
Iseria dan Cerise memeluk Rei dari belakang. "tunggu dulu sensasi ini, Iseria dan Cerise hanya mengenakan handuk tipis" batin Rei. "Apa tidak lebih baik bicara di luar....?" ucap Rei. "Tidak, lebih enak bicara di sini" ucap Iseria dan Cerise.
"Apa kalian bisa berhenti memeluk ku...." ucap Rei. "Tidak bisa, oh ya Rei kenapa badanmu terdapat banyak sekali tato......?" ucap Iseria. "Iya Rei banyak sekali tato, kenapa...?" sahut Cerise.
"Oh, kalau itu ada alasannya tersendiri" ucap Rei. "Rei...." ucap Iseria, "Apa....?" sahut Rei. "Apa yang menjadi beban pikiran mu....?" ucap Iseria. "Hmm....aku hanya berfikir kalau aku tidak bisa membahagiakan orang orang yang berada di samping ku....." ucap Rei.
"Itu tidak benar.....!!!" ucap Cerise. "Aku dulu selalu sendiri an, yang aku inginkan hanyalah terdapat seorang teman atau orang yang membawaku pergi, dan aku kira itu hanya sebuah mimpi yang tak pernah terwujud, tapi setelah itu ada Rei yang membawaku pergi dari kesendirian ku" ucap Cerise.
"Ah, memang aku yang membawamu pergi dari tempat itu" ucap Rei. "Aku sangat senang bisa bertemu dengan Rei" ucap Cerise. "Ya, aku juga senang setelah bertemu dengan Rei, Rei telah menyelamatkan ku dari kutukan" ucap Iseria. "Itu cuma hal kecil...." ucap Rei.
"Oh ya Rei bagaimana kalau besok kita bertiga kencan....?" ucap Iseria. "ke....kencan sebelumnya aku belum pernah kencan sama sekali, tapi kalau tidak salah kencan itu berjalan jalan berduaan" batin Rei. "Bagaimana Rei.....?" ucap Cerise. "Ya...." ucap Rei.
"Anu apa kalian bisa keluar dari sini.....?" ucap Rei. "Kenapa.....? ucap Iseria dan Cerise. "Aku mau keluar dari sini, kalau kalian berdua tetap di sini aku tidak bisa keluar" ucap Rei. "Maaf Rei, kalau begitu kami akan keluar" ucap Iseria dan Cerise. mereka berdua pun keluar dari pemandian air panas.
"Hah..... Sekarang apa yang akan aku lakukan" ucap Rei sambil berjalan keluar dari pemandian air panas. Rei pun mengenakan pakaian nya dan berjalan menuju ke kamarnya. Sedangkan Elathan sedang berada di Dungeon tersembunyi lantai 20. ia melawan seekor monster.
"Seperti bagian dari lipan ini akan ku berikan kepada tuan" ucap Elathan. ia pun berjalan kembali dan menemui berbagai monster dan Elathan membasmi monster di hadapan, kekuatan nya terus menerus berkembang.
Elathan menghabisi berbagai macam monster dan ia mengambil tanduk, cakar, gigi, duri, tulang, dan lain lain nya dari monster yang ia habisi. dan saat berjalan Elathan langsung bertemu dengan monster yang levelnya lebih tinggi dari pada monster yang ia hadapi sebelum nya.
Dengan bentuk yang sangat besar Elathan hanya terlihat seperti kutu jika di bandingkan dengan monster tersebut. "Apa apaan itu.....? apa memang ada monster yang sebesar itu...." ucap Elathan. "Yo..... iblis ada gerangan apa kau ada di tempat ini......" ucap monster tersebut.
"Aku kesini akan mengalah kan mu....!!!" ucap Elathan. "Hah....? kau bercanda jangan terlalu sombong hanya karena kau primordial demon, aku Divine Ancestors" ucap monster tersebut. "Sihir kegelapan\= Cutter Dimensions" sebuah tebasan yang tak terlihat dan memotong segala sesuatu yang di depan nya itu melesat ke arah monster Divine Ancestors.