Betsu No Sekai No Sekandoraifu

Betsu No Sekai No Sekandoraifu
eps.242 Shun



"Tidak, ini bukan pertama kalinya aku ke ibukota, ini sudah ke dua kalinya" ucap Rei. "Oh.... begitukah, kalau begitu kau beruntung bisa menemukan bar ini" ucap orang itu. "Ada apa memangnya.....?" ucap Rei.


"Ya.... kau tau, bar di sini sepi, meski sepi bukan berarti hal yang ada di sini tidak enak" ucap orang itu. "Ya.... aku juga bukan orang yang hanya menilai sesuatu hanya dari luarnya saja, tapi kalau belum di coba belum tau....." ucap Rei. "Ya..... ternyata kau cukup mengerti juga" ucap orang itu. "Manager, aku pesan dua minuman termahal" ucap Rei.


Dan pemilik bar pun membuatkan dua minuman, setelah jadi ia menaruh di depan Rei. Rei mendorong satu gelas minuman ke depan orang yang berbicara dengannya itu. "Ada apa.....? apakah ini buatku.....?" ucap orang itu. "Ya.... aku yang bayar, tidak perlu sungkan, dan ini juga karena moodku hari ini sedikit bagus" ucap Rei. "Wah.... terima kasih banyak bung...." ucap orang itu.


"Ya.... tenang saja....." ucap Rei. "Oh... ya, maaf aku belum memperkenalkan diri, namaku Shun, dan bisa di lihat aku adalah seorang petualang yang setiap hari bekerja di guild" ucap Shun. "Ya.... salam kenal, dan namaku Rei.... senang bertemu denganmu" ucap Rei. "Eh.....? tunggu, apakah kau tidak bercanda kan.....? apakah benar namamu Rei....?" ucap Shun.


"Ya.... buat apa aku merubah atau menggunakan nama palsu.....? tidak ada gunanya" ucap Rei. "Berarti kau, bukan anda adalah seorang yang bertunangan dengan tuan Puteri.....?!" ucap Shun. "Hmm.... yah, tapi jangan berkata formal seperti itu, aku terkadang tidak menyukainya" ucap rei. "Ah... ya, dan apa yang di lakukan tunangan tuan Puteri d tempat seperti ini....?" ucap Shun. "Hah.....?! bukankah untuk minum....? dan tadi kau bilang minuman di tempat ini enak" ucap Rei.


"Ya.... aku tadi berkata seperti itu, dan juga kalau kau sering berkeliaran kenapa tidak pernah terlihat....?" ucap Shun. "Ya.... tentu saja aku baru sampai di ini seminggu yang lalu" ucap Rei. "Eh.....? dari mana saja....? aku kira kau tetap berada di sini" ucap Shun. "Ya.... aku berkeliling dari kerajaan ke kerajaan lain dan bertemu dengan berbagai macam orang" ucap Rei.


"Ah..... enaknya bisa pergi sesuka hati, kami para petualang harus bekerja tiap hari untuk hidup, aku sedikit iri" ucap Shun. "Hahahaha.... kau bisa melakukannya kalau kau mau, tapi kau harus bisa belajar berpedang dan menciptakan gaya bertarung milikmu sendiri, tidak hanya mengayunkan pedang secara sembarangan" ucap Rei. "Eh....?!" ucap Shun yang kemudian terdiam karena terkejut.


"Apa apaan, apakah dia bisa melihat atau memang mengetahui dengan sendirinya.....?" batin Shun. "Ah.... sepertinya aku benar, tapi aku beberapa minggu kemarin pernah melawan puluhan ribu monster yang di pimpin oleh Litch, dan itu tidak terlalu sulit, aku kira kau juga pasti bisa" ucap Rei. "Apa.....?! Litch.....?! dia bilang melawan Litch itu mudah.....? aku melawan monster yang di bawah Litch saja kewalahan apakah Litch itu sendiri......" batin Shun.


"Apa yang kau takutkan.....? hanya perlu wush... wush... wush.... selesai" ucap Hito. "Apakah dia bisa membaca pikiranku.....? kalau itu bisa dia lakukan, dia sangat menyeramkan" batin Shun. "Aku tidak bisa membaca pikiran loh, dan juga apa yang menyeramkan dari ku....? hey, manager apakah aku terlihat seram.....?" ucap Rei.


"Hey.... kau tadi membaca pikiranku bukan....?" ucap Shun. "Tentu saja tidak, aku tadi bilang kalau aku tidak bisa membaca pikiran" ucap Rei. "Lah.... terus tadi kenapa kau bisa tau apa yang aku pikirkan.....?!" ucap Shun. "Eh....? itu kerena terukir jelas di wajahmu, kalau tidak percaya tanya saja manager" ucap Rei. "Hey.... manager apakah benar yang di katanya....?" ucap Shun.


"Ya..... itu sangat jelas terlihat, apakah anda tidak tau....?" ucap pemilik bar. "Ah....? kenapa ini terjadi padaku.....? kalau begitu apakah aku ini akan terlihat sangat buruk....?" ucap Shun. "Tidak.... tidak, tentu saja tidak, itu adalah salah satu dari kelebihan milikmu, Shun...." ucap Rei. "Kelebihan dari mananya,.....?! aku merasa ini adalah salah satu dari kekurangan ku" ucap Shun. "Itu menunjukkan bahwa kau itu adalah seorang yang jujur" ucap Rei.


"Orang jujur....? berarti itu mungkin aku adalah orang baik.....? dan orang baik tidak di pedulikan oleh masyarakat maupun dunia" ucap Shun. "Kenapa kau bicara seperti itu, orang juju sangat sulit di temukan di dunia, kalau kau bisa menemukan lebih dari hitungan jari akan kau kasih uang, bagaimana.....?" ucap Rei.


"Hah....? apakah ini semacam judi atau tantangan.....?" ucap Shun. "Terserah saja kau menyebutnya apa, dan kalau kau kalah kau tidak akan kehilangan apapun, dan kalau kau memang kau akan mendapatkan uang dariku" ucap Rei. "Omong omong berapa uang yang akan aku dapat....?" ucap Shun. "Hmm.... bagaimana kalau seribu koin emas atau lebih, kau bisa menambahkan kalau kurang" ucap Rei.


"Se.... seribu koin emas....?! itu berarti....." ucap Shun yang menghitung uang seribu koin emas. "Uwah......!!! sangat banyak sekali, manager berapa gaji mu dalam sehari,....?" ucap Shun. "Hmm... sehari hanya beberapa koin perak dan kalau ramai bisa sampai satu sampai tidak koin emas, dan itu saja jarang" ucap pemilik bar. "Wah... cukup banyak ya, baiklah Rei aku akan terima tantangan mu" ucap Shun.


"Hahaha.... baiklah, kalau kau menemukannya nanti akan aku ajak mereka untuk mengurus kerajaan ini" ucap Rei. "Ya.... dan hadiahnya katamu bisa di tambahkan bukan....?" ucap Shun. "Ya..... meski begitu kau jangan menjadi tamak hanya kerena hal seperti itu, kalau aku gagal kau akan jatuh dan akan merasa sangat kecewa" ucap Rei.


"Tidak, aku Shun tidak akan menyerah dan akan menemukan orang orang jujur yang sudah jarang di temukan di dunia ini" ucap Shun. "Hahaha..... tekat yang cukup hebat, oh ya, manager bisakah tambah satu lagi yang sama....?" ucap Rei. "Baiklah, segera siapkan" ucap pemilik bar yang meracik minuman.


"Hey.... Shun apakah kau tidak minum.....? punyamu masih belum tersentuh" ucap Rei. "Oh.... ya aku sampai lupa, dan juga seberapa banyak uang yang kau punya....?" ucap Shun. "Hmm.... aku tidak tau pastinya, kalau di hitung itu bisa saja membuatmu sakit kepala" ucap Rei.