Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.140 Akhir Pertarungan



"Sasaki dan Rin habisi semua bajak laut, mereka tidak akan bisa berbuat kebaikan lagi" ucap Rei. "Eh.... bagaimana kau bisa tau kalau aku Rin....?" ucap orang yang berjubah itu yang merupakan Rin. "Itu bukanlah hal sulit, Sekarang cepat habisi saja, tapi aku yang akan menghabisi kapten mereka" ucap Rei. "Baik...." ucap Rin yang melepaskan jubah nya.



"Sekarang aku akan lebih bersungguh sungguh" ucap Rin. ia pun langsung melesat dan mengalahkan beberapa kru bajak laut itu seketika. "Sriiingg......" sekali tebasan Sasaki bisa langsung mengalahkan beberapa kru bajak laut tersebut. "Kau siapa nama mu....?" ucap Rin kepada Sasaki. "Sasaki, namaku Sasaki" ucap Sasaki yang memperkenalkan diri.


"Sasaki, aku Rin, kau sangat hebat" ucap Rin. "Terima kasih" ucap Sasaki. dan mereka berdua pun mengalah para kru bajak laut itu. Akan tetapi Andre hanya bisa diam tak bergerak. "Kau tidak akan bisa membunuh ku" ucap kapten bajak laut kepada Rei. "Memang nya kenapa....? apa sebabnya.....?" ucap Rei. "Kau kan tidak membawa senjata apa pun" ucap kapten bajak laut itu. "Eh..... benarkah....?" ucap Rei dan kemudian di tangan kanan nya keluar sebuah pistol.



"Apa sekarang kau bisa mengatakan nya kembali....?" ucap Rei yang sambil menodongkan pistol itu ke arah kapten bajak laut itu. "Puft..... senjata apa itu.....?" ucap kapten bajak laut itu yang tertawa melihat senjata yang di genggam Rei.


"Dor....." Rei menembakkan satu peluru ke arah tembok belakang kapten bajak laut itu. Di tembok itu meninggalkan bekas peluru yang di tembakkan oleh Rei. "Senjata apa apa itu.....??!!" ucap kapten bajak laut yang merinding ketakutan melihat serangan yang di tembakkan Rei. "Apakah itu sihir....?" ucap kapten bajak laut itu. "Hmm.... siapa yang tau...." ucap Rei.


"Ak.... aku minta maaf, kami tidak akan menjadi bajak laut lagi, dan kau akan bertobat" ucap kapten bajak laut itu. "Hmm.... apa aku bisa mempercayai kata kata mu itu....?" ucap Rei. "Ya.... saya bersungguh sungguh sekarang, dan kami tidak akan mengingkari perkataan kami" ucap kapten bajak laut itu. "Baiklah akan aku mempercayai kata kalian" ucap Rei.


"Terima kasih....." ucap kapten bajak laut itu. "Plokk....." Rei menepuk tangan dan kapten bajak laut beserta kru bajak laut pun terteleport ke atas kapal mereka yang sudah berada di atas air laut. "Hah...apa kita sudah selamat kapten....?" ucap salah satu kru bajak laut itu. "Ya.... hanya dengan menipu orang yang naif itu kita bisa keluar dari kematian" ucap kapten bajak laut itu.


"Eh..... ternyata perkataan tuan ternyata benar" ucap Elathan yang berada di atas layar kapal itu. "Siapa kau.....?" ucap kapten bajak laut itu.


"Pesan dari tuan tadi, kalau para bajak laut itu masih ingin melakukan hal yang sama, bunuh saja mereka tanpa ampun" ucap Elathan.



"Siapa tuan yang kau maksud.....?" ucap kapten bajak laut itu. "Sihir kegelapan\= Dark Fire" Di tangan Elathan keluar api hitam. "Wuush......" Elathan pun melemparkan api hitam itu ke arah kapal bajak laut itu. "Whuurrr....." Api itu pun langsung membakar kapal beserta para bajak laut itu dan Elathan pun langsung pergi meninggalkan kapal yang terbakar itu.


"Ya.... aku akan pergi, jadi sampai jumpa" ucap Rei menuju ke pintu keluar dari arena. "Hmm.... setalah ini aku mau ke mana ya....." ucap Rei yang sambil keluar dari arena. "Papa sudah keluar darinya tempat ini....." ucap Yuna dan Nina. "Eh....? benarkah....?" ucap Iseria dan kemudian mereka pun juga keluar dari tempat itu dan mencari Rei. Rei berkeliling sambil membeli sesuatu. "Nyam.... nyam.... hmm.... kenapa banyak sekali ras angel....." ucap Rei yang sambil makan roti.



"Bruuuakk....." seseorang menabrak Rei dan orang yang menabrak Rei itu pun terjatuh. "Maaf.... apa kau tidak apa apa.....?" ucap Rei yang sambil mengulurkan tangannya. "Terima kasih, tapi saya tidak apa apa...." ucap perempuan itu yang sambil berdiri. "Sungguh minta maaf, aku tidak melihat ke depan tadi" ucap Rei. "Tidak apa apa" ucap perempuan itu.



"Kalau begitu aku permisi" ucap Rei yang pergi. "Hmm.... kalau di pikir pikir kenapa hari ini ada ras angel yang biasanya ras angel jarang berada di dunia bawah pasti kerena berhubungan dengan raja pahlawan dan dewa atau Dewi yang ada di tempat ini" ucap Rei.


[Note\= Ras angel biasanya selalu berada di sky Land mereka dan sangat jarang mereka turun, terakhir mereka turun yaitu saat perjanjian damai antara seluruh ras, ras angel ikut berpartisipasi dalam perjanjian itu].


"Hmm.... aku tidak terlalu peduli dengan itu, untuk sekarang aku mau ngapain....?" ucap Rei yang bingung. Sedangkan di arena terjadi perdebatan yang panjang yaitu siapa yang menang dan kenapa pangeran andre tidak membantu saat terjadi penyerangan oleh para bajak laut. Dan pada akhirnya pemenang nya tidak di tentukan dan permasalahan tentang raja pahlawan itu di serahkan kepada putri Rin, siapa pun orang yang akan di pilih putri Rin dia yang akan menjadi raja, dan permasalahan itu pun berakhir.


Sasaki sedikit kecewakan karena terjadi penyerangan oleh para bajak laut itu, ia tidak bisa memenangkan pertandingan itu. "Tuan Rei......" seseorang memanggil nama Rei. Rei pun langsung menoleh ke arah orang yang memanggil nya itu.



"Hmm..... kau adalah perempuan yang di pulau sebelah kan...." ucap Rei. "Ya.... benar sekali, terima kasih karena anda masih ingat" ucap perempuan itu. "Nama saya Cisa, tuan Rei" ucap Cisa yang memperkenalkan diri. "Bisa hilangkan kata tuan nya....?" ucap Rei. "R.... Rei....?" ucap Cisa yang menyebut nama Rei tanpa kata tuan.


"Ya.... kalau begitu lebih enak di dengar" ucap Rei. "Kenapa kau memanggilku barusan....?" ucap Rei. "Tu.... tidak, Rei karena kamu pernah menyelamatkan ku, aku ingin membalas nya" ucap Cisa. "Tidak perlu, aku sekarang mau pergi, jadi sampai jumpa" ucap Rei yang langsung pergi.


"Dia langsung pergi...." ucap perempuan teman Cisa. "Tapi dia sangat tampan dan tadi saat pertarungan di sangatlah kuat" ucap Cisa yang sedang memikirkan Rei. "Ah.... mulai lagi ini anak, hey.... bangun" ucap teman Cisa yang ingin membuat Cisa sadar dari lamunannya itu. "Eh.... sekarang kita akan kemana....?" ucap Cisa. "Apa kau lupa....? kalau begitu ikuti aku" ucap teman Cisa. mereka berdua itu pun langsung pergi.