ya.... Rei apakah kamu mau melihat kota yang sekarang sedang melakukan persiapan sebelum pertarungan sihir di mulai.....?" ucap Carl. "Ya.... boleh saja, kalau begitu kita pergi, siapa yang akan ikut....?" ucap Rei. "Papa.... Yuna dan Nina ikut...." ucap Yuna dan Nina. "Ya, baiklah" ucap Rei.


Di kota semua orang terlihat sangat sibuk, ada yang menghiasi toko, membersihkan area toko dan banyak lagi. "Wah.... semua orang terlihat sangat sibuk" ucap Iseria. "Ya.... semuanya sangat sibuk" ucap Carl. Dan mereka pun sampai di depan toko milik Lucrut. Lucrut dan Frans sedang bersih bersih tokonya. "Lucrut.... apa kabar kalian....?" ucap Rei. "Halo Rei.... kami baik baik saja...." ucap Lucrut.


"Kak Rei apakah kakak tau....?" ucap Frans. "Ya.... aku tau, akan ada turnamen sihir kan....?" ucap Rei. "Eh.... kak Rei sudah tau" ucap frans. "Apakah kalian ada yang ikut turnamen....?" ucap Rei. "Tidak, aku tidak terlalu pandai dalam sihir dan juga aku harus menjaga toko ini..." ucap Lucrut. "Kalau Frans bagaimana....?" ucap Rei. "Sepertinya tidak kak, aku akan membantu kak Lucrut" ucap Frans.


"Oh... begitukah....." ucap Rei. "Bagaimana kalau masuk ke dalam....?" ucap Lucrut. "Tidak, kami akan segera pergi" ucap Rei. "Ya.... jadi kapan kapan saja" ucap Iseria. Kemudian Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia dan Carl pun pergi meninggalkan toko Lucrut. "Sampai jumpa lagi kak...." ucap Frans. "Ya...." ucap Rei.


Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin, Alencia, dan Carl yang berjalan pun sampai di tempat yang luas tanpa ada perumahan yang bertempat di dekat gerbang keluar kota. "Rei lihat di sana...." ucap Iseria yang menunjuk ke arah tempat pinggir gerbang kota. "Ya.... ada banyak orang yang berlatih sihir" ucap Rei. "Rei....ayo kita juga ikut berlatih......" ucap Carl.


"Buat apa....?" ucap Rei. "Apakah kamu tidak khawatir....? lawannya penyihir loh..." ucap Carl. "Tidak, aku cukup percaya dengan kekuatan ku...." ucap Rei. "Aku tidak percaya, kalau begitu kita bertarung bagaimana....?" ucap Carl. "Hmm.... boleh saja.... tapi tidak sih sini..." ucap Rei. "Ya.... di mana saja...." ucap Carl. "Clak....." Rei melakukan petik jadi dan seketika mereka sudah berada di tempat lain.



"Eh....?! sekarang kita berada di mana.....?!" ucap Carl. "Tenang saja, meski kau menggunakan sihir penghancur kau tidak akan membuatmu menghancurkan Desa atau kota...." ucap Rei. "Tapi ini ada di mana....?" ucap Carl. "Ah.... aku ingat tepat ini...." ucap Cerise. "Benarkah ini di mana....?" ucap Carl. "Ini tempat ku berada sebelum bertemu dengan Rei....." ucap Cerise. "Tempat mu....? bukankah di sini tidak ada kehidupan....?" ucap Carl.


"Kalau aku ingin tau, ini di dalam labirin kuno lantai paling bawah...." ucap Rei. "La.... labirin kuno....?" ucap Carl. "Ya.... Sekarang bersiap lah, aku akan menggunakan sepuluh persen kekuatan ku...?" ucap Rei. Kemudian Yuna, Nina, Iseria dan yang lainnya menjaga jarak dari mereka.