Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.178 Masa lalu Alencia



Dan mereka pun bersenang senang seharian di pantai sampai sore hari. Sore hari mereka kembali ke mansion. Para pelayan sedang menyiapkan makanan untuk makan malam. sedangkan, Rei, Yuna, Nina, Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia sedang berada di pemandian air panas.


"Hah..... seharian aku sangat senang, sudah lama tidak merasakan nya....." ucap Alencia. "Sudah lama.....? apa maksud mu....?" ucap Iseria. "Ya..... sebelum aku di angkat sebagai putri aku sering bertarung dan berburu" ucap Alencia. "Sebelum menjadi putri.....? berarti di sini tidak ada yang namanya keluarga kerajaan....?" ucap Rei.


"Keluarga kerajaan.....? apa yang kamu maksud Darling....?" ucap Alencia. "Keluarga kerajaan, anak dari raja dan ratu akan diangkat menjadi penerus raja atau ratu yang biasanya di sebut dengan pangeran atau putri" ucap Iseria. "Tidak ada yang seperti itu" ucap Alencia. "Kau bisa di angkat sebagai putri bagaimana ceritanya....?" ucap Sasaki.


"Hmm.... kalau tidak salah aku di panggil karena ramalan yang mengharuskan aku menjadi putri" ucap Alencia. "Eh.....? jadi begitu kah, seperti apa kau dulu.....?" ucap Sasaki. "Ya.... aku penasaran" ucap Asami. "Ya.... akan aku ceritakan" ucap Alencia.


Flashback


Alencia tinggal di desa pinggiran, ia hidup sendiri di sebuah rumah kecil. Ia selalu sendirian, untuk makan ia bekerja menanam dan berburu di hutan. Dan karena selalu hidup dalam lingkungan keras saat Alencia berusia sepuluh tahun ia sudah memiliki keterampilan dalam bertarung. dan ia menduduki posisi ketiga orang terkuat di pulau Demi-Human pada saat umur tiga belas tahun.


Dan ia selalu di tantang oleh berbagai orang yang ingin mengincar posisi nya, Akan tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan nya dan merebut posisi nya. Dan ia selalu berlatih dengan sangat keras setiap hari nya. dan saat ia beranjak umur empat belas tahun ia bertarung dengan orang posisi kedua dan pertama dalam setahun itu. Dan ia memang dan berhasil merebut posisi mereka.


Dan ia pun menjadi petarung wanita terkuat. Dan pada saat umur lima belas tahun ada beberapa petinggi kerajaan yang berada di depan rumah nya. "Tok....tok.... tok....." seseorang mengetuk pintu rumahnya. "Kriiekk....." Alencia membuka pintu rumahnya. "Maaf anda sekalian, pasti salah rumah" ucap Alencia yang sambil menutup pintunya.


Tapi salah satu petinggi itu memegang pintu rumah Alencia dan pintu itu tidak bisa tertutup. "Maaf apakah kalian bisa lepaskan tangan mu....?" ucap Alencia. "Tidak bisa, kita tidak salah, dan kami ingin bertemu dengan anda" ucap salah satu petinggi itu. "Tidak mau, pergi kalian....." ucap Alencia. "Kami tidak bisa pergi, sebelum kami membawa anda" ucap salah satu petinggi itu.


"Aku tidak mau......." ucap Alencia yang bersikeras. "Anda terpilih sebagai putri yang akan memimpin kerajaan ini" ucap salah satu petinggi. "Putri....? apa maksud mu....?" ucap Alencia. "Ya.... anda akan menjadi putri...." ucap petinggi kerajaan. "Kenapa....? kenapa aku yang di pilih.....?" ucap Alencia yang sambil membuka pintunya.


"Akhirnya, anda membuka pintunya" ucap salah satu petinggi yang memegang pintu rumah Alencia. "Anda terpilih oleh ramalan sebagai putri" ucap petinggi. "Aku akan menjadi putri.....? dan tunggal di tempat luas itu....?" ucap Alencia. "Ya.... anda akan tinggal di sana" ucap petinggi menjawab Alencia.


"Jadi nama anda siapa.....?" ucap petinggi. "Namaku Alencia, dan aku seorang petarung posisi pertama" ucap Alencia. "Ya.... sekarang anda ikut kami ke mansion kerajaan" ucap petinggi itu. Dan Alencia pun di bawa oleh para petinggi ke mansion kerajaan. Dan di mansion, Alencia di suruh membersihkan diri, setelah itu Alencia berganti baju dengan baju yang lebih bagus daripada yang ia pakai selama ini.


Ia selalu melamar Alencia hampir setiap saat, dan Alencia pun menanggapi karena dia selalu terganggu olehnya. Dan Alencia pun mengajak nya berduel satu lawan satu, kalau dia memang Alencia akan menikah dengannya. Akan tetapi Alencia yang merupakan petarung posisi pertama itu bisa menang dengan mudah. "Aku tidak akan menikah dengan orang yang lebih lemah dariku" ucap Alencia.


Karena mendengar perkataan Alencia, orang itu pun berhenti melamar Alencia. Dan berselang beberapa bulan, sebuah ramalan mengatakan kalau orang yang akan menjadi suami dari Alencia ada orang luar dengan rambut putih, hanya itu di ramalan tidak menjelaskan lebih rinci. Dan Alencia itu pun ingin bertemu dengan orang dari ramalan apakah dia lebih kuat darinya.


Flashback end.


"Eh..... masa lalu yang lumayan tragis karena semuanya di atur dengan ramalan" ucap Asami. "Ya.... menurut ku tidak terlalu, karena ramalan itu Alencia bisa hidup lebih enak" ucap Iseria. "Ya.... ada dua hal posting dan negatif, gitu aja, aku akan keluar semakin lama di sini kalian bisa pingsan'' ucap Rei yang keluar dari pemandian air panas. Di belakangnya Yuna dan Nina mengikuti Rei.


Rei pun mengeringkan badan, setelah itu menggunakan baju dan jubahnya. Ia juga mengeringkan badan Yuna dan Nina, setelah mengeringkan badan mereka berdua Rei memakaikan baju Kepada Yuna dan Nina. Setelah itu mereka pun berjalan menuju ke ruang makan. Sedangkan Iseria, Cerise, Shiko, Sasaki, Asami, Cisa, Rin dan Alencia sedang mengeringkan badan dan menggunakan baju.


Setelah itu mereka menuju ke ruang makan. Setelah mereka sudah berkumpul di ruang makan, para pelayan juga baru saja selesai menyiapkan makan. Dan mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam, mereka pun kembali ke kamar mereka. Dan para pelayan yang sudah selesai melakukan pekerjaan mereka kembali ke asrama Pelayan.


Rei sedang duduk di atas tempat tidur di kamar nya. "Elathan....." ucap Rei yang memanggil Elathan. "Baik, Tuan.... apakah anda memanggil saya....." ucap Elathan yang berada di depan Rei sambil menunduk. "Ya.... aku ada pertanyaan kepada mu....." ucap Rei. "Baik, tuan...." ucap Elathan. "Tadi kau bertarung dengan siapa....? dan kenapa.....?" ucap Rei.


Tadi siang saat Rei dan yang lainnya dengan bakar bakar, Elathan bertarung dengan seseorang. "Baik tuan, tadi saya bertarung hanya mengajari Charles karena dia yang ingin berlatih" ucap Elathan. "Eh... begitukah.... kalau begitu ceritakan bagaimana kejadiannya" ucap Rei. "Baik tuan" ucap elathan. Dan Elathan pun menceritakan tentang ia bertarung dengan Charles.


Flashback


Saat Elathan menjaga agar tidak ada orang yang menggangu Rei dan yang lainnya.